full screen background image


Ada Apa Dibalik Dibebaskannya Sang Predator Siswi TK Mexindo Bogor

Lapan6online.com – Kota Bogor : Telah terjadi kejadian pelecehan seksual terhadap seorang siswi Tk Mexindo yang beralamat Jl. Malabar IV Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat sebut saja Putri (samara,red) anak dari Ibu Meli.

Seperti biasanya ibu Meli menjemput anaknya ke sekolah, tetapi pada hari itu dia agak telat menjemput sekitar kurang lebih setengah jam, kemudian melihat anaknya tidak seperti biasanya dengan muka lesu dan sedih terus melamun terus sepanjang perjalanan pulang.

Tk Mexindo yang beralamat Jl. Malabar IV Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, saksi bisu pelaku predator beraksi.

Setelah tiba dirumah anaknya seperti biasa ingin buang air kecil dan Meli pun membantu membukakan celana dalam yang digunakan anaknya dan betapa terkejutnya dan kaget mendapati bercak darah pada celana dalam anaknya. Meli langsung menghubungi ke ibu guru anaknya untuk menanyakan apa anaknya jatuh dan dijawab tidak.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya sepulang sekolah mendapati bercarak darah di celana dalam anaknya, akan tapi tidak sebanyak pada hari tersebut, sejak semula dia belum berfikir bahwa itu akibat dari pelecehan seksual dari seseorang.

Karena khawatir akhirnya pada pukul 7 malam anaknya di bawa ke dokter specialis kelamin dr Heryuni. ”Dokter menyatakan bahwa anak saya mengalami luka lecet yang banyak di mulut bagian vagina dan dokter menyatakan bahwa itu daerah intensif tidak mungkin kalau tidak ada benda masuk dari luar (ujar dokter) dan Dokter menyarankan agar saya membawa anak saya ke specialis kandungan. Akhirnya dokter memberikan obat juga,” ujar Meli.

Ke esokkan hari sebelum anaknya pergi ke sekolah Meli kembali menanyakan dan membujuk rayu dengan segala cara agar si anak mau mengatakan yang apa yang sebenarnya terjadi, betapa kagetnya dia mendengar pengakuan anaknya bahwa anaknya telah di perlakukan tidak senonoh dan pelakunya adalah pak udin sembari dia peragakan perlakuan yang anaknya terima.

Celana dalam korban penuh bercak darah akibat pelecehan seksual oleh Udin Sang Predator.

“Udin adalah penjaga sekolah,juga merupakan anggota pegawai negeri sipil dan sebagai orang tua saya merasakan perubahan yang amat drastis pada anak saya seperti perubahan perilaku anak saya menjadi pemarah, tengah malem selalu bangun nangis teriak tanpa sebab, dan dia setiap hari harus diantar sampai kelas seperti ketakutan dan pada saat pulang sekolah dia lari setiap hari agar cepat keluar sekolah lari sampai pagar luar dan akhrnya saya memutuskan untuk membawa ke dokter specialis kandungan” ujarnya kepada awak media.

Karena harus ada surat dari kepolisian akhirnya dia membuat laporan polisi ke Polresta Bogor pada hari Jumat 12 Mei 2017 dan memberikan semua bukti berupa video. Menurut Meli, “Pengakuan anak saya dan celana dalamnya yang penuh bercak darah, dan ke esokannya saya pergi ke rumah sakit yang di rekomendasikan kepolisian untuk melakukan visum. Akhirnya dokter specialis kandungan dr.Vivi menyatakan bahwa vagina anak saya penuh luka lecet dikarenakan benda mau masuk atau mau dimasukan tapi susah jadi digesek-gesek, saya mengabadikannya secaradiam diam dengan camera video pada ponselnya, setelah itu Meli kembali ke polres Kota Bogor (LP : STBL/476/V/2017/SPKT) memberikan bukti visum, “ jelas Meli.

Lebih lanjut Meli menambahkan,“Semua saksi saksi seperti mama saya,yang menjadi supir saat penjemputan, ayah Qisya, teman saya, dan terakhir anak yang pada saat itu melihat bahwa anak saya bersama yang dinyatakan tersangka pada hari tersebut sudah di periksa. Saya sebagai orang tua korban merasa sangat kecewa dan betapa hancurnya hati saya dikarenakan pelaku masih dipekerjakan dan tidak di tahan oleh Polisi malah begitu saja dibebaskan ,padahal kepala Dinas Pendidikan Fahmi berjanji akan menonaktifkan tapi kenyataannya pelaku masih dipekerjakan,” tambahnya.

LP : STBL/476/V/2017/SPKT, atas kasus pelecehan seksual yang tidak jelas ujung pangkalnya.

Segala cara upaya sudah tempuh mulai dr bukti semua saya sudah serahkan keterangan dua dokter, visum, celana dalam anak saya, pengakuan anak saya, saksi yang melihat dengan harapan adanya ke adilan dan penegakan hukum, semua saksi ada bahkan sudah di BAP oleh penyidik bukti olah TKP sudah. Aneh, pelaku malah bebas, ada apa di balik semua itu?

Ibu korban sudah bertemu Walikota Bogor dan Kepala Dinas Pendidikan, KPAI,”Akan tetapi semua hanya janji manis sampai saat ini. Anak saya tidak mendapatkan sedikitpun keadilan dari semua instansi yang terkait bahkan pihak sekolah yaitu Sofi sebagai Kepala Sekolah malah menjaminkan tersangka agar tidak ditahan”, lanjut Meli.

Kekecewaan Meli memuncak atas nasib putrinya,“Terlebih yang membuat hati saya sakit dan sedih malah pihak kepolisian yaitu ibu Kanit Frida menyuruh saya pasrah dan mengatakan bahwa kasus seperti ini banyak terjadi yang akhirnya tidak kuat saksi dan banyak yang dicabut laporannya dan meminta saya untuk mencabut laporan Polisi yang sudah saya buat, aneh, seolah olah Kanit berpihak pada pelaku.” ujar Meli.

Sampai berita ini di tayangkan pelaku pelecehan seksual alias predator masih bebas berkeliaran dan masih di pekerjakan di Sekolah TK Mexindo Jl. Malabar IV Kelurahan Tega Lega, Kec.Bogor Tengah, Kota Bogor,”Berapa korban lagi akan berjatuhan kalau hukum di negeri ini tidak di tegakkan”ucapnya mengakhiri pembicaraannya dengan awak media. Saeful Jenggot