full screen background image


Ketika Tikus Berpikir “Sama-sama RAKUS”

Oleh : Mas Dofier

“Cuek, masa bodo, yang penting aku kenyang. Ga peduli ini “makanan” siapa?. Mungkin itu yang dalam benak si ikon koruptor alias tikus. Tengah hari bolong tikus super cueknya menyantap makan siang. Meski manusia lalu lalang didepannya, biasanya tikus mencium bau manusia langsung lari terbirit-birit. Beda dengan tikus yang ada di Pasar Cikampek, karena beberapa sudah terang-terangan menantang manusia pada siang hari. Bagaimana jika pasukan tikus keluar serentak pada siang hari?”

Suatu ketika, saat saya bersama beberapa teman berjalan kaki di pasar cikampek, ada fenomena yang membuat saya tidak habis fikir, sehingga saya sangkut pautkan dengan fenomena yang terjadi di Republik tercinta akhir-akhir ini.

Kejadian waktu itu sungguh membekas di benak saya, jika hewan yang pada umumnya takut jika ada manusia, karena hewan tersebut biasa di sebut sebagai hama dan selalu berusaha dibunuh apabila tertangkap oleh manusia.

Seekor tikus yang begitu tenangnya ketika saya beserta beberapa teman-teman lewat, membuat saya memiliki dua opsi yakni; apakah memang tikus ini di pelihara dan biasa di beri makan oleh pedagang di pasar. atau, memang tikus sekarang sudah tidak takut lagi kepada manusia.

Jika di ibaratkan tikus adalah koruptor atau korupsi lainnya, saya melihat kejadian yang saya lihat tersebut betapa miripnya dengan para penjahat yang ada di republik ini. Bisa di buktikan, dengan tersedianya lembaga penegak hukum seperti Polisi, Jaksa, KPK serta lainnya, namun bukan tingkat tindak kriminal, korupsi, semakin berkurang, namun justeru bertambah. Dan yang paling menyedihkan, yang sudah di tersangkakan pun seperti tidak ada rasa takut karena semua terkesan bisa di kondisikan, karena mungkin  tikus berfikir sama-sama Rakus.

Fenomena seperti tersebut sungguh menciderai suatu motto yang kami sering utarakan “Damai bukan berarti Bebas”, karena yang banyak terjadi lebih pada “Damai ya Bebas”. ****