full screen background image

Gonjang Ganjing Internal Hanura Berujung Saling Lapor Polisi

Lapan6Online.com – Jakarta : Gonjang ganjing diinternal di tubuh Partai Hanura sepertinya semakin memanas, hingga berujung saling melapor ke polisi.

Sekretaris Jenderal Partai Hanura kubu Daryatmo, Sarifudding Suddin, dilaporkan Pengurus Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO) ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan melakukan penggelapan jabatan dan rapat di Hotel Ambara tanpa izin.

OSO mengklaim, bahwa dirinya merupakan pimpinan yang sah dari partai besutan Wiranto tersebut. Untuk itu ia menganggap pihak manapun yang melakukan kegiatan yang mengatas namakan partai Hanura tanpa seijinnya, merupakan pelanggaran hukum.

Suddin dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Serfasius Serbaya Manek yang telah diberi kuasa penuh oleh Partai Hanura kubu Oso.

Laporan tersebut diterima dengan bukti laporan no. LP/338/I/2018/PMJ/Dit. Reskrimum, tertanggal 18 Januari 2018, dengan tuduhan melanggar pasal 263/KUHP dan 266 KUHP dan 374 KUHP.

Menanggapi laporan dirinya ke Polda Metro Jaya, Sudding mengaku tidak ambil pusing. Sebagai kader Partai Hanura, ia merasa berkewajiban untuk menyelamatkan Partai dari kehancuran.

“Ngapain ditanggapi, bikin laporan sampah, ngapain? Saya pengacara, pahamlah yang begitu-begituan,” ujar Sudding di Jakarta, Kamis (18/1/2018) malam, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Meski ia menyayangkan laporan tersebut, namun ia mengaku tidak gentar. “Enggak perlulah yang begitu-begituan,” katanya.

Dasar Partai Hanura kubu OSO melaporkan Sudding ke Polda Metro Jaya, karena sebelumnya Sudding telah dipecat sejak tanggal 14 Januari, berdasarkan Keputusan Nomor 356/DPP Hanura/I/2018.

Sementara itu, konflik internal yang terjadi di Partai Hanura, karena adanya disharmoni antara Oesman Sapta Odang dan pengurus elit Partai.

Sebagai orang luar yang baru masuk , OSO dianggap terlalu dominan dalam mengambil kebijakan kebijakan strategis partai, seperti dalam penentuan calon kepala daerah yang akan diusung Partai Hanura.

Dilansir dari Sindonews.com, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, tidak mengherankan jika Partai Hanura ikut dilanda konflik internal.

Dikatakan Adi, konflik tersebut terjadi karena pondasi politik Partai Hanura tidak kokoh. Hal itu terbukti dengan dipilihnya out sider (orang luar) seperti OSO menjadi Ketua Umum Partai.

Konflik tersebut semakin meruncing dengan adanya kabar beredarnya SK ganda rekomendasi partai saat pencalonan kepala daerah, dimana OSO dianggap terlalu mendominasi kebijakan strategis tersebut, sementara kader lama Hanura hanya diberi porsi pinggiran.

“Konflik ini efek tahun politik, karena semua orang di Hanura ingin jadi pemain inti. Terutama kader lama yang idiologis,” ungkapnya. Red



Owner