full screen background image


Dahsyatnya Reuni Alumnus 212

Lapan6Online.com – Jakarta : Gelombang aksi alumnus 212 banyak hal menarik dalam perhelatan akbar tersebut, dari uraian para ulama, habib dan kiai pun terucap di lapangan monas. Dari luar sana, relawan yang menyiapkan dapur umum menggetarkan reuni 212, hingga seorang pria yang mencarikan jodoh untuk putrinya yang saat ini ada di Eropa.

Bahkan sehari sebelumnya, pada saat digelar Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Monas pun membuat Panglima TNI, Gatot Nurmantyo gemetaran.

Sementara itu, da’i nasional, KH Abdullah Gymnastiar memberikan tanggapan terkait reuni 212 yang digelar di Monas, Jakarta. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut termasuk hak konstitusi bagi warga negara.

“Reuni 212 yang sedang berlangsung hari ini merupakan hak dari warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat,” ujarnya saat melakukan live streaming kajian melalui akun facebooknya, pada Sabtu (02/12/207).

“Apalagi ini untuk sesuatu yang mudah mudahan mejadi kebaikan yang melakukan dan bagi negeri ini,” sambung pria yang akrab dengan sapaan Aa Gym ini.

Menurutnya, yang tidak bisa datang itu pasti punya alasan sendiri. Adapun yang tidak sependapat, juga punya hak untuk tidak sependapat. Yang paling penting, kata dia, tidak saling mencela dan meremehkan satu sama lain.

“Kita hargai setiap pihak yang ingin membangun negeri ini sesuai dengan kapasitasnya masing-masing baik sependapat maupun tidak sependapat yang penting kita saling menghargai. Yang tidak sependapat jangan saling mencela,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini ratusan ribu umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Monas untuk mengikuti reuni 212. Acara dimulai dengan qiyamul lail dan dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah.

Panglima TNI Mengaku Gemetaran Hadiri Maulid Nabi
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo turut hadir dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1439 H yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2017).

“Saya di sini kalau liat begini pinggang saya gemeteran, saya berdiri, di belakang saya para guru dan ulama habaib, saya bukan ustad bukan ulama tapi bicara di depan ulama,” ujar Gatot dalam kata sambutannya, Jumat.

Gatot mengatakan, kedatangannya dalam acara tersebut merupakan wujud kecintaannya kepada Rasul dan warga Jakarta.

“Mengapa demikian? Karena rasul selalu memberikan contoh tauladan kepada semua umatnya. Apa yang beliau lakukan apapun juga hanya 2, kasih dan sayang,” sebut Gatot.

Tak hanya Gatot, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun hadir dalam acara yang digelar Majelis Rasulullah SAW ini. Anies mengapresiasi panitia Maulid yang telah menciptakan situasi yang kondusif dalam acara ini.

“Hadir di acara ini kita akan merasakan bahwa jamaah yang hadir dengan tenang dan semuanya hadir untuk dzikir dan insyaallah itu akan membuat suasana kota kita jadi lebih baik,” ujar Anies, Jumat.

Anies berharap, dengan diadakannya acara-acara semacam ini, akan tercipta kedamaian, ketenangan dan kenyamanan di kota Jakarta

Panci-Panci Dapur Getarkan Reuni 212
Reuni Aksi Damai 212 membuat sebagian muslim rela menyumbangkan apa yang ada pada dirinya. Dari mulai harta, tenaga, uang, kesehatan hingga waktu yang diluangkan.

Sumbangan lain yang luput dari incaran mata adalah sumbangan logistik berupa makanan pokok. Hal ini yang dilakukan oleh Maharani Peduli yang mendirikan dapur umum untuk bekal aksi. Bunyi-bunyi panci seolah menggetarkan langit 212.

“Lagi-lagi ini soal hati. Bukan tentang trik dan intrik politik. Bukan tentang kamu NU, aku PERSIS, kalian FPI, atau mereka HTI dan lainnya,” kata muslimah bernama Maharani Hasan pada Jumat (1/12/2017). Menurutnya hal tersebut tentang hati yang merindukan indahnya bersilaturahmi antar sesama saudara muslim karena Allah.

“Ini tentang sebuah jiwa yg akan dikumpulkan dengan jiwa-jiwa yang sama. Ini tentang hati kami yang tdk bisa tergadaikan apalagi terbeli,” katanya.
Dari Posko Masak Dapur Umum Maharani Peduli, kata dia, untuk support konsumsi hajatan umat, Maulid Agung dan Reuni Akbar 212.

“Lelah kami, semoga Allah ridho. Ahlan wa sahlan Reuni Akbar 212,” pungkasnya.

5 Syarat Calon Suami Untuk Anaknya di Eropa Dari Alumnus 212
Mengikuti Aksi Damai 212 pada tahun lalu bagi sebagian kaum muslim adalah sebuah kebehagiaan. Kebahagiaan tersebut hadir karena keberkahan membela agama dan niat menjalin silaturahim.

Sebab kebahagiaan itulah, seorang bapak sedang mencari menantu laki-laki yang syaratnya harus alumnus aksi damai 212. Selain itu apalagi? “Dicari alumni 212 yang hafal 10 juz untuk suami anak saya,” kata pria yang bernama Yanuari Budi Jatmiko melalui laman media sosial pada Jumat (1/12/2017).
Syarat lainnya adalah sebagai berikut:
1. Muslim taat 5 waktu di masjid.
2. Hafalan Alquran minimal 10 juz.
3. Usia maksimal 40 thn.
4. Pekerjaan dagang.. gak perlu besar tapi ada buat sehari hari. (nggak butuh orang kaya).
5. Pribumi Asli indonesia.

“Sekarang (anak saya) sudah pakai burdah atau jilbab panjang,” katanya. Selang beberapa jam kemudian, ia mengunggah ucapan terima kasih dan permintaan maaf.

“Dengan viralnya postingan saya tentang perjodohan anak saya. Saya memang serius tapi saya tidak berharap seperti ini. Apabila saya salah mohon dimaafkan dan saya tetap akan memilih dari alumni 212.

Dan saya akan tepati kata-kata saya. Insya Allah ada jalan baik. Ini anak kedua saya dari istri pertama dan istri saya memang keturunan timur tengah dan eropa. Karena hidup di Eropa jadi pakaian blm muslim.. tapi sekarang sudah mengenakan jilbab panjang,” katanya. “Maaf saya tidak akan tampilkan foto. Dan saya sudah dapatkan 100 orang yang akan saya seleksi,” ungkapnya. Ahmad Sanjaya/Tribunislam




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *