full screen background image


Arogansi Bos Café Santoso Surabaya Cederai Profesi Jurnalis

Lapan6Online.com – Surabaya : Kekerasan kembali terjadi pada jurnalis di Surabaya, Jawa Timur pada saat menjalankan tugas dari redaksi pada Senin, 11 Desember 2017 pukul 21.00 WIB,adalah SA, wartawan BeritaTKP mendatangi Kafe Santoso yang beralamat di Jalan Kenjeran No.4, Surabaya, untuk menyampaikan proposal kepada pihak Kafe Santoso, namun ada kesalapahaman ketika proposal tersebut di serahkan.

SA mengalami kekerasan pengeroyokan yang dilakukan oleh Bos Kafe Santoso bernama Santoso beserta Ongky dan beberapa anak buah lainnya, sikap arogansi Santoso sebagai pemilik Kafe tanpa menanyakan terlebih dahulu langsung main tonjok malah di bantu beberapa anak buahnya dan kejadian tersebut di lakukan didepan petugas Reskrim dari Polsek Simokerto yang pada saat itu berada di lokasi.

Ada dugaan oknum anggota Polsek Simokerto “bekingi” Bos Kafe Santoso? Dan keanehan lainnya, anggota Reskrim Polsek Simokerto tersebut membiarkan dan menyudutkan posisi wartawan BeritaTKP bahkan dari beberapa petugas Reskrim Polsek Simokerto tersebut seakan-akan membiarkan kejadian penonjokan wartawan tersebut didepan petugas Polsek Simokerto yang ada di lokasi pada saat kejadian di luar Kafe Santoso yang mana proses pengroyokan diawali dalam kafe Santoso, dan dari beberapa anggota Reskrim dari Polsek Simokerto tersebut mengganggap wartawan BeritaTKP membikin onar.

Pihak Kafe Santoso justeru melaporkan wartawan SA ke Polsek Simokerto dengan tuduhan penganiayaan kepada karyawan Kafe Santoso, setelah di proses dalam laporan yang mengaku di aniaya oleh wartawan dan tidak terbukti karena tidak terdapat luka sedikitpun.

Sementara itu, SA wartawan BeritaTKP akhirnya melaporkan Bos Kafe Santoso bersama anak buahnya yang telah melakukan pengeroyokan sesuai dengan laporan Polisi No : STTLP/125/A/XII/2017.

Lebih parahnya lagi menurut SA, Proposal, Kunci sepeda motor di rampas dan HP dirusak, dan tidak puas dengan tindakan perampasan, mereka memaki – maki wartawan dengan kata – kata kotor yang sangat tidak pantas untuk di beritakan.

Bos Kafe Santoso ini seperti keserupun hingga melakukan tindakan over acting, hal ini menjadi pelajaran bahwa profesi wartawan telah banyak mengalami pelecehan ketika dalam menjalankan tugas jurnalisme sering menemui tekanan bahkan mengalami kekerasan dan intimidasi. Padahal profesi sebagai wartawan sudah mendapat Payung Hukum yang jelas dan telah di atur dalam UU PERS No 40 1999 pasal 18 ayat 1 “ Barang siapa yang menghambat atau menghalangi tugas kejurnalistikannya di ancam denda Rp. 500.000.000. (Lima ratus juta) dan kurungan 2 tahun .

Secara terpisah, Eko Santoso SH. dan Dimaz Aulia Rahman SH selaku Divisi Hukum BeritaTKP. akan melanjutkan perkara ini sampai ke tingkat Pengadilan,’’Saya Tim Kuasa Hukum Korban juga sebagai Divisi Hukum BeritaTKP akan melanjutkan proses perkara tindak pidana ini sampai ke tingkat Pengadilan, dan oleh karena itu kami Tim Kuasa Hukum BeritaTKP bertekad memperjuangkan hak-hak Korban (Pelapor) untuk mendapatkan Keadilan dan Kebenaran di mata hukum, bahkan dalam hal ini Korban (Pelapor) sebagai ujung tombak baik di bidang pekerjaan maupun di dalam keluarga,’’ ungkap Dimaz. SH. Fauziah