full screen background image


Jelang Tahun Baru, OTK Lempar Bom Rakitan di Polsek Bontoala, Kota Makassar

Lapan6Online.com – Makassar/Sulawesi Selatan : Teror bom pipa rakitan (Papporo,red) kembali menyasar kantor polisi. Kini yang menjadi sasaran adalah Markas Polsek Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (01/01/2018). Akibat kejadian itu, dua anggota polsek yang sedang berjaga di kantor mengalami luka terkena serpihan bom.

Berdasarkan informasi dilapangan, bahwa peledakan dilakukan oleh 2 org pemuda (identitas tidak diketahui) yang kemudian melarikan diri. Hingga kini, tim Gegana Brimob Polda Sulses masih menyisir di sekitar polsek guna mencari bom rakitan lainnya.

Sementara itu, dua anggota polisi yang terkena ledakan bom masing-masing Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin mengalami luka di bagian tangan kiri, serta seorang anggota yang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit (RS) Bhayangkara akibat terluka di bagian paha kiri.

Kerasnya ledakan tersebut juga membuat kaca kantor polsek pecah. Belasan serpihan baut serta pecahan pipa paralon juga masih berserakan di halaman Polsek Bontoala. Selain itu, terdapat ceceran darah di sekitar lokasi.

Tim Resmob Polda Sulsel, tim Unit Khusus Polda Sulsel, serta Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi hingga ke halaman belakang polsek yang menjadi tempat pelarian pelaku.

Menurut saksi mata, Dwi Rahmi Sugianti saat kejadian dia sedang berada di lokasi. Rahmi mengaku melihat pelaku melempar diduga bom. Setelah itu, bom meledak hingga tiga kali disertai asap.

“Saya lihat pelaku lempar bom. Suara ledakannya keras sekali sampai tiga kali dan mengeluarkan asap. Setelah itu, pelaku melarikan diri melalui tembok belakang polsek,” kata Dwi Rahmi.
Barbuk (barang bukti,red) yang ditemukan berupa, 1 (satu) tas ransel warna hijau daun berisi :
a. 1 jaket warna hitam bertuliskan Volvo F Series, b. 1 botol Aqua big size kosong, c. 2 botol Aqua besar berisi BBM jenis pertamax, d. Baut-baut yang diduga serpihan bom Molotov, dan
e. Sepasang sandal warna Coklat ukuran 42.

Kapolsek Bontoala, Kompol Rafiuddin yang turut menjadi korban ledakan mengatakan setelah mendengar suara ledakan langsung menarik senjatannya dan melihat pelaku melarikan diri. Namun karena terluka di bagian tangan kanan hingga tak bisa melumpuhkan pelaku seorang diri. “Saya coba tembak pelaku, tapi tangan saya tidak kuat karena kena serpihan bom,” ucapnya.

Menurut Kapolsek, sebelum kejadian petugas Mapolsek Bontoala baru saja menggelar kegiatan menyambut Tahun Baru 2018. Sebagai personel sudah kembali melakukan penjagaan di pos pengamanan.

Kronologis Kejadian
Pukul 03.45 Wita, saat anggota Polsek duduk di halaman apel Mako Polsek Bontoala setelah melaksanakan Pam tahun baru tiba-tiba dari arah belakang kediaman Kapolsek datang seorang pemuda yang tidak dikenal selanjutnya melemparkan sebuah benda yang diduga terbuat dari pipa lengkap dengan baut, yang menimbulkan 3 kali suara ledakan.

Kapolsek Bontoala yang berada di TKP bersama anggota mengejar pelaku yang lari ke arah belakang Mapolsek dan memberikan 7 X tembakan peringatan ke arah pelaku, namun pelaku dapat meloloskan diri dengan berlari dan melompati pagar setinggi 1, 5 m.

Saksi Yanti (47), melihat pelaku dengan mengenakan peci datang dari arah belakang Polsek, pelaku berbadan kecil membawa tas selempang bersama 1 orang temannya.

Pkl 03.50 Wita, Anggota Polsek Bontoala langsung melaksanakan penyisiran di masjid Al Markas dan sekitarnya namun pelaku tidak ditemukan.

Pukul 05.20 Wita Anggota Patmor Polda tiba di TKP dan melakukan Penyisiran terhadap pelaku.
Pkl 07.00 Wita, Tim Gegana Sat Brimob Polda Sulsel tiba di TKP selanjutnya melaksanakan pemeriksaan/penyisiran. Hj.And




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *