full screen background image


Karyawati PT Almega Nata Sarana Minta Keadlian Atas Tudingan Dadang Iskandar

Lapan6Online.com – Tangerang : Perusahaan Almega Nata Sarana (ANS) yang bergerak dalam bidang depeloper property telah mengalami kisruh internal terkait adanya dugaan tuduhan penyelewengan dana perusahaan yang disangkakan oleh pihak Dadang Iskandar selaku kepala keamanan PT ANS kepada Ersie yang juga karyawati PT ANS.

Dalam proses perkaranya, Pihak yang disangkakan sebagai pelaku oleh kepolisian Balaraja, Kabupaten Tangerang menuai konflik baru. Hal itu diungkapkan Agus Darma Wijaya selaku kuasa Ersie.

Darma menyayangkan sikap dari PT. ANS terlalu ceroboh dalam mengambil langkah ke proses hukum. Pasalnya, Sdri Ersie telah mengakui dirinya memang bersalah sejak tahun 2015.

Dikatakan Darma, bahwa Ersie bukan menggelapkan uang perusahaan secara utuh, tetapi ia menerangkan terkait pengambilan dana tersebut sebagai operasional dengan angka tentatif kisaran 5jt – 10jt setiap pengambilan kas dalam bentuk cek perusahaan (bukti bukti bisa dilampirkan pengambilan ceknya di BANK terkait).

Cerobohnya Dadang Iskandar yang melaporkan Ersie ke Polsek Balaraja dikatakan Darma tidak memenuhi bukti cukup dan terkesan mengada ngada. “Ersie disangka telah menggelapkan uang perusahaan dengan jumlah awal diatas 650jt. Namun tiba tiba di B.A.P kepolisian naik menjadi 900jt tanpa ada bukti yang jelas.”

“Memang Ersie mengakui perbuatannya, tetapi sudah terjadi kesepakatan antara kuasa PT. ANS Dadang Iskandar dengan keluarga Ersie tertanggal 1 Agustus 2017, yang isinya pengembalian uang perusahaan harus dikembalikan secara keseluruhan dengan mencicil, dan pihak keluarga telah menjaminkan setifikat tanah berikut rumah senilai 700jt an, asuransi senilai 250jt, dan motor Ninja 250cc berikut BPKB. Surat perjanjian itu telah disepakati bersama.” papar Darma.

Ironisnya, Dadang atas nama PT. ANS tiba tiba melakukan pelaporan ke polsek Balaraja tertanggal 9 Agustus 2017, dengan Nomor LP/21/K/VIII/2017 Sektor Balaraja.

“Ersie kemudian ditangkap dengan tuduhan penggelapan dalam jabatan dengan pasal 374 KUHPidana. Bahkan Ersie sempat ditahan di Polsek Balaraja selama 3 hari tahanan (10-12 Agustus 2017), dengan alasan kepolisian yang disangkakan takut melarikan diri.” ucap Darma.

Maka dalam hal ini, saya atas kuasa dari Ersie meminta kepada Kapolsek Balaraja untuk mengkaji ulang kasus ini yang telah disangkakan Dadang Iskandar atas nama PT. ANS.” ujar Darma yang juga sebagai ketua Setwil Forum Pers Independent Indonesia (FPII) untuk Wilayah Banten.

“Sebagai kuasa Ersie, saya pribadi sudah tiga kali ke PT. ANS untuk mediasi kasus tersebut, dan langsung bicara dengan Direktur PT. ANS Danny Tjiu.” ujar Darma.

Ketika dikonfirmasi ke pihak penyidik Polsek Balaraja Brigadir M Sasmita, pihaknya akan melakukan gelar perkara yang akan dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Senin tanggal 8 Juanuari 2018.

“Bersalah atau tidaknya Ersie maupun benar atau tidaknya tuduhan dari PT. ANS terhadap Ersie akan diungkap dipengadilan. Hal – hal terkait lainnya, saya tidak punya wewenang dalam memberikan keterangan lain.” ucap Sasmita selaku penyidik kepada Ersie saat melakukan keterangan tambahan, Minggu (7/1/2018). Tutup Darma. TWS




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *