full screen background image


Australia dan Singapura Terjun di Festival Cisadane

Dragon Boat Internasional
Lapan6online.com-Kota Tangerang :  Tim Dragon Boat (Perahu Naga) asal Australia dan Singapura menyampaikan konfirmasi kesiapan mereka terjun di Lomba dayung internasional pada Festival Cisadane yang akan berlangsung 22-29 Juli 2017 di Kali Cisadane, Pintu Air Sepuluh, Kota Tangerang.
Kesiapan dua negara ini diperoleh setelah mendapat konfirmasi langsung dari Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Eddy Suyono melalui seluler, beberapa hari lalu. “Sampai hari ini dua negara yaitu Australia dan Singapura  sudah memberi  konfirmasi keikutsertaan mereka pada lomba Dragon Boat Internasional memeriahkan Festival Cisadane 2017 di Kota Tangerang,” kata Eddy kepada Lapan6online.com.

Menurut  Eddy, meski informasi yang disampaikan untuk kegiatan ini sangat mepet, namun pihaknya berusaha untuk membantu, agar rencana ini dapat terlaksana. Karena menurut Eddy, Dragon Boat adalah salah satu olahraga masyarakat yang sudah merakyat di tanah air. Jadi, disamping  kegiatan tersebut akan dihadiri peserta asing, diharapkan daerah di tanah air juga mengirimkan timnya.

“Tadinya Brunei Darussalam sudah menyatakan kesanggupan untuk ikut  terjun di lomba ini, tapi kemudian mereka membatalkan. Hal ini disebabkan berbagai hal yang tidak dapat dihindari, misalnya mengenai izin meninggalkan pekerjaan bagi para atlet dayung mereka yang sudah bekerja,” jelas Eddy.
Meski demikian, Eddy berharap dalam beberapa hari waktu yang masih tersisa,   negara Asean lainnya akan mengkonfirmasi keikutsertaan mereka. Karena menurut Eddy yang mengaku pernah menjajal Kali Cisadane itu, negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina dan Myanmar sangat antusias mengirimkan tim dragon boat mereka pada setiap even internasional.

Terkendala Waktu
Menurut Eddy, Kali Cisadane khususnya  dari jembatan Kali Pasir arah ke Pintu Air 10, sangat potensial untuk dijadikan sebagai arena lomba dayung internasional. Modal seperti ini sangat jarang dimiliki daerah lain, karena mereka umumnya tidak memiliki areal sungai yang berair tenang. Dengan kondisi air yang bisa diatur, karena dekat dengan Pintu Air,  arus air dapat diatur dengan baik sehingga arus tidak deras.

“Kita dari PB PODSI sangat mendukung jika salah satu nomor lomba seperti dragon boat mau diadakan setiap tahun  untuk tingkat internasional. Untuk menuju kea rah itu, pertama yang harus dilakukan adalah persiapan-persiapan. Antara lain mempersiapkan kegiatan lomba ini berikut perangkat yang dibutuhkan,” terang Eddy.

Misalnya untuk mengundang negara peserta, dibutuhkan waktu antara 5-6 bulan. Mulai dari mengirim undangan dengan rule of  the games serta informasi dan fasilitas yang diberikan.Karena negara peserta tentu perlu juga mempersiapkan diri, baik dalam hal latihan, maupun izin-izin yang dibutuhkan. Bila hal ini sudah bisa dilakukan, nanti pihak penyelenggara tinggal meminta pengesahan dari PB PODSI agar dijadikan kegiatan tersebut sebagai saah satu kalender event tetap PB PODSI untuk kegiatan internasional.

“Pokoknya kita dari PB PODSI sangat mendukung kegiatan ini, karena ini sangat penting dan bermanfaat bagi kita dan daerah dalam rangka memasyarakatkan olahraga dayung. Apalagi Indonesia sebagai negara maritime yang memiliki laut yang luas dan banyak sungai serta danau yang dapat dimanfaatkan untuk itu,” harap Eddy.

Sementara itu Kepala  Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Agus Prasetyo di tempat terpisah mengatakan,   persiapan untuk kegiatan dayung dan dragon boat terus dimaksimalkan. “Pada harinya kita sudah siap menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan, event ini dapat memberikan tontonan menarik bagi warga Kota Tangerang,” harap Agus.

Persiapan-persiapan tersebut menurut dia sudah dikonfirmasikan dalam rapat persiapan penyelenggaraan Festival Cisadane di Gedung Cisadane lantai IV, dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Rina Hernaningsih serta berbagai instansi terkait lainnya. “Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti  hingga pelaksanaan keg iatan nantinya,” imbuh Agus Prasetyo.  Fay