full screen background image

Biksu Mulyanto Nurhalim : Masyarakat Budha Jangan Terprovokasi Dengan Video Tersebut

Lapan6Online.com – Tangerang : Banyak yang kaget ketika sebuah video yang tersebar diberi judul “Biksu Diusir” bahkan tidak sedikit yang mengecam, mengingatkan akan ada upaya adu domba diantara pemeluk agama.

Seruan seruan tersebut muncul, dikarenakan, sebelumnya banyak ustad dan imam mesjid mendapat serangan secara sadis, bahkan sampai meninggal dunia. Kemudian muncul sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda yang memegang sebilah samurai mengancam para jemaat Gereja Katholik di Sleman Yogyakarta.

Dan sebelumnya juga beredar sebuah video yang menyebutkan seorang Biksu diusir dari kampungnya sendiri di Desa Legok, Tangerang Banten. Video ini disebarkan oleh akun Facebook atas nama Niluh Djelantik, kemudian disebarkan juga oleh akun twitter atas nama @MProjo2019. Pada tanggal 10 Februari 2018 dan menggegerkan warga netizen.

Namun setelah melalui penelusuran, Pihak TNI melalui akun resmi milik TNI AD, membantah keras jika ada pengusiran seorang Biksu oleh salah satu ormas Islam di Tangerang Banten. Ini dianggap adanya upaya dari pihak-pihak tertentu yang menginginkan kegaduhan dengan merusak nilai-nilai toleransi.

Danrem 052/Wkr, Kololenl Infanteri Iwan Setiawan, menyatakan jika video tersebut justru muncul setelah adanya kesepakatan damai diantara kedua belah pihak karena selisih paham. Bahkan Biksu yang bernama Mulyanto Nursalim ini ternyata juga masih tinggal di Desa Babat.

“Saya kenyataannya masih bisa dan diterima tinggal di Desa Babat, masyarakat Budha jangan terprovokasi dengan video tersebut,” jelas Mulyanto Nurhalim.

Kejadian sebenarnya hanyalah kesalahpahaman dan sudah diselesaikan secara damai dalam pertemuan pada Rabu, (7/2/2018) yang dihadiri seluruh instansi terkait seperti dari Polsek, Koramil, Kecamatan, Kelurahan, MUI, para tokoh berbagai agama termasuk pihak yang berselisih paham. Aparat TNI dan Polri terus memantau situasi di Desa Babat. Kondisi saat ini dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Berita mengenai pengusiran tokoh agama (Biksu) tidak benar terjadi, karena Biksu tersebut tetap berada dan tinggal dirumahnya seperti biasa. Kecurigaan warga terhadap rumah Biksu yang diduga dijadikan sebagai tempat ibadah dan adanya upaya tersembunyi untuk menyebarkan agama Budha adalah tidak benar alias berita bohong. Adanya tamu yang datang ke rumah Biksu hanyalah dalam rangka kegiatan silaturahmi biasa saja seperti makan dan minum dan meminta doa dari Biksu.

Sementara itu H.Sukron Ma’amun, Kepala Desa Babat, menjamin keselamatan Mulyanto Nurhalim untuk tinggal di Desa Babat. “Video itu hanya membikin resah, karena kita hanya salah paham dan semua sudah diselesaikan dengan baik,” tegasnya. BS/Jall



Owner


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *