full screen background image

Arogansi Mafia Gas Lecehkan Wartawan, Ketua Setnas FPII Layangkan Somasi

Lapan6online.com –  Kampar/Riau : Wartawan tak kenal waktu dalam mencari pemberitaan kebenaran, hal itu juga telah dilakoni, sebut Gustab wartawan dari salah satu media online Nasional. Sebagai kontrol sosial, dirinya mengemban tugas dengan baik dengan mengedepankan etika.

Beberapa hari lalu, ia berhasil mengungkap kejahatan pemain Gas Elpiji bersubsidi di Kampar Riau. Pemilik pangkalan gas elpiji 3Kg berang ketika dikonfirmasi awak media SKI terkait laporan warga ‘tidak pernah kebagian gas elpiji 3Kg dipangkalan itu, jikapun ada pasti harganya tinggi.

Inlah tragis yang dialami wartawan salah satu media online Swara Konsumen Indonesia (SKI). Awalnya, sekitar pukul 08.00 wib, pada hari Kamis (9/11) di desa Sukaramai, warganya kesulitan membeli Gas Elpiji 3kg, hal itu diungkapkan Gustab melalui line telponnya ke Redaksi. Ia menirukan keluhan warga, seperti yang dikatakan Leo warga Desa Sukaramai, ‘saya mulai tadi keliling – keliling mau beli Gas Elpiji 3kg gak ada.’

Padahal Pangkalan Gas Elpiji 3kg bersubsidi di daerah ini Ada 7 Pangkalan. Mirisnya semua kosong. Nakalnya M. Ikhsan pemilik pangkalan gas elpiji bersubsidi telah diketahui oleh Gustab.

Sebagai kontrol sosial, Gustab mengkonfirmasi keluhan warga kepada Ikhsan pemilik pangkalan Gas elpiji bersubsidi, namun yang didapat sikap tak bersahabat dan melecehkan fungsi wartawan.

Bahkan diungkapkan Gustab sebagai korban fitnah dari M. Ikhsan (pemilik pangkalan gas elpiji bersubsidi), dirinya memergoki pemilik pangkalan Gas mengoper puluhan Gas Elpiji 3kg ke para agen agen kecil. Aksi itu dilakukan pemilik pangkalan dimalam hari. Ketika hal tersebut dipergoki Gustab, pemilik pangkalan malah bersikap arogan.

Keluhan masyarakat terhadap pangkalan gas elpiji bersubisidi kian berdatangan ke Gustab, bahkan, kata ia ada yang harus memakai persyaratan khusus, mau beli Gas Elpiji 3kg harus memperlihatkan Kartu Keluarga (KK).

“Peraturan apa itu mas, kalau kami tidak bawa Kartu Keluarga, kami tidak dilayani dan tidak mendapatkan Gas 3kg. Padahal kami warga asli sini dan sudah lebih 10 tahun kami menetap di desa ini.” ucap warga pada Gustab.

Pemilik pangkalan gas elpiji 3kg bersubsidi (sebut Ikhsan) sudah halalkan segala cara demi keuntungan pribadi dan sudah tak mengindahkan peraturan pemerintah tentang suplay gas elpiji bersubsidi. Hal itu diungkapkan Gustab pada warga Lampar Riau.

Bahkan ketika Gustab di fitnah telah diberikan uang tutup mulut senilai 10jt oleh pemilik pangkalan gas bersubsidi tersebut, warga yang protes dan marah kepada pemilik pangkalan.

“Wartawan ini saya jamin tidak seperti yang kamu kotori dengan fitnahan suap tutup mulut 10jt. Ia  meliput untuk konfirmasi dan mendengarkan keluhan kami sebagai warga. Tapi kamu malah memfitnahnya.” kesal Leo salah satu warga Kampar Riau kepada Ikhsan pemilik Pangkalan gas bersubsidi saat seperti yang lancir oleh Media SKI.

Dikatakan Leo, dirinya dan warga desa Sukaramai, Kampar Riau tidak menerima wartawan (sebut Gustab) diperlakukan dan di fitnah sepeti yang dilontarkan oleh Ikhsan pemilik pangkalan gas elpiji bersubsidi.

“Kami akan demo pangkalan kamu, liat nanti.” kecam Leo pada Ikhsan pemilik pangkalan.

Sementara itu, mendapatkan informasi seperi itu, Mustofa HK alias Opan sebagai salah satu redaksi di media SKI akan lakukan tindakan tegas kepada pemilik pangkalan gas elpiji bersubsidi atas fitnahan dan ujaran kasar kepada wartawannya.

“Saya akan somasi pangkalan gas elpiji bersubsidi itu, dan menariknya le proses hukum jika ia tidak segera meminta maaf atas fitnahan dan ujaran kasarnya kepada wartawan kami.” ancam Opan saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Rabu (8/11).

Sebagai Ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (FPII,red), dan sekretaris Executive Majelis Pers, Opan menyayangkan sikap dan tindaktanduk pemilik gas elpiji bersubsidi nakal. Bahkan ia akan ajukan somasi dan lanjut proses hukum atas fitnahan dan ujaran kasar pemilik pangkalan.

Dikatakannya, Pers adalah product etika yang sejatinya tak lepas dari kontrol sosial. red

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *