full screen background image

Hati-Hati Kirim Uang, Ada yang Tidak Bisa Dicairkan

Banyak Pengguna Jasa Western Union Uangnya Tidak Sampai

Lapan6online.com – Cianjur : Tingkat kehati-hatian pihak keluarga yang mau mengirim uang ke kampung  halaman harus mendapat perhatian serius. Karena, banyak dari penerima kiriman uang dari sanak saudara atau keluarga yang bekerja di luar negeri  tidak bisa mengambil kiriman melalui kantor Pos setempat dengan alasan uang kiriman tersebut sudah diambil.

Kasus seperti ini banyak terjadi di daerah Jawa Barat, dimana banyak warga masyarakatnya yang bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita maupun TKI untuk pekerjaan tertentu. Salah satu contoh kasus pengiriman uang yang tidak bisa diambil penerima, terjadi di Kantor Pos Ciranjang, Kabupaten  Cianjur, provinsi Jawa Barat.
Modusnya kalau dilihat seperti sepele, pihak keluarga yang mengirim dari luar negeri melakukan penyetoran uang ke salah satu agen pengiriman uang melalui Western Union misalnya. Maka si pengirim akan menyebut nama, alamat serta nomor KTP si penerima di Indonesia, dalam hal ini dengan menggunakan jasa kantor Pos.

Maka sipengirim diminta memasukkan nomor pin yang bersangkutan dengan dipandu oleh petugas dari agen pengirim uang dimaksud. Biasanya, kiriman tersebut dalam satu hari sudah sampai dan keesokan harinya sudah bisa dicairkan melalui salah satu agennya seperti  kantor Pos yang bekerjasama dengan Western Union. Setelah dana dikirim, maka pengirim diminta mengirimkan khabar kepada penerima di kampung dengan mengirimkan foto lampiran pengiriman dana.

Pada tingkat pengiriman ini tugas pengirim uang dan pihak agen Western Union   sudah selesai, tinggal menunggu eksekusi dari uang yang dikirim. Apakah sudah diambil oleh penerima langsung atau belum. Dari sekian banyak transaksi uang yang dilakukan pihak kantor Pos Ciranjang, ada saja terjadi uang kiriman tidak bisa diterima oleh penerimanya di Ciranjang.

Hal ini diungkapkan oleh Herdi, Kepala Kantor Pos Ciranjang yang coba dihubungi  Lapan6. Menurut  Herdi yang mengaku sudah delapan tahun bertugas di kantor Pos, dalam satu bulan bisa terjadi dua sampai lima nasabah tidak bisa menerima uang mereka. “Sebagai petugas Kantor Pos tentu kita sangat membantu pencairan dana tersebut, tapi sampai tiga kali memasukan pin, keterangan yang diperoleh menyebutkan bahwa uang sudah diterima,” kata Herdi.
Lantas yang menjadi pertanyaan, siapakah yang mengambil uang tersebut? Atau apakah pihak pengirim salah dalam melakukan transaksi pengiriman? Dua pertanyaan mendasar itu sampai hari ini belum dapat dipecahkan. Kalau disebut kesalahan ada pada pengirim, tidak mungkin hal ini terjadi, karena ketika dana tidak bisa diambil, pengirim bisa langsung klem ke pihak bank atau agen pengirimnya.

Biasanya pengecekan ada pada nomor pin, yaitu nomor rahasia yang hanya bisa diketahui oleh pihak pengirim dan petugas agen pengiriman. Begitu juga dengan si penerima, hanya dia sebenarnya yang tahu nomor pin yang harus diisi dalam kolom penerimaan uang di komputer. Biasanya hal ini juga dipandu oleh petugas kantor Posnya.

Salah satu kasus yang terjadi adalah terhadap penerima Enceng Bin Dudu 38 tahun.  Bapak dua orang anak ini mendapat kiriman uang dari sang istri yang bekerja di luar negeri. Sebut saja Qatar, salah satu Negara di jazirah arab. Pihak pengirim sudah mengirimkan copy customer receipt ke penerima, tinggal Enceng Bin Dudu mengambil ke kantor Pos Ciranjang.

Pada waktu sampai di kantor Pos, Enceng terlebih dahulu diminta mengisi formulir penerimaan uang berlabel Western Union. Di dalamnya dimasukan nomor KTP, alamat lengkap , code pos. Setelah itu dia menyerahkannya ke petugas pembayaran sambil menunggu giliran dipanggil. Setelah dipanggil masuk dan dimasukkan data-data yang bersangkutan, maka terakhir dia harus memasukan nomor pin atau money transfer code number (MTCN) dari pengirim.
Sampai tiga kali MTCN dimasukkan, tidak ada respon, terakhir keluar informasi bahwa dana sudah ada yang mencairkan, tapi tidak disebutkan siapa yang mencairkan dan dimana dicairkannya. Tentu saja Enceng Bin Dudu tidak bisa menerima, namun pihak kantor Pos juga tidak mau disalahkan, mereka merasa sudah berusaha membantu maksimal tapi kenyataannya gagal.

“Soal siapa yang sudah mencairkannya, kami tidak tahu, tapi kalau hal ini ditanyakan langsung ke pihak Western Unionnya, mereka pasti tahu. Makanya, kenapa banyak pengirim yang menggunakan Western Unio, karena mereka cukup terlindungi dari hal hal seperti ini, asal cepat dilakukan konfirmasi. Disamping itu, kalau pengiriman uang dilakukan via Western Union, semuanya sudah rapi. Dimana nilai mata uangnya muncul, nilai rupiahnya juga muncul dengan kursnya sekalian,” lanjut Herdi.

Lantas siapa yang sudah mencairkan uang tersebut? Herdi mengaku tidak tahu, “ kalau saya tahu mungkin sudah saya beritahu. Kita tidak tahu apakah hal ini dilakukan oleh hacker  atau pihak lain, kalau bisa bantu juga kami mengungkapkan kasus ini,” harapnya. “Tapi yang pasti, coba saja dulu hubungi pihak Western Unionnya, mana tahu mereka bisa melacaknya, “ katanya lagi.

Yang pasti, kasus pengiriman uang yang tidak bisa diambil oleh penerima ini cukup banyak terjadi, malah pihak Polsek Ciranjang menurut Herdi pernah dilaporkan masyarakat yang uangnya tidak bisa dicairkan. Pihaknya ikut dipanggil polisi guna menjelaskan hal ini. Sampai akhirnya pihak Polsek juga seakan-akan menemui jalan buntu.

Penasaran dengan permasalahan ini, media ini berusaha melakukan konfirmasi ke pihak Western Union. Alamat pasti Western Unior di Jakarta ternyata tidak ada. Yang ada hanya  call centre dengan code telpon Jakarta dan berlokasi di wilayah Jakarta Pusat dengan kode pos 10.000. Ketika coba menghubungi nomor dimaksud, terdengar suara perempuan menyahut di seberang. Sambil menyebut diri dari Western Union untuk customer line Asia yang berpusat di Shanghai, Cina. wanita itu memperkenalkan diri dengan nama Lucky 22 dan mempertanyakan keperluan apa yang bisa dibantu. Setelah mendengar maksud dan tujuan sebenarnya, dalam pembicaraan bahasa Indonesia dengan action mandarin, Lucky menjawab pendek, “Tolong anda berikan nomor MTCNnya kepada saya untuk kita cek,apakah memang sudah ada yang menerima apa belum,” katanya.

Sayangnya, media ini tidak memiliki nomor tersebut, karena dipegang oleh pemiliknya di Ciranjang. Makanya Lucky minta tolong, kalau bisa yang meminta informasi langsung yang bersangkutan. Menurut dia, kalau memang uang sudah benar dikirim, maka yang jadi masalah ada di agen penerimanya. Nanti akan dicek dan bisa diketahui siapa yang menerima dan agen yang dimana. Kita akan minta data-data, bukti autentik sesuai SOP (Standar Operasional Prosedure). Kalau agen penerima salah dalam SOP, maka agen yang salah itu harus membayar kerugian yang ditanggung si penerima.

“Sebenarnya pihak kami tidak sulit untuk dihubungi, kita ada disemua Negara dan untuk Asia, customer line  kami berada di Shanghai, Cina. Dari sini semua informasi dan permasalahan yang terjadi di Negara Asia termasuk Indonesia kita selesaikan,”kata Lucky.

Sementara itu Herdi dalam pernyataannya selalu mengingatkan kepada masyarakat yang mau mengambil uang kiriman. Jika sudah mengambil kiriman, segera beritahu pengirim bahwa uang sudah diterima. Kalaupun belum juga harus diberitahu agar ia segera menghubungi dan melakukan klem ke agen pengirim di Negara bersangkutan. (Tim Skb)




4 thoughts on “Hati-Hati Kirim Uang, Ada yang Tidak Bisa Dicairkan

  1. wawan

    saya dari saudi arabia….kasus saya persis sama…kejadian ini udah dua kali berturut2 dalam waktu 1 blan.
    keluarga saya belum menerima uang dari pihak agen…bahkan pihak agen meyatakan nomer MTCN salah.
    minta bantuanya agar bisa di proses,,,

    Reply
  2. Galih

    ngaruh ga dari nama si penerima buat mencairkan uang,di kantor pos dket rumah saya katanya kalo pengirim bernama muhammad/mohamed itu susah buat di cairkan…benar atau tidak.

    Reply
  3. violeta

    Saya sekarang sedang mengalami masalag yg sama. Saya mendapat kiriman uang dari saudi arabia lewat WU tapi tidak bisa di ambil dan keterangan uang sudah di ambil padahal saya belum mengambil nya.. bingung harus bagaimana ini ya ? Bagi yg punya info dan saran apa yg harus saya lakukan untuk bs mendapat kan uang kiriman itu pls info kesini or email ke Bjmydunia@gmail.com matur nuwun

    Reply
  4. Revanareva

    Saya dari SaudiArabia, Hari kamis Kemarin saya mengirim uang melalui western union utk wilayah banten.. Tapi Kenapa Uang tdk bisa di Cair Kan? Kata petugas setempat uang belum Masuk, Padahal jelas2 disini Sudah Di transfer Dan Ada bukti dari WU dan MTCN nya tetapi knp tdk ada code number uang nya.. Apa benar WU daerah Jawa Barat Dan banten di block utk pengiriman uang

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *