full screen background image

Kali Cisadane Siap Lahirkan Atlet Internasional

Festival Cisadane Siap Mengguncang Dunia
Lapan6online.com – Kota Tangerang : Kali Cisadane memiliki potensi besar melahirkan atlet dayung berprestasi di Kota Tangerang khususnya dan Provinsi Banten umumnya. Untuk itu diperlukan “political Will” dari pengambil keputusan, kebijakan di daerah ini memanfaatkan potensi lokasi ini.  Salah satu ujicobanya dapat dilihat pada open tournament Dragon Boat Internasional pada 27-29 Juli 2017.

Festival Cisadane 2016. Foto2 : Dok.Net

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Eddy Suyono kepada Lapan6online.com hari ini. Menurut Eddy, tidak banyak daerah memiliki fasilitas latihan olahraga dayung seperti ini di Indonesia. Karena itu, alangkah sayangnya, bila lokasi yang bagus dan memiliki nilai internasional dibiarkan begitu saja.

“Saya pernah mencoba areal sepanjang Kali Cisadane, mulai dari jembatan Ramayana sampai ke jembatan dibagian hilir. Aliran airnya tidak deras dan berombak, kecuali riak yang menurut saya lumrah. Dalam kondisi air seperti ini, peserta lomba akan dapat memaksimalkan tarikan dayungnya dalam mempertinggi kecepatan,” kata Eddy.

Menurut Eddy, disamping aliran airnya yang tenang, lebar Kali Cidadane pun cukup memenuhi syarat. PB PODSI kata Eddy, menilai lokasi Kali Cisadane layak untuk dijadikan ajang lomba dayung tingkat nasional dan internasional. Sementara untuk latihan, sebaiknya tetap menggunakan lokasi yang memiliki air deras dan berombak.

“Kenapa demikian, hal ini dimaksudkan agar persiapan bisa lebih optimal, karena dengan berlatih di areal air deras dan berombak, persiapan bisa dapat lebih maksimal,” jelasnya. Sambil menanmbahkan, untuk Festival Cisadane 2017 nanti panitianya terdiri dari Pengurus Provinsi PODSI Banten. Sementara PB PODSI sebagai technical delegate.

Open Tournament
Festival Cisadane diselenggarakan setiap tahun disepanjang Kali Cisadane yang membelah Kota Tangerang. Ini merupakan salah satu kegiatan yang dikemas dalam bentuk “Pesta Rakyat” Kota Tangerang. Pada pesta rakyat itu ditampilkan aneka rupa budaya dan kesenian tradisional Kota Tangerang dan Banten. Termasuk  menampilkan kuliner khas daerah ini seperti Laksa, toge goreng dan lain sebagainya.

Festival Cisadane ini akan lebih meriah lagi dengan dilombakan  cabang dayung. Olahraga dayung merupakan salah satu bagian terpenting bagi kehidupan masyarakat daerah perairan, baik danau, sungai atau kali maupun lautan. Karena itulah, cabang dayung diambil sebagai olahraga yang diperlombakan.

Menurut Agus Prasetyo, Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga mengatakan, olahraga dayung memang cukup merakyat di Kota Tangerang. Hal ini juga dikaitkan dengan potensi Kali Cisadane yang sangat layak sebagai arena lomba cabang olahraga dayung.

Dokumen 100 Perahu Nusantara Meriahkan Festival Cisadane 22 Mei 2015. Foto2 : Dok.Kabar Rakyat.co

“Karena itu lah, kami sepakat menjadikan cabang dayung sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Festival Cisadane. Disamping itu, perhatian Pimpinan Kota Tangerang, yaitu sebagai salah satu areal wisata bahari atau air di Kota Tangerang. Hal ini bisa dilihat dengan dibangunnya berbagai fasilitas olahraga dan wisata air diseputar lokasi Kali Cisadane yang akan menjadi arena lomba dayung,” jelas Agus.

Hal ini diperkuat oleh Edy Ruhiyat, Kasie Pembinaan Prestasi Olahraga pada Dispora Kota Tangerang. Menurut Edy, Lomba dayung sudah dimulai pada tanggal 23 – 29 Juli. Untuk tanggal 23-25 diadakan lomba dayung terbuka Provinsi Banten. Selanjutnya pada 25-26 lomba dayung untuk pelajar se Banten.

Kedua event  tersebut merupakan salah satu arena ujicoba bagi setiap daerah di Banten, sekaligus sebagai   upaya masingmasing KONI di Banten dalam mencari bibit-bibit berbakat untuk dipersiapkan dengan serius menuju persiapan daerah bersangkutan ke even-even lebih besar lainnya.

“Puncak lomba dayung ini akan kita laksanakan pada 27-29 Juli 2017, yaitu Open Tournament Dragon Boat Internasional. Diikuti tim dayung asal Australia, Singapura, disamping tim dari DKI Jakarta, Kabuten dan Kota Bekasi, Bogor, STIK Bandung, Karawang, Cilacap, Kolinlamil Jakarta, Marinir Jakarta, Yonif Purbalingga, Damkar Purwakarta dan sebagainya.

“Kita akan pantau atlet dayung yang ikut lomba, khususnya para atlet asal Kota Tangerang. Bagi kita hal ini sangat penting, karena nantinya akan kita sinergikan pembinaannya bersama-sama dengan KONI dan Pengkot Tangerang. Ke depannya, kita berharap akan lahir para atlet dayung Kota Tangerang yang dapat diandalkan dan berbicara di even tingkat nasional maupun internasional. Sebagaimana Kali Cisadane siap  lahirkan atlet dayung internasional, intinya ada di tangan kita masyarakat Kota Tangrang untuk membuktikannya,”imbuh Edy Ruhiyat. Fay