full screen background image


Tinnitus Apakah Berbahaya ?

Lapan6online – Apa sebenarnya penyakit yang menjengkelkan ini ? Kata “tinnitus” berasal dari bahasa Latin tinnire, yang artinya “berdenting” dan dilukiskan sebagai “bunyi di dalam telinga yang bukan disebabkan oleh segala rangsangan dari luar” Menurut The Merck Manual of Diagnosis and Therapy, bunyi tersebut bisa jadi berupa “dengungan, deringan, raungan, siulan, atau desisan atau bunyi yang lebih rumit yang setiap kali berubah-ubah. Bunyinya bisa terputus-putus, terus-menerus, atau tidak beraturan”. Volume bunyi ini bervariasi mulai dari hampir tidak terdengar hingga nyaring dan mengganggu. Dan bunyi tersebut tidak dapat dihentikan oleh si penderita. Karena itu bunyi yang terus menerus ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping : gangguan emosi, susah tidur, nyeri, sulit berkonsentrasi, kelelahan, sukar berkomunikasi, dan depresi.

Apa Yang Menyebabkan Penyakit Ini ?

Setelah tinitus menyerang, si penderita mungkin dengan gelisah bertanya-tanya apa yang terjadi. Ia mungkin merasa takut kalau-kalau ia telah mengalami pendarahan otak, menderita gangguan mental, atau mengidap tumor. Syukurlah, tinitus jarang disebabkan oleh penyakit yang serius. Beberapa orang mengalami tinitus setelah mengalami cedera di kepala. Dan Profesor Alf Axelson, dari Goteborg, Swedia, seorang peneliti dan ahli dalam bidang tinitus, memberitahu, “Beberapa obat-obatan, seperti aspirin dalam dosis tinggi, dapat menimbulkan efek samping sementara berupa tinnitus.”

Kendatipun demikian, tinnitus secara umum merupakan akibat gangguan telinga. Profesor Axelson menjelaskan, “Biasanya problemnya ada di bagian dalam telinga yang disebut rumah siput, yang memiliki sekitar 15.000 sel –sel rambut sensoris berukuran mikroskopis. Jika beberapa dari antaranya rusak, sel-sel tersebut akan mengirim dan menerima aliran sinyal syaraf yang tidak seimbang. Hal ini dirasakan oleh si penerita sebagai bunyi”.

Penyebab kerusakan telinga semacam itu ? Menurut Profesor Axelson, salah satu penyebab tinnitus adalah terlalu sering mendengar suara-suara yang keras. Orang-orang yang menggunakan headphone stereo misalnya, sering kali merusak diri sendiri dengan menyetel musik pada tingkat desibel yang tinggi. Begitu pula orang-orang yang suka pergi ke discothegue atau pub-pub yang menyajikan musik dengan tingkat volume yang tinggi. Salah satu akibat yang mungkin ditimbulkan adalah tinitus.

Tentu saja, ada baiknya untuk mengingat komentar yang dibuat oleh Richard Hallam dalam bukunya Living With Tinnitus, “Tubuh bukanlah tempat yang sama sekali sunyi maka ‘tinitus’ dalam tingkat tertentu adalah wajar. Bunyi dihasilkan oleh gerakan mekanis dari otot, tulang, darah dan air. Memang dalam kehidupan sehari-hari, bunyi-bunyi latar belakang ini ditutupi oleh bunyi-bunyi di sekeliling kita yang lebih keras- jadi itu tentu saja tidak terdengar.”   Membaca artikel ini mungkin membuat Anda lebih menyadari adanya bunyi-bunyi latar tersebut. Namun, itu bukanlah problem bagi kebanyakan orang.

Bagaimana Itu Diobati ?

Bagaimana seandainya Anda tersiksa karena penyakit ini ? Hal pertama yang hendaknya Anda lakukan adalah menghubungi dokter Anda. Ia akan membantu Anda mencari tahu apakah ada gangguan yang dapat diobati di balik gejala-gejala Anda. Sayang sekali, dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyembuhan untuk bunyi-bunyi ini. Tetapi ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membantu Anda menyesuaikan diri dengannya:

  • Operasi : Brosur Tinitus, yang diterbitkan oleh British Tinnitus Association, menyatakan, “Kadang-kadang tinnitus disebabkan oleh gangguan di telinga bagian tengah, dan kadang –kadang oleh ketidak normalan dalam pembuluh darah atau otot di dalam atau sekitar telinga. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi ini, terdapat kemungkinan untuk menyembuhkan tinitus secara total melalui operasi.”
  • Pengobatan : Jika seorang penderita susah tidur atau menderita kecemasan, ketegangan, atau depresi, dokter mungkin menyarankan obat penenang atau obat anti depresi untuk meringankan gejala-gejala ini.
  • Alat bantu pendengaran dan “Masker” : Jika terjadi gangguan pendengaran ringan, alat bantu pendengaran dapat sangat membantu. Ada juga alat yang kelihatannya seperti alat bantu pendengaran yang disebut masker. Alat ini mengahsilkan bunyi latar untuk menyamarkan bunyi-bunyi akibat tinitus. Namun, kadang-kadang, sekedar menyalakan radio atau menjalankan mesin cuci bisa mendatangkan efek serupa.
  • Pengobatan Lain : Profesor Axelson membertahu, “Terapi oksigen hiperbarik mungin berguna bagi beberapa pasien. Hal ini termasuk menempatkan si penderita dalam ruangan bertekanan, tempat ia mendapatkan oksigen murni. Ini dapat membantu menyembuhkan telinga bagian dalam”. Dan karena bagi beberapa pasien gejala –gejala tinitus tampaknya memburuk sewaktu mereka dalam keadaan tegang atau cemas, beberapa dokter menyarankan berbagai terapi latihan relaksasi. Akan tetapi, belajar untuk rileks dan menghindari stress fisik dan mental sedapat mungkin bisa jadi berguna.

Menyesuaikan Diri Dengan Penyakit Itu

Sampai sekarang, belum ada penyembuhan total untuk tinitus dalam waktu dekat ini. Jadi tinitus adalah bunyi yang mungkin perlu Anda pelajari guna menyesuaikan diri dengannya. Kata buku Living With Tinnitus, “Saya dan rekan-rekan saya kini sungguh-sungguh percaya bahwa respons yang wajar terhadap tinitus merupakan perkembangan secara bertahap dari sikap toleran.”

Ya, Anda dapat melatih otak Anda untuk mengabaikan bunyi, menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak perlu dihiraukan. Apakah Anda tinggal di lingkungan yang ramai ? Mulanya, bunyi-bunyi itu pasti menjengkelkan Anda, tetapi setelah beberapa lama Anda pasti terbiasa. Malahan, Anda bahkan dapat belajar untuk tidur dengan suara-suara itu ! Demikian pula, Anda dapat belajar untuk tidak terlalu banyak menaruh perhatian pada tinitus Anda. Yakinlah bahwa ini adalah suatu bunyi yang dapat Anda pelajari guna menyesuaikan diri dengannya !.

( Uzuan Fajaruddin Marpaung SE)