full screen background image

Sewindu Bakti PT SMI untuk Negeri Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Lapan6online.com – Jakarta : Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-8 atau sewindu di tahun 2017 ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) menyelenggarakan acara “Sewindu PT SMI – Hari Bakti untuk Negeri” yang bertempat di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini menemani Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Acara “Sewindu PT SMI – Hari Bakti untuk Negeri” merupakan salah satu momentum terbaik PT SMI dalam mensyukuri perannya menjalankan mandat sebagai katalis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya maka PT SMI telah berusia sewindu dan senantiasa berupaya untuk memberi kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan infrastruktur nasional di Indonesia” ujar Emma Sri Martini – Direktur Utama PT SMI.

PT SMI Menghasilkan Multiplier Effect Sebesar 6,8 Kali
Sejak didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI, PT SMI berupaya menjalankan mandat sebagai katalis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui 3 (tiga) pilar bisnisnya yaitu kegiatan pembiayaan dan investasi, pengembangan proyek serta pemberian layanan jasa konsultasi atau advisory bagi beragam proyek infrastruktur di Indonesia.

Selama sewindu, PT SMI telah mendukung program Pemerintah mulai dari pembangunan infrastruktur dasar yang kemudian berkembang ke sektor infrastruktur sosial, seperti rumah sakit dan pasar. PT SMI telah berpartisipasi dalam membiayai berbagai sektor infrastruktur dengan total nilai proyek sebesar Rp. 193,8 triliun dari total komitmen sebesar Rp. 44,5 triliun.

Seluruh modal yang disetorkan Pemerintah kepada PT SMI sebesar Rp 28,5 triliun telah digunakan seluruhnya untuk mendanai komitmen pembiayaan. Dengan demikian, multiplier effect atas modal yang disetor tersebut terhadap nilai proyek yang didanai telah mencapai angka 6,8 kali. Sedangkan jika dibandingkan antara nilai proyek yang dibiayai terhadap total komitmen pembiayaan PT SMI, multiplier effect yang dihasilkan adalah sebesar 4,3 kali.

Penyebaran Lokasi Pembiayaan Infrastruktur di Seluruh Indonesia untuk Beragam Sektor
Dalam rangka mendukung program Nawa Cita, PT SMI senantiasa melakukan penyebaran lokasi pembiayaan untuk proyek-proyek dari Indonesia wilayah Barat sampai Timur; dari Pulau Sumatera sampai Papua. Pulau Jawa masih menjadi yang terbesar dalam portofolio pembiayaan (44,96%), disusul oleh Pulau Sumatera (25,12%), Pulau Kalimantan (9,80%), Pulau Sulawesi (9,04%), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (5,60%) dan Papua Maluku (5,47%).

Dengan total pembiayaan PT SMI, telah dihasilkan sejumlah manfaat nyata, tidak hanya bagi masyarakat di sekitar proyek tapi juga manfaat lainnya seperti peningkatan kapasitas pembangkit listrik sebesar 1.591 MW. Selain listrik, pembiayaan yang dilakukan oleh PT SMI juga bermanfaat bagi tersedianya kebutuhan akan air bersih, jumlah produksi air bersih mengalami peningkatan sebesar 10 ribu liter/detik atau dengan kata lain telah berkontribusi kepada 1,5 juta rumah tangga dimana 5,8 juta jiwa hidup dan membutuhkan air bersih tersebut.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama Gubernur Kalimantan Timur, Irianto Lambrie

Pembiayaan PT SMI juga telah menyerap banyak lapangan kerja baru khususnya di sektor konstruksi, dimana pembiayaan yang diberikan untuk pembangunan jalan telah menyerap kurang lebih 1,2 juta tenaga kerja baik tenaga kerja kontrak maupun permanen. Dengan penyerapan tenaga kerja yang besar tersebut, jalan baru ikut bertambah sebesar 1.421 KM termasuk untuk jalan tol di seluruh Indonesia.

Inovasi Penyediaan Skema Pembiayaan
Menyadari kebutuhan pembangunan infrastruktur yang sangat besar, PT SMI telah melakukan sejumlah inovasi melalui penyediaan skema pembiayaan jangka panjang, baik dari sisi jangka waktu pembiayaan hingga 25 tahun dengan masa tenggang yang fleksibel dan akomodatif atas arus kas proyek.

Selain dari itu, PT SMI juga melakukan inovasi produk pembiayaan melalui penyediaan beragam skema pembiayaan dalam bentuk subordinated loan, mezzanine loan, cash deficiency support, convertible loan dan penyertaan modal (ekuitas) yang bersifat melengkapi produk yang sudah dapat disediakan oleh perbankan.

PT SMI Mendukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah
Pada akhir tahun 2015, seiring dengan pengalihan aset dari PIP (Pusat Investasi Pemerintah) menjadi PMN (Penanaman Modal Negara) pada PT SMI, PT SMI mulai aktif terlibat dalam pembiayaan kepada beragam proyek Pemerintah Daerah (“Pemda”). Tercatat hingga saat ini pembiayaan Pemda telah diberikan kepada 20 Pemda dengan komitmen senilai Rp 2,67 triliun. Dari jumlah tersebut, 61% portofolio PT SMI berada di Kawasan Timur Indonesia yakni di Pulau Sulawesi, 20% di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara serta 19% di wilayah Sumatera.

Dengan adanya fitur pembiayaan daerah maka Pemda akan mampu melakukan: (1) percepatan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, (2) melakukan percepatan pencapaian target Program Pembangunan Daerah, (3) mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sebagai (4) alternatif pembiayaan bagi Daerah di luar mekanisme pembiayaan multiyears contract. Melalui fitur pembiayaan ini akan diperoleh efisiensi dalam proses pengadaan.

Pengembangan Proyek KPBU dan Layanan Jasa Konsultasi
Selain aktif berpartisipasi di bidang pembiayaan infrastruktur, PT SMI juga aktif di kedua pilar bisnis lainnya, yaitu pengembangan proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (“KPBU”) dan layanan jasa konsultasi atau advisory. Dalam kegiatan pengembangan proyek KPBU dengan skema Project Development Facility (“PDF”) dalam bentuk penugasan oleh Kementerian Keuangan, PT SMI telah berhasil menyelesaikan fasilitasi atas proyek KPBU SPAM Umbulan yang merupakan proyek strategis nasional, ditandai dengan tercapainya financial close pada tanggal 30 Desember 2016.

Selain itu, PT SMI juga telah menyelesaikan fasilitasi atas proyek KPBU Palapa Ring Barat dan proyek KPBU Palapa Ring Tengah di tahun 2016. Saat ini PT SMI tengah memfasilitasi penyiapan proyek KPBU Palapa Ring Timur dan proyek KPBU SPAM Lampung yang diharapkan dapat mencapai target financial close di tahun ini dan tahun depan.

Pada kegiatan jasa konsultasi atau advisory, PT SMI aktif berperan sebagai financial advisor maupun lead arranger terhadap berbagai proyek skala besar di bidang pelabuhan, kawasan wisata, bandar udara, sektor energi. Sebagai financial advisor, PT SMI membantu mitra bisnis dalam menyusun struktur pembiayaan yang inovatif melalui kerjasama dengan investment banks, securities dan lembaga donor.

PT SMI Mendukung Proyek Energi Terbarukan
Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang energi terbarukan khususnya mendukung target porsi energi terbarukan sebesar 23% sesuai national energy mix policy pada tahun 2025, secara khusus PT SMI membentuk divisi Pembiayaan Berkelanjutan yang akan secara aktif melakukan promosi dan pembiayaan Proyek-Proyek Energi Terbarukan, diantaranya melalui pengelolaan Fasilitas Dana Geothermal (FDG), dana-dana hibah donor untuk pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi.

Terhadap hal tersebut, PT SMI telah menerima komitmen fasilitas pinjaman sebesar USD 100 juta dari Bank Pembangunan Perancis (Agence Francaise de Developpement – AFD) berikut fasilitas hibah senilai USD 5 juta dan bantuan teknis. Selain itu juga telah diperoleh hibah senilai USD 55,25 juta dari World Bank yang berasal dari dana global environment facility sebesar USD 6,25 juta dan clean technology fund sebesar USD 49 juta untuk kegiatan eksplorasi panas bumi yang diiniasi Pemerintah.

Kerjasama Strategis Percepatan Pembangunan Infrastruktur Indonesia
PT SMI sangat menyadari bahwa kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan sangat bermanfaat bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Beberapa kerjasama strategis telah dijalankan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, antara lain dengan World Bank melalui hibah dana SECO untuk Pinjaman daerah, komitmen Regional Infrastructure Development Fund (RIDF) USD 500 juta dari World Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), hibah dari KfW ( Jerman) terkait dengan technical assistance untuk pinjaman daerah serta kerjasama lainnya di bidang energi antara lain dengan UNDP untuk wind energy.

Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari lembaga multilateral/ bilateral untuk memberikan pengelolaan dana hibahnya kepada PT SMI. Selain itu, PT SMI juga telah memperoleh akreditasi dari lembaga internasional Green Climate Fund (GCF) dan saat ini menjadi entitas institusi pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang telah memperoleh akreditasi ini. Seluruh dukungan dan kerjasama strategis tersebut menunjukkan kepercayaan para stakeholders terhadap kinerja PT SMI selama ini.

Kinerja Perseroan Tumbuh Signifikan; 70% Pertumbuhan Aset CAGR Setiap Tahun
Selama sewindu, Kinerja Perseroan PT SMI telah tumbuh dengan signifikan. Hal ini terefleksi dari pertumbuhan aset, dari sebesar Rp. 1,1 triliun di tahun 2009 dan pada tahun 2016 telah mencapai Rp. 44,3 triliun atau tumbuh dengan compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 70% setiap tahunnya. Pendapatan usaha juga tumbuh dengan CAGR sebesar 64% dari semula Rp. 72,8 miliar di tahun 2009 menjadi Rp. 2,3 triliun di tahun 2016.

Pertumbuhan ini diikuti oleh pertumbuhan laba bersih dengan kenaikan CAGR 54% per tahun dari semula Rp. 57,8 miliar di tahun 2009 menjadi Rp. 1,2 triliun pada tahun 2016.

Unit Usaha Syariah; Perluasan Opsi Sumber dana Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur
Untuk memperluas opsi sumber dana untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, PT SMI mengembangkan produk pembiayaan syariah melalui pembentukan Unit Usaha Syariah yang secara resmi disetujui oleh OJK pada tanggal 21 April 2016. Untuk tahap awal, UUS PT SMI akan memperkenalkan dua produk syariah: musyarakah dan mudharabah.

Dengan menjalankan bisnis Syariah ini, PT SMI berencana menghimpun berbagai dana Syariah jangka panjang dalam lingkup domestik dan internasional, seperti Dana Asuransi Syariah, Dana Pasar Modal Syariah, Dana Haji, Dana BPJS, Dana Syirkah Multilateral, Sovereign Wealth Fund, dan lain-lain, yang selanjutnya disalurkan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Kepercayaan Pasar Meningkat Terhadap PT SMI
Dalam menjalankan bisnisnya, PT SMI senantiasa berpegang teguh kepada Tata Kelola Perusahaan yang Baik (good corporate governance – GCG). Hal ini terefleksikan dari opini Wajar Tanpa Pengecualian (“WTP”) selama delapan tahun berturut-turut. Selain itu, selama beberapa tahun ini PT SMI berhasil meningkatkan rating perusahaan berdasarkan rating agency yang awalnya idAA di tahun 2014 menjadi idAAA di awal tahun 2016. Menurut Fitch Ratings, rating PT SMI untuk pasar global setara dengan rating sovereign yakni BBB-. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar yang semakin meningkat terhadap PT SMI. Capaian ini harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan oleh PT SMI.

“Dengan rendah hati kami menyadari bahwa masih banyak yang harus kami lakukan dan oleh karenanya kami membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan. Kami, segenap insan PT SMI, menghaturkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan arahan yang diberikan dalam meraih pencapaian kinerja yang baik. Kami juga sangat berterima kasih kepada kementerian dan lembaga negara, lembaga multilateral, seluruh mitra kerja, media, masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya atas kepercayaan, dukungan, serta kerjasama yang diberikan selama ini sehingga PT SMI mampu mengemban amanah dan terus bertumbuh. Ke depan, kami tetap berkomitmen penuh untuk senantiasa mempersembahkan bakti terbaik kami untuk negeri dan menjadi salah satu instrumen esensial dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia” tutup Emma Sri Martini – Direktur Utama PT SMI. Tri W.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *