full screen background image

Benarkah Kebangsaan Dalam Ancaman Liberalisme?

Oleh: Ali Alatas, SH, Ketua Umum PP Front Mahasiswa Islam
Lapan6Online.com : Sebuah artikel ini berjudul “Kebangsaan dalam ancaman Liberalisme” terinspirasi dari meme yang tersebar, setidak-tidaknya diterima oleh penulis, dimana terdapat undangan untuk acara seminar yang diadakan oleh salah satu ormas Syiah yang mengusung judul “Kebangsaan dalam ancaman Islamisme.” Judul itu sesungguhnya penulis anggap salah kaprah, karena yang sebenarnya sedang mengancam realitas kehidupan kebangsaan kita saat ini adalah paham Liberalisme yang diusung sekelompok orang, penuh dukungan dari lembaga funding asing, yang entah apa kepentingannya.

Maka dari itu perlu kembali hal ini diangkat agar orang-orang tidak mislead dengan upaya kaum liberal yang melakukan demonisasi gerakan umat Islam.

Suatu bangsa dalam perjalanan sejarah kehidupannya, pasti akan menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik dari luar dirinya maupun dari dalam dirinya. Oleh karena itu dikenal suatu konsep yang namanya Ketahanan Nasional.

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.

Antara Ketahanan Nasional dengan Pembangunan Nasional memiliki hubungan saling mengisi satu sama lain. Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional, selanjutnya ketahanan nasional yang tangguh akan lebih mendorong pembangunan nasional. Sehingga Pembangunan Nasional dengan Ketahanan Nasional tidaklah bisa dipisahkan.

Ketahanan Nasional akan berbicara tentang bagaimana suatu bangsa menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang senantiasa dapat mendatanginya. Sedangkan dalam Pembangunan Nasional akan dibicarakan bagaimana suatu bangsa berusaha mewujudkan tujuan nasionalnya.

Salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang termaktub dalam mukadimah UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”, karenanya pembangunan Manusia Indonesia merupakan hal penting dalm konsep Pembangunan Nasional kita dan merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh, disitulah peran pendidikan sebagai sarana membentuk manusia indonesia menjadi sangat sentral.

Dalam Pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan di Indonesia secara jelas bertujuan membangun manusia yang “…beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Namun dalam penerapannya, tujuan pendidikan yang sudah sangat baik, yakni mendidik manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki akhlakul karimah tidaklah berjalan semulus yang dipikirkan. Ini diakibatkan ulah segelintir kaum pseudo-intellectual yang membawa paham yang memiliki daya rusak luar biasa pada keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha. Red/Gugeng



Owner


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *