full screen background image

Delta Cup-6 Taekwondo, Lahirkan Atlet Berprestasi Tingkat Nasional

Lapan6online, JAKARTA – Berbanggalah Taekwondo Indonesia, karena mendapatkan banyak bibit-bibit calon atlet nasional. Mereka diciptakan dan lahir dari sebuah pembinaan rutin di klub-klub yang tersebar disetiap daerah di Tanah Air, termasuk mengasah diri dengan mengikuti berbagai turnamen yang diselenggarakan klub maupun Pengurus provinsi sampai nasional. Mulai dari turnamen ataupun kejuaraan bersifat massal hingga kejuaraan resmi.

Disamping itu, dukungan orang tua atlet mendorong dan mendampingi anaknya menekuni Taekwondo juga harus menjadi penilaian tersendiri. Tanpa orang tua, pelatih baik privat maupun klub, maka jangan harap akan lahir calon-calon atlet berbakat di daerah, nasional sampai internasional.

Karena itulah, perlu adanya hubungan timbal balik yang harmonis antara berbagai stake holder di setiap cabang olahraga, khususnya taekwondo dalam upaya melahirkan calon atlet berprestasi untuk selanjutnya ditingkatkan prestasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi melalui pembinaan, latihan dan pertandingan yang intensif dan berkesinambungan.

Salah satu upaya melahirkan calon atlet taekwondo berprestasi itu, dilakukan oleh Taekwondo Delta Club. Sejak enam tahun lalu, mereka berupaya menyelenggarakan kejuaraan taekwondo terbuka antar klub. “Awalnya kita adakan untuk tingkat DKI Jakarta, tapi sejak tiga tahun terakhir kita buka lebih luas, tingkat nasional bahkan ada peserta dari luar negeri,” kata Suwito, Ketua taekwondo Delta Club di Jakarta.

Tahun 2016, tepatnya tanggal 26-27 Desember, adalah penyelenggaraan Delta Cup ke-6, diikuti oleh 114 klub taekwondo yang tersebar di Indonesia, Antara lain dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Lampung, Bengkulu, Riau Kepulauan. Bahkan ada juga peserta dari Korea Selatan dan Nepal dengan total kurang lebih 1700 atlet.

Hal ini disampaikan oleh Rio, Ketua Bidang Pertandingan Delta Cup ke-6, kemarin. “Jumlah peserta sebanyak itu terdiri dari berbagai kelompok umur dengan menggunakan format pertandingan melalui peraturan resmi. Karena pesertanya lebih dari tujuh provinsi di tanah air, maka kegiatan ini termasuk kejuaraan taekwondo terbuka yang sifatnya nasional,” jelas Rio.

Karena itu, kata Rio semua kategori pertandingan menggunakan peraturan nasional yang mengacu pada peraturan pertandingan internasional. Yaitu pertandingan nasional untuk tingkat pra Kadet usia 12 tahun ke bawah, kelas Kadet  usia 12-14 tahun, Junior (14-17 tahun), Senior (17-25 tahun) serta nomor Kyorugi dan Poomsae.

Delta Cup ke-6 Open Tournament 2016 ini juga dihadiri oleh Brigjen TNI Ivan R Pelealu,SE, Ketua Umum Pengprov TI DKI Jakarta yang baru terpilih untuk periode kepengurusan 2016-2020. Dijelas Suwito, pemegang sabuk hitam DAN IV Kukkiwon, melalui kegiatan yang mereka selenggarakan rutin sejak enam tahun terakhir, sudah banyak melahirkan calon atlet taekwondo berprestasi.

Para atlet yang tampil sebagai juara di turnamen ini akan menerima medali, piala dan sertifikat penghargaan yaitu untuk juara satu sampai tiga. Bagi atlet yang masih sekolah dan ingin melanjutkan ke sekolah yang diinginkan, mereka dapat mengajukan masuk sekolah yang dituju. Yaitu dengan rekomendasi klub dan Pengprov TI khususnya yang di DKI.

“Surat rekomendasi tersebut dapat diajukan ke sekolah yang dituju melalui jalur prestasi, untuk DKI Jakarta kita sudah ada kerjasama dengan sekolah-sekolah, khususnya untuk semua cabang olahraga. Dimana setiap sekolah harus menyediakan kursi untuk siswa melalui jalur prestasi sebanyak lima persen,” kata Suwito.

Berbicara tentang prestasi yang dilahirkan atlet DKI Jakarta pada Delta Cup ini, Suwito menunjuk beberapa taekwondoin DKI berhasil masuk dan bergabung di sekolah atlet Ragunan dan PPLP. “Sebagai sebuah klub, tentu kita juga berkeinginan dari kegiatan yang kita adakan dapat melahirkan calon atlet berprestasi. Karena itu lah pada setiap Delta Cup yang kita laksanakan selalu menggunakan peraturan resmi,” jelasnya.

Klub Taekwondo Delta, berpusat di Jakarta Timur, didirikan oleh para Pembina dan pelatih Taekwondo yang memiliki dedikasi tinggi serta visi ke depan. Termasuk mengembangkan organisasi ini ke daerah-daerah lain di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi olahraga resmi, klub taekwondo Delta berdiri dengan Akte Notaris: Dewi Kristiana,SH.M.Kn nomor 01 tanggal 5 Desember 2013.

Sekarang ini klub Delta tersebar di berbagai unit, delapan diantaranya berada di DKI Jakarta plus Halim dua unit, empat unit di Bandung, Depok enam unit,  dan dua unit di Jawa Timur. Ke depan lanjut Suwito, pihaknya akan terus mengembangkan unit-unit ataupun kepengurusan di berbagai provinsi di tanah air.

“Semua ini kita lakukan, karena kecintaan kami pada olahraga taekwondo, kedua kita berkeinginan ikut membantu melahirnya atlet taekwondo berprestasi di Indonesia. Termasuk ikut mencerdaskan dan menyehatkan anak bangsa dengan menekuni olahraga khususnya cabang olahraga taekwondo,” imbuhnya. (Fay)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *