full screen background image

“Dagang” Kayu Illegal Diduga Pelaku Bergonta Ganti Nama Badan Usaha

Lapan6online.com – Barsel/Kalteng : Berdasarkan temuan Tim Buser Lapan6 akhir April lalu kembali Unit PS bermuatan Kayu dari arah Patas Barito Selatan, Kalimantan Tengah menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan diamankan Petugas, secara global Surat surat Kayu tertera ada kadaluwarsa pengiriman, selain jenis kayu yang dimuat dipertanyakan Lapan6 sebab tidak dibongkar oleh pihak Aparat dalam melakukan Operasi  di lintas rawan Pengiriman Kayu luar Barito Selatan.

UD Banua Lancar dilacak Tim Media  sampai ke tingkat Rt di Desa Muara Singan Kec. Gunung Bintang Awai, Kab. Barito Selatan,  Kalimantan Tengah,hasilnya nihil UD Banua Lancar tidak ada informasinya hanya didapat keterangan dari karyawan UD Banua Luas bahwa oknum warga bernama SS yang biasa membuat dokumen kayu yang datangnya dari Kab Barito Utara dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Dokumen Lapan6 tgl 29 April 2017 Skj 11.20 Bbwi lokasi Simpang Gagutur Patas Barito Selatan Kalimantan Tengah, dalam Operasi Tangkap Tangan Unit Kayu ini terdapat 3 Unit Ps dengan muatan penuh Kayu yang jenisnya tidak diketahui disebabkan tidak dilakukan pengecekan Bongkar muat dengan Pemilik Kayu Berinisial (Rk), pengusaha Kayu dari Barito Utara Kalimantan Tengah. Data sementara yang didapatkan dugaan daluwarsa dokumen Kayu dari Perusahaan Kayu di Barito Utara, tetapi masih bisa melanjutkan perjalanan dengan tidak melalui prosedur yang baku secara hukum. Foto2 : Lapan6 Kalteng

Sedikit agak janggal dalam Operasi Tangkap Kayu ini tidak dilakukan oleh Institusi POLRI tetapi Institusi  lain yang bertindak menggantikan tugas POLRI, disaksikan oleh wartawan dan beberapa aparat lain POLRI sebanyak 3 orang.Data dan laporan dari Jaringan Lapan6 Sopir dan pembawa Dokumen terkait diperintahkan menghadap Kantor, dan sekitar 2-3 jam sopir dan pemilik Kayu dapat melanjutkan perjalanannya membawa Kayu ke Banjarmasin atau tempat tujuan lainya.

Muncul pertanyaan, kenapa bukan Instusi Polri yang melakukan penahanan terhadap Unit bermuatan Kayu yang diduga ada Pemalsuan dokumen, kemudian kenapa Unit dapat melanjutkan perjalanan setelah pembawa dokumen menghadap pihak tertentu selain pihak Polri, ada apa dengan mekanisme seperti ini?.

Data tersebut Lapan6 dapatkan dari anggota jaringan  berinisial (Jk), yang langsung menyaksikan penahanan unit bersama wartawan dan oknum aparat selain angota Polri.

Temuan Lapan6 pada berita edisi ini merupakan temuan ke-3 dari Jaringan Lapan6 yang sengaja ditempatkan diwilayah wilayah rawan tindak Pidana Kejahatan Bidang Perambahan Hutan sebagaimana diatur dalam UU No 18 Th 2013 tentang Pencegahan Perambahan Hutan, begitu kenyataanya dilapangan kadang dijumpai dugaan penyimpangan Bisnis Perkayuan namun Penegakan Hukumnya sangat lemah, kalau tidak dibilang tidak ada lalu bagaimana Hutan NKRI dapat dijaga atau minimal dapat dihambat Perambahannya, jika rekan Aparat berwenang tidak tegas dalam menerapkan aturan hukumnya? TS.SH.SJ




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *