full screen background image


Dua Anak Muda Malut Zaman Now Jadi Pengurus Harian DPP Garda Rajawali Perindo

Lapan6Online.com – Jakarta : Rapat Dewan Pengurus Pusat Garda Rajawali Perindo (DPP GRIND) dalam rangka reshuffle kepengurusan harian dan penandatanganan kesediaan menjadi pengurus baru yang bertempat di Aula DPP Perindo (Selasa,08/01).

Igrisza Majid, Wasekjend Geopolitik dan Geostrategi

Pertemuan yang dihadiri Ketua Umum, Kuntum Khairu Basa dan Sekjend, Toni Sultoni beserta para Waketum I, II, III, para Ketua Bidang dan Wasekjend ini hadir juga dua anak muda asal Maluku Utara, yaitu Igrisza Majid sebagai Wasekjend Geopolitik dan Geostrategi dan Idham Amir Muhammad menempati posisi Wasekjend Kajian Strategi dan Penggalan Opini.

Sebelumnya, keduanya menempati jabatan masing-masing Ketua Departemen.

Usai rapat, kepada awak media Lapan6Online.com melalui teks WhatsApp, Igrisza mengatakan bahwa keduanya merupakan representasi generasi muda Maluku Utara zaman now di kancah perpolitikan Nasional, dan tugas yang diemban cukup berat, sebab dua bidang ini sangat startegis dalam agenda konsolidasi politik internal dan eksternal GRIND, serta kajian isu-isu politik kontemporer di abad milenial.

“Tugas yang kami emban cukup berat, tidak sebatas partisipasi sayap dalam hajatan pemilu dan pilkada, tapi berbagai rentetan program dan agenda politik Garda Rajawali Perindo lainnya harus terus kami lakukan, terutama kajian isu-isu politik menjadi sangat penting untuk menunjukkan GRIND sebagai basis kader ilmiah dan mampu tampil sebagai politisi milenial yang cerdas dan santun dalam berpolitik,” jelasnya.

Idham Amir Muhammad, Wasekjend Kajian Strategi dan Penggalan Opini.

Selanjutnya, track recordnya dalam dunia politik, Grish tidak diragukan lagi, pasalnya Pengurus DPP KNPI ini sudah pernah malang melintang di beberapa parpol sebelumnya. Oleh karena itu, mantan Ketua Komite Persiapan Liga Mahasiswa NasDem Maluku Utara ini berharap, anak muda zaman now tidak boleh apolitis dan hanya menikmati remah-remah sejarah pergerakan politik kaum muda sebelumnya, akan tetapi harus berinisiatif menciptakan sejarah masa kini dan akan datang, sebab sejarah Indonesia adalah sejarah anak muda.

Sementara itu, Idham Amir Muhammad mengatakan dirinya siap bersinergi dengan semua pihak dalam membuat kajian-kajian strategi serta penggalangan opini publik, salah satunya adalah media sebagai pilar demokrasi yang sangat cocok dijadikan mitra taktis dalam menggali berbagai informasi dan opini masyarakat terhadap eksistensi parpol lama dan baru yang akan siap berkompetisi di Pemilu 2019 mendatang.

“Kita harus memiliki kajian politik yang matang. Apalagi internal GRIND yang baru direshuffle semuanya memiliki potensi dan sangat berkompeten. Ketua Umum Grind adalah politisi muda senior yang berpengalaman, beliau memiliki firasat politik yang kuat, dan tidak asal-asalan menyeleksi sumber daya manusia yang siap jadi pengurus. Sebagai Wasekjend Kajian Strategi dan Penggalangan Opini, banyak pihak yang nanti kita ajak rembuk untuk membuat kajian isu dan menggali berbagai informasi, terutama media bisa dijadikan mitra taktis dalam penggalangan opini menjelang Pemilu 2019 mendatang,” jelas lelaki kelahiran Halmahera ini. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *