full screen background image

Kejadian Tragedi LGBT, Inilah Gambaran Kematian Panjang Kaum LGBT di RSCM

Lapan6Online.com : Adalah dr Ani Hasibuan yang terus menyuarakan keperihatinannya terkait perkembangan kaum LGBT terutama Homoseksualitas yang terus meningkat di Indonesia. Terlebih dengan adanya dukungan bagi LGBT yang datang dari negara-negara Barat yang juga didukung oleh Media Sosial mereka yang kerap meneggelamkan tulisan atau artikel seputar bahayanya Kaum Sesat LGBT.

dr. Ani Hasibuan adalah ahli syaraf di RSCM yang nyaris tiap hari selalu berurusan dengan kaum LGBT yang menderita berbagai penyakit dengan kondisi menyedihkan.

Oleh sebab itulah, dr. Ani Hasibuan menyuarakan sisi gelap kaum LGBT melalui tulisannya di Facebook. Namun sayangnya, tulisan tersebut kemudian di Banned atau dihapus oleh facebook dengan dalih melanggar standar komunitas facebook.

Namun begitu, dari banyaknya sahabat FB dr Ani Hasibuan yang kemudian “menyelamatkan” tulisan yang mengandung sisi gelap dahsyatnya kematian kaum LGBT sekaligus begitu menyedihkan.

Berikut tulisan dr Ani Hasibuan yang membuat publik terhenyak, membuat miris hati kita sebagai orang tua, “Dulu Takut Menjaga Anak Perempuan, Kini Lebih Takut Lagi Menjaga Anak Laki-laki” demikian pesan dalam Whatsapp yang diterima redaksi Berita360.com. Ketakutan yang sama yang menghinggapi ribuan atau bahkan jutaan orang tua terhadap Wabah “sesat” LGBT.

Selengkapnya Tulisan dr Ani Hasibuan:
TRAGEDI LGBT
dr. Ani Hasibuan, (*)
Sekedar berbagi cerita dari poli saraf utk para orang-tua, spy kita semakin gencar menjaga lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal & sekolah.

》 Sejak 1997 sy berurusan dg para gay. Smpai hari ini, belum pernah absen. Mereka pasien terbanyak HIV yg sy tangani. Yg hidup tinggal beberapa sih. Barusan suster sy lapor ada lagi yg meninggal 3 hari lalu, dg kriptokokus meningitis (infeksi jamur di otak)
Dari pengamatan sy, Gay itu ada “kasta”nya.

Ada yg dominan, biasanya yg punya uang & lbh tua secara umur, ada yg submissif, klo sy perhatikan, semacam “piaraan”. Piaraan ini berkasta juga, ada anak muda putih bersih klimis dari kalangan keluarga menengah, ada juga yg kelas sandal jepit (bukan yg harga 18 ribu ya..).

Perlakuan dari yg dominan pd piaraan juga berbeda, sesuai KW si piaraan. Yg KW ori diperlakukan sgt istimewa. Waktu sy kerja di klinik HIV RSCM, pernah dpt pasien mhsw univ swasta terkenal di Jakarta yg kena meningitis kriptokokus (jamur otak). Orang tuanya pekerja petrol, tinggal di Dallas, US. Dia disini tinggal sendiri. Anaknya tampan, klimis & kelihatan anak baik. Sang Dominan sering ikut mengantar klo kontrol. Jangan kaget ya, dominannya ini seorang AKTIVIS LSM ANTI-HIV. Itu klo si pasien sy ini mengeluh sakit kepala, si dominan ini mengelus2 punggung si submissif smbil bilang “sakit ya sayang? Yg mana yg sakit? Sabar ya sayang..” (untung sy msh setia pd sumpah hipocrates, klo sy berkhianat, si dominan itu mau sy suntik fentanyl 1000 cc biar mokat, mmpus..!).

Tapi sy pernah juga dpt seorang dominan yg kena infeksi di medulla spinalis, spondilitis TB, jd lumpuh kedua kakinya tiba2. Pas dirawat, submissifnya datang menemani. Itu dibentak2, gak ada sayang2. Si submissif ini tampilannya sih kelas sandal jepit, manggil dominannya “abaaaang…” (jijik ya dengarnya).

Ada juga piaraan bayaran. Satu pasien sy asal Jogja (skrg sdh meninggal dg toksoensefalitis; bisul di dalam otak krn kuman tokso yg srg nempel di badan kucing, anjing) mengaku dia bayaran. Dipiara seorang laki2 cina utk bayaran 1000 smp 2000 USD per bulan. Uang nya dia kirim ke Jogja utk anak & istrinya…😩. Dia ini sejatinya bukan gay, jd semacam pelacur lelaki (gigolo) yg kerja sbg caddy lelaki di satu lapangan golf di Tangerang. Waktu ketahuan hiv & tokso, nangis meraung2, selama dirawat baca Qur’an terus, kalau sy periksa, slalu terisak2 & bilang menyesal. Pas ketemu bininya, sy yg berkaca2. Sebab bininya perempuan berhijab rapi dg dua balita yg juga berhijab.

Ada juga gay kakak adik. Sejak kecil dikasih satu kamar dn satu ranjang oleh emak bapaknya. Pas gede, tau2 yg kakak kena kripto. Dicek hiv positif, ditanya pasangannya siapa, dia bilang adiknya. Pas adiknya dicek, positif juga hiv nya. Kedua2nya sdh meninggal, dlm satu ruang rawat yg sama. Ayahnya smpe anak2 itu dikubur pun gak pernah mau datang nengok…

Hati2 dgn anak2, ajarkan mereka utk bertindak agresif klo ada yg coba2 menggoda (gay), jangan kasih ampun, langsung pukuli beramai2..!!

Pengalaman sy dari anak2 yg kena goda para penyuka anus ini mereka makin agresif klo yg digoda diam atau menunjukkan rasa takut. Tapi langsung berhenti klo yg digoda langsung main fisik. (Beberapa anak muda yg digoda gay konsultasi ke sy bersama ortunya).

Bila anak bepergian, jangan ijinkan kalau sendirian…! Usahakan be-ramai2, spy nyalinya tdk ciut klo ada gay yg dtg menggoda. Mereka bisa tawarkan apa sj, bisa uang, bisa bujuk rayu, bisa ancaman.

Dari wawancara dgn pasien2 gay, mereka ini tadinya SEMUA pernah mengalami anal seks, sebagian besar secara paksa. Setelahnya mereka akan sngat dijaga & ditemani oleh kelompok gay. Pergaulannya diganti jd pergaulan gay, dst.

Cerita tntang GAY, semua berakhir TRAGIS…!!! Belum pernah sy dengar yg berakhir spt di cerita fairytopia… misalnya berakhir kayak Cinderella…, happily ever after…. Kisah para gay berakhir dengan tokso, kripto, TB, pnemonia, kandida, dan diujungnya, mati sendirian tanpa didampingi kaum-nya……

Bila Anda menganggap bhw tulisan ini bagus dn perlu diketahui oleh banyak orang, tolong bagikan kpd teman, kerabat serta handai-taulan yg lain, demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. Red/Hugeng W



Owner


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *