full screen background image


Gempa 6,9 SR Guncang Jabar, Jateng dan DIY, Dua Warga Meninggal Dunia

Lapan6Online.com : Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penanganan darurat dampak gempa bumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta masih terus dilakukan.

Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12). Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter, mengakibatkan 21 rumah milik warga di Kota Tasikmalaya rusak sedang dan ambruk serta satu orang meninggal dan satu orang luka-luka. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/pras/17

Dari data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, dampak gempa bumi terdapat dua orang meninggal dunia, tujuh orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan.

Kepada awak media, melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa”Daerah yang terdampak gempa yang merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara,” kata Sutopo, Sabtu (16/12).

Menurutnya, pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat.

“Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan enam rumah rusak sedang,” katanya.

Sutopo menjelaskan, dua korban meninggal dunia adalah Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02 Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, dan Ibu Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan.

“Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Korban luka semua dirujuk ke rumah sakit setempat,” katanya.

“Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan enam rumah rusak sedang,” katanya.

Sutopo menjelaskan, dua korban meninggal dunia adalah Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02 Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, dan Ibu Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan.

“Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Korban luka semua dirujuk ke rumah sakit setempat,” katanya.

Atap Kantor Bupati Tasikmalaya Ambrol
Kantor Bupati Tasikmalaya mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa berskala 6,9 skala richter yang terjadi di wilayah Tasikmalaya tengah malam tadi, Jumat (16/12).

Bagian atap lantai empat bangunan tersebut ambrol dan bagian lantai dan dinding rusak akibat getaran hebat yang terasa sampai Jakarta dan Yogyakarta tersebut.

“Bagian atap rusak parah dan ambruk. Lantai dan dinding bangunan empat lantai tersebut ada yang retak parah, ” jelas Edi, salah seorang petugas jaga yang sedang piket malam di lokasi kejadian, Sabtu dini hari.

Edi menuturkan, kejadian gempa besar yang terjadi tengah malam membuat kaget para petugas jaga dan berhamburan keluar perkantoran.

Terdengar suara benda besar jatuh di dalam gedung dan teriakan warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.
“Setelah gempa selesai, kita periksa ternyata bagian atap ambruk. Dinding dan lantai bangunan banyak yang retak. Beruntung di tempat kejadian enggak ada orang,” kata dia.

Menurutnya, selain bangunan kantor bupati, beberapa bangunan perkantoran lainnya dan beberapa rumah warga mengalami hal sama pasca-gempa.

Namun, jumlahnya belum bisa dipastikan karena warga masih berada di luar rumah khawatir gempa susulan dan belum ada pendataan secara resmi.

“Rumah warga juga sama banyak yang retak, tapi jumlah pastinya belum bisa dipastikan,” tambahnya.

Akun Twitter Humas BMKG menyebutkan, ada dua gempa yang terjadi tadi malam. Gempa pertama terjadi pada pukul 23.04 WIB.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto mengatakan, gempa bermagnitudo 4,5 tersebut berpusat di koordinat 7,29 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,69 derajat Bujur Timur (BT) atau 48 km barat daya Sukabumi, Hawa Barat. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Adapun gempa kedua terjadi pada pukul 23.47 WIB dan berpotensi menimbulkan tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa bermagnitudo 6,9 di koordinat 7,75 derajat LS dan 108,11 derajat BT pada kedalaman 107 km. Red/BBS



Owner