full screen background image

Ternyata Bukan Pencuri, Tapi Tukang Servis Amplifier Mushola

Lapan6online.com – Bekasi : Seperti yang diberitakan pada Selasa tanggal 01 Agustus 2017 Pukul 17.30 Wib bertempat di Kp. Muara Bakti Rt.012/007 Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi telah terjadi aksi amuk warga yang mengakibatkan pelaku tewas di tempat dengan cara dibakar oleh sekelompok warga Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi terhadap seorang yang diduga pelaku pencurian (tanpa identitas) 3 Unit Amplifier milik sebuah Musholah di Rt. 01/Rw. 07 Desa Muara Bakti Kec. Babelan Kabupaten Bekasi.

MA, korban amuk massa yang diduga main hakim sendiri. Ternyata amplifier mushola yang dituduhkan dicuri masih ada. Foto2 : Boro/News In

Kronologi kejadian bermula ada beberapa dari warga Kp. Suka Tenang bersama dengan warga Kp. Muara Bakti mengejar seorang laki-laki yang diduga pelaku pencurian amplifier. Pelaku tersebut berusaha melarikan diri dari arah Kp. Suka Tenang dengan cara menceburkan diri ke kali perbatasan antara Kp. Suka Tenang dengan Kp. Muara Bakti, kemudian setelah pelaku menyeberang kali dan masuk ke wilayah Kp. Muara Bakti pelaku berhasil ditangkap dan langsung diamuk oleh warga, sehingga mengalami luka robek pada bagian kepala, tidak puas sampai di situ warga kemudian membakar pelaku yang sudah tidak berdaya sehingga mengalami luka bakar sekitar 80% dan tewas di tempat kejadian.

Pria yang di duga pelaku pencurian tanpa identitas diperkirakan berusia 35 tahun ini di pergoki telah mencuri amplifier milik musholah dan diteriaki maling oleh warga yang memergokinya menurut saksi H Saepudin (47) Salim (30). Selang tidak berapa lama datang beberapa anggota Polsek Babelan ke tempat terjadinya amuk warga tersebut dan lansung mengamankan TKP serta menanyai beberapa orang saksi kejadian untuk penyelidikan.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 unit amplifier dan satu buah kendaraan roda dua merk Honda Revo B 6755 FRF milik pelaku. Polisi langsung mengevakuasi mayat pelaku yang sudah hangus tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramat jati untuk di visum. Selanjutnya peristiwa ini di tangani oleh Polsek Babelan.

Sang Isteri Inginkan Keadilan Untuk Suaminya
Jeritan hati seorang istri saat suaminya tewas di bakar masa karena di duga maling amplifier sebuah mushola di Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi. Jubaedah yang sedang hamil 7 (tujuh) bulan kini hanya bisa meratapi suaminya yang tewas karena fitnah yang dituduhkan kepada suaminya dan tidak ada buktinya, kepada wartawan, Jubaedah mengatakan,”Saya ingin keadilan, suami saya orang baik dan taat beribadah, tidak mungkin dia maling di mushola itu, kan kenyataannya amplifier mushola tidak hilang di curi, saya ingin keadilan”,ucap Jubaedah sembari mengusap air matanya. MA korban salah sasaran amuk masa meninggalkan seoranh istri seorang anak yang masih kecil dan bayi yang masih dalam kandungan istrinya(Jubaedah-red).

MA korban amuk masa warga Desa Muara Bakti yang di tuduh pencuri ternyata adalah tukang servis amplifier yang kebetulan singgah di mushola tersebut untuk menunaikan sholat,bukan untu mencuri.

Terlepas bagaimanapun kesalahan seseorang tidak di benarkan untuk main hakim sendiri karena di negara kita ada aturan hukumnya dan negara ini adalah negara hukum.Sudah jelas peristiwa yang menimpa suami Jubaedah (MA) sudah melanggar Hukum dan HAM, hukum harus di tegakkan agar tidak ada korban MA yang lainnya lagi.

Polres Metro Bekasi kini menyelidiki tragedi tragis tersebut untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran yang merenggut nyawa MA. Satreskrim Metro Bekasi sudah memeriksa 7 (tujuh) orang saksi yang mengetahui langsung aksi bakar masa tersebut, polisi terus menyelidiki untuk mengungkap siapa pelaku utama aksi tersebut. Polisi sudah mengantongi nama nama yang di curigai sebagai pelaku dan provokator amuk masa dan pembakaran. Main hakim sendiri tidak di benarkan di negara kita dan sangat pentingnya kesadaran hukum di negara ini.

Penyuluhan tentang kesadaran hukum wajib di lakukan agar masyarakat lebih memahami hukum dan taat kepada hukum. Ipul Jenggot




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *