full screen background image


“Bapak Saya Seorang Pejuang 45 Dari Batalion 322 Jakarta

Curhatan Putra Pejuang Bintang Gerilia Untuk Panglima TNI Sampai Presiden RI Jokowi
Lapan6online.com – Cianjur/JABAR : Sosok pejuang bangsa Indonesia yang tidak terpublikasi atas nasibnya mulai muncul satu per satu, adalah salahsatunya pejuang asal Cianjur yang saat ini masih terbaring sakit. Sangat disayangkan hanya mendapatkan akses di Rumah Sakit Cianjur Kelas II.

Aon,pejuang 45 pensiun tahun 1975 dengan pangkat Pelda dari Batalion 322 Jakarta. Saat ini terbaring di RS Cianjur, Jawa Barat Foto2 : Ist

Inilah nasib pejuang bangsa ini, bukan tanpa alasan dimana Sang Pejuang 45 ini bernama Aon usianya sudah 90 tahun. Salah satu dari putra Aon mencoba berbagi duka atas apa yang dialami oleh Sang Ayah sebagai pejuang, kekecewaan sang anak ini dituliskan dalam akun FB miliknya. Berharap agar Panglima TNI melihat penderitaan pejuang yang merebut kemerdekaan dengan bertaruh nyawa, menentang peluru tajam yang siap menembus dadanya, untuk rakyat Indonesia menuju pintu gerbang kemerdekaan “Merdeka atau Mati”, tulisan dalam akun facebook putra Aon.

Selanjutnya, putra Aon menambahkan dalam akun FB nya, dalam akun FB sang Anak Pejuang Kemerdekaan Menuliskan,”Ini Bapak Saya dia seorang pejuang 45 pensiun tahun 1975 dengan pangkat Pelda dari Batalion 322 Jakarta ..penghargaan yang di dapat
1. Berjuang melawan Agresi Blanda ke satu dan kedua
2. Bintang gerilia
3. Bintang swindu dan masih banyak penghargaa n dari pemerintah orde lama dan orde Baru

“Saya merasa sedih sekaligus kecewa dengan pemerintah.! tgl 26 Agustus 2017 Bapa sakit keras, kami bawa ke rumah sakit di Cianjur, askes yg bapa punya di kls 2 karena kondisi bapa perlu di rawat di kls 1 dari pihak rumah sakit diharuskan bayar extra untuk kamar tiap harinya, karena prosodurnya seperti itu .kami coba bicara dg kasir menyampaikan supaya tidak bayar lagi dan disampaikan bahwa bapa ini seorang pejuang  kemerdekaan jawaban kasir “rumah sakit tetap tidak bisa dan harus bayar extra per harinya karena prosudur.

Tatang Zaenudin tampak serius mendengarkan ucapan Aon. Foto2 : Ist

“Saya tidak menyalah kan Kasir, atau Rumah sakitnya mungkin prosudure nya untuk pindah dari kls 2  ke kls 1 seperti itu,  yg saya sayangkan kenapa pemerintah  tidak memberikan pasilitas yg lebih bagus untuk pejuang seperti bapa saya ini, kemungkinan dia akan lama di rumah sakit mengingat  kondisinya yg menghawatirkan, dia merasa kesakitan trs dg penyakitnya itu, klo di rawat di rumah. jadi bapa perlu perawatan di rumah sakit. saya tidak meminta bantuan keuangan, tapi saya ingin bapa saya merasa di hargai sebagai perjuang. karena dia tahu bahwa di kls satu harus bayar lgi dan dia tidak ingin merepotkan anak2nya.

“Dia selalu bertanya siapa yg bayar sisanya bapa ga punya uang katanya, saya berharap  pihak rumah sakit/pemerintah tidak mengharuskan untuk membayar extra. mengingat bapa seorang  perjuang ikut memerdekakan indonesia kepada teman2 FB mohon doanya supaya bapa sehat kembali ..Aamiin ( Bapa Aon Rumah sakit Cianjur Ruang Angkrek No5).

Dalam curhatan tersebut tampak Putra Cianjur Mayjen Purn.TNI Tatang Zaenudin menjenguk sekaligus memberikan penghormatan kepada Aon yang saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Cianjur. Bagi Tatang kepedulian terhadap sesama adalah kewajiban, terlebih sosok Aon adalah pejuang bagi Tatang adalah sebuah penghormatan baginya, dimana masih diberikan kesempatan bertemu dengan salahsatu pejuang asal Cianjur dalam usia 90 tahun meski saat ini masih terbaring dirumah sakit. Tri Wulansari