full screen background image

Bupati Pati, Haryanto: Impor Beras Sangat Melukai Rakyat

Lapan6Online.com – Pati/Jawa Tengah : Kebijakan pemerintah mengimpor beras dinilai sangat melukai para petani, khususnya di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Demikian ditandaskan Bupati Pati, Haryanto di hadapan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan Panen raya padi di Desa Wotan Jecamatan Sukolilo, Rabu (07/02/2018.

Menurut Haryanto, hasil panen di Pati setiap tahunnya saja justru surplus beras. Maka dari itu para petani minta agar pemerintah memberikan perhatia lebih.

“Di desa Wotan saja dari 1.700 hektar lahan pertanian mampu panen raya bahkan tahun ini termasuk surplus. Apalagi di Kabupaten Pati ada lahan pertanian sekitar 59.000 hektar yang siap panen. Tentunya tidak diperlukan impor beras,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengungkapkan jika harga gabah di bawah Harga pokok penjualan (HPP) Rp 3.700,- petani akan menangis. Ia berharap HPP bisa di angka tinggi agar petani sejahtera.

“Kalau bulog bisa menampung hasil pertanian dengan harga fantastis, tentunya petani bisa merasakan hasilnya,” ujar Haryanto.

Selain itu, Bupati berharap ada tambahan bantuan alat lagi dari Kementerian Pertanian. Ia menjelaskan, alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani di Kabupaten Pati di antaranya combi dan hand tracktor.

“Mengingat tenaga manusia yang bertani sekarang semakin berkurang, sehingga keberadaan alat tanam ini sungguh membantu para petani di kabupaten Pati,”tambahnya.

Mentan Bakal Kirim Alat Pertanian
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bakal mengirim lagi alat pertanian untuk menggenjot hasil pertanian khususnya di Kabupaten Pati. Hal ini disampaikannya dalam panen raya padi di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Pati. (Rabu, 7/2).

“Presiden memberi bantuan alat pertanian naik 2000 persen, perbaikan irigasi serta bantuan benih gratis dan asuransi pertama dalam sejarah RI hal ini sebagai bentuk kecintaan Presiden kepada Petani. Saya akan kirim bantuan 40 unit alat pertanian ke Pati , ini merupakan bantuan yang terbanyak yang di terima wilayah kabupaten. Pangan merupakan kekuatan kedaulatan negara dan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan negara sehingga mari kita pertahankan swasembada pangan”, kata Mentan Amran.

Aster Kasad (Mayjen TNI Supartodi), menyampaikan, “Pada Saat ini posisi panen raya, petani jangan takut karena hasil panen nantinya akan dibeli langsung Cash di lapangan dan terkait harga akan di komunikasikan dengan harga paling tidak sesuai harga HGB. Pembelian hasil panen petani akan dikoordinasikan dengan Bulog setempat. Jangan kuatir petani rugi, petani harus untung dan saya mengapresiasi Dandim Pati karena di wilayah Pati pertama kali padi dibeli secara Cash/ langsung di lapangan”.

Bupati Pati H. Haryanto SH. MM.Msi menyampaikan, “panen raya di desa Wotan Kecamatan Sukolilo Pati yang merupakan lumbung padi dimana akhir Januari sudah mulai panen padi, luas lahan seluas 1700 ha yang akan dipanen dan di kategorikan wilayah surplus serta tiap tahun bisa 2 kali panen”.

“Tahun 2017 Pati mendapat penghargaan sebagai kabupaten dengan ketahanan pangan no 3 Nasional dan mendapat bantuan alat sebanyak 515 unit pertanian yang telah dibagikan ke petani. Di harapkan hasil produksi petani dibeli Bulog dengan harga yang baik sehingga petani menjadi sejahtera.

Saat ini untuk mengatasi banjir dan musim kemarau agar pemerintah pusat memberikan perhatian Kedung Kembang Kempis dan Waduk Randu Gunting yang mengairi 3 kecamatan di Pati sehingga semakin memaksimalkan hasil pertanian”, harap Bupati.

“Saya mengharapkan kita tidak usah impor beras tetapi silahkan hasil pertanian padi di Pati saja yang dibeli agar harganya bisa meningkat dan mensejahterakan petani. Terimakasih kepada bapak Menteri yang telah membantu alat pertanian dan semuanya telah diserahkan kepada petani”, pintanya. Mas Tete




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *