full screen background image


Demo Warga Lanny Jaya, Papua Tuntut Keadilan!

Lapan6online.com – Jakarta : Kabupaten Lanny Jaya merupakan salah satu kabupaten yang sangat strategis dalam menentukan rentang pembangunan di wilayah pegunungan tengah,ketika pemekaran wilayah kabupaten resmi disahkan oleh pemerintah Pusat di tahun 2008 yang lalu, dimana titik awal harapan masyarakat bahwa, jaminan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Lanny jaya dapat diwujudkan. Dewasa kini Usia Kabupaten Lanny Jaya sudah mencapai 9 tahun, diawali dengan Pemerintahan Karateker pada tahun 2008 dibawa kepempinan (Jhon Way) hingga berlanjut pada Definitif periode pertama 2011-2016 dibawah kepemimpinan Bupati Incummben (Befa Yigibalom). Merupakan memiliki waktu luang yang cukup untuk Pembangunan guna mempersiapkan dan mengembangkan potensi Daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya.

Berjalannya waktu kurang lebih 8-9 tahun silam kini, kami Forum Komunikasi Akar Rumput  Suku Lanny Provinsi Papua Kabupaten Lanny Jaya, Melihat,Menyaksikan dan Mengalami langsung, kenyataan perkembangan pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya, sangat disayangkan, dapat dikatakan sangat jauh dari harapan Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya, bahawa dengan adanya pemekaran dan kepemimpinan definitif dapat Menjawab dan menjadi solusi alternatif bagi kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya seutuhnya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun itu hanyalah sebuah mimpi,  dengan kenyataan Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya mengalami kesenjangan pembangunan yang buruk selama kepemimpinan saudara Befa Yigibalom selaku Bupati Incummben,Terlihat jelas pula bahwa demi kepentingan Pribadi dan kelompok tertentu guna dipersiapkan untuk menopang proses dalam PILKADA Tertanggal 15 Februari 2017 yang lalu, dengan menggunakan jabatan serta kapasitas sebagai Kepala Daerah, dalam menjalankan Kebijakan roda Pemerintahan dengan tujuan memfasilitasi semua elemen yang terkait dengan PILKADA 2017 secara sistemis dan Masif.

Dampak dari kebijakan yang dilakukan serta berkompromi dengan ketidak adilan dan ketidak benaran serta pembodohan yang tidak terpuji, dilakukan oleh saudara incummben adalah sebagai berikut : Tidak adanya Pembangunan Infrastrukur Dasar yang Memadai, Pembangunan Infrastruktur Mendasar yang dimaksud adalah Tataruang Kota yang tidak tertata efisien, Pusat Perekonomian Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya yang tidak jelas alias pasar tidak ada. Tidak adanya Sumber air bersih yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat umum, kususnya di sekitar ibukota kabupaten Lanny Jaya. Tidak adanya Perumahan (dinas) Pegawai mengeri sipil, dan perumahan Eselon/pejabat eselon II – IV, Pembangkit Listrik yang tidak  memadai, kusus dalam kota/ibukota kabupaten Lanny Jaya, Distrik Tiom, Tidak adanya pembangunan rumah Pejabat Bupati dan wakil Bupati Kab. Lanny Jaya sampai saat ini. Gedung DPRD Kab. Lanny Jaya yang sampai saat ini belum bisa digunakan akibat kerusakan, dan tidak diperhatikan, Praktek Praktek KKN (Korupsi Kolusi & Nepotisme) merajalela, Penyususnan Kabinet Eselon II-IV dan kepala kampung 80% ada hubungan keluarga,

Pemotongan dana Desa yang dilakukan oleh Pejabat Bupati Kab.Lanny Jaya tahap pertama Untuk Pembelian Kendaraan operasional Mobil Jenis Renger sebanyak 39 untuk Kepala Distrik.

Pencairan dan Pemotongan Dana Desa/Kampung oleh Saudara Befa Yigibalom melalui Koordinator BPMK Distrik, dengan mengatasnamakan kepala Desa/Kampung yang sudah diganti diseluruh Kabupaten Lanny Lanny Jaya,  Nilai berfariasi rata-rata 40.000.000.00,  per kepala Desa/Kampung 354 desa kampung se kabupaten lanny jaya. Ketika Dilantik Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Oleh Gubernur Provinsi Papua di Gedung Negara, tertanggal 22 Mey 2017 .

Pencairan dana 4 miliar rupiah yang dilakukan oleh Pemerintah Kab. Lanny Jaya, pada bank papua cabang lanny jaya bekerja sama dengan bank Papua cabang wamena pada hari libur/hari raya pada hari senin tanggal 5 juni 2017 , Ketika sudah Dilantik Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Oleh Gubernur Provinsi Papua tertanggal 22 mey 2017 di Gedung Negara.

Pemerintahan yang tidak Ber Etika
Mencopot dan Mengangkat eselon II-IV serta 60 Kepala Desa/Kampung yang mendukung pasangan Kandidat No urut 01 Bripas, pada Pasca PILKADA serentak tertanggal 15 Februeari 2017 di Kab. Lanny Jaya. dan Mengangkat Kepala Desa/Kampung baru yang mendukung Kandidat Paslon No Urut 02 Befa-Yemis. Oleh Saudara Befa Yigibalom dengan dasar pelantikan yang dilakukan oleh Lukas Enembe selaku Gubernur Provinsi Papua.

Pemimpin yang otoriter dalam mengambil kebijakan pada masyarakat akar rumput dengan tindakan-tindakan Masif.

Menyimak dari persoalan yang terurai diatas tersebut bahwa terindikasi kerugian Negara yang sangat besar, yang dimana akan mengancam masa depan kehidupan masyarakat kabupaten lanny jaya dari semua aspek hidup, sehingga kami Forum Komunikasi Akar Rumput  Suku Lanny Provinsi Papua Kabupaten Lanny Jaya, yang berdomisili di Kabupaten Lanny Jaya, menyeruhkan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini, Menteri Dalam Negeri beserta Dirjen Otonomi Daerah, bahwa ; kami menginginkan pemimpin yang bersih dan jujur yang santung serta amanah yang mampu membangun Kabupaten  Lanny Jaya dan Masyarakatnya demi Pembangunan dan Kesejahteraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun tuntutan pernyataan sikap kami, Forum Komunikasi Akar Rumput Provinsi Papua Kabupaten Lanny Jaya adalah sebagai berikut :
Bahwa kami masyarakat Akar Rumput Suku Lanny Kabupaten Lanny Jaya, Menolak dengan Tegas Terhadap Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Versi Gubernur Papua, Lukas Enembe terhadap Paslon No Urut 2 Befa Yigibalom dan Yemis Kogoya, Periode 2017-2022.

Kami Meminta Dengan Hormat kepada Bapak Menteri Dalam Negeri maupun Dirjen Otonomi Daerah, Bahwa; Segera Mengambil tindakan Pembatalan, SK Pengangkatan dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lanny Jaya, atas Nama saudara Befa Yigibalom dan Yemis Kogoya Periode 2017-2022, yang Dilakukan Oleh Gubernur Provinsi Papua.

Tangkap dan Periksa Befa Yigibalom yang telah dan banyak melakuka pelanggaran administrasi maupun korupsi atas Dana APBD/APBN Kabupaten Lanny Jaya, sejak memimpin Kabupaten Lanny Jaya dari 2011-2017.

Kabupaten Lanny Jaya, Emergensi Pembangunan. Selamatkan Lanny Jaya = selamatkan Papua, Selamatkan Papua     Berarti = Selamatkan NKRI. Tri Wulansari