full screen background image


Ketua Setnas FPII Kecam Keras Oknum Polantas Polres Malang Hina Profesi Wartawan Seperti “Tai”

Mustofa Hadi Karya “Opan”, Ketua SETNAS FPII didampingi Haris Supriyono, Ketua SETWIL FPII DKI Jakarta dan Muhammad Agus Supriyanto “Bung Jay”, Deputi Jaringan SETWIL FPII DKI Jakarta saat memberikan keterangan Persnya (, Kamis, 31 Agustus 2017 petang di Jakarta) terkait penghinaan profesi wartawan yang dilakukan oleh oknum Polantas Polres Malang, Jawa Timur. Foto2 : Kokoh Afu

Lapan6online.com – Malang/Jawa Timur : Disinyalir dari pemberitaan Rnews tertanggal 12 Juni 2017, terkait seorang wartawannya dilecehkan oleh  anggota Polantas Polres Malang, Bripka. Hery W dengan sebutan “Wartawan Seperti Tai” membuat konflik baru ditubuh kepolisian Malang dengan insan pers.

Meski oknum Polantas tersebut telah dilaporkan ke Propam Polres Malang, tanggal 18 Mei 2017 namun penanganan terkesan lamban walaupun sudah terjadi mediasi dimana dalam mediasi dipimpin langsung oleh Ipda. Basuki Iriyanto, SH.

Lontaran kata kotor “Wartawan  Seperti Tai” keluar saat wartawan Rnews meminta konfirmasi tentang masalah proses tilang yang dilakukan oknum tahun 2015. Oknum Polantas tersebut sudah menghilangkan Barang Bukti (BB) 1 unit sepeda motor dan menyita BPKB serta STNK dan tidak mengembalikannya sampai tahun 2017.

Dalam mediasi yang dilakukan Kasi propam Polres Malang seminggu setelah pelaporan tersebut, Oknum sempat tak mengakui perbuatan dan ucapannya yang menghina profesi jurnalis, hal itu sempat membuat Kasi Propam Polres Malang Ipda. Basuki Iriyanto. SH emosi. “Kamu bikin malu saja, mau tak sumpal sepatu mulutmu,” emosi Kasi Polres Malang Ipda. Basuki kepada Hery.

Hinaan yang dilontarkan oleh Oknum Polantas Polres Malang yang mengatakan wartawan seperti ‘TAI’ telah mendapat kecaman dari seluruh jurnalis di Indonesia. Bahkan Ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (Opan,red) Mengecam Keras ucapan Oknum Polantas Malang yang menghina profesi wartawan seperti “Tai”.

Kepada Lapan6online.com melalui telepon selulernya mengatakan bahwa,“Ucapan hinaan terhadap profesi jurnalis yang dilontarkan oknum polantas Polres Malang, Hery W sudah kelewat batas. Oknum tersebut harus ditindak tegas dan tidak bisa hanya dengan mediasi saja. Upaya hukum harus dijalankan karena ucapan tersebut menyama-artikan profesi wartawan seperti kotoran.” Geram Opan. Ketua Setnas FPII menghimbau kepada seluruh lembaga jurnalis di Indonesia maupun insan pers dan para pemilik media untuk bersatu menegakan UU Pers 40/1999.

Lebih lanjut Opan menambahkan,“Kami meminta Oknum Polantas Polres Malang Bripka. Hery W untuk segera dipanggil dan dilakukan upaya –upaya hukum terkait penghinaan profesi wartawan sesuai UU Pers nomor 40 tahun 1999. Dalam hal ini, Kapolda Jawa Timur harus tegas dalam menindak anggotanya yang sudah jelas menghilangkan Barang Bukti dan penghinaan wartawan.” tegas Opan.

Menurut Opan, wartawan sebagai pilar keempat demokrasi yang  dilindungi UU. Penghinaan, pengancaman, kekerasan dan pelarangan peliputan wartawan jelas melanggar UU Pers 40/1999.  Untuk itu, Ketua Setnas FPII mendesak Kapolda Jawa Timur segera melakukan tindakan hukum pada oknum polantas Polres Malang, Bripka Hery W. Tri Wulansari



Owner


2 thoughts on “Ketua Setnas FPII Kecam Keras Oknum Polantas Polres Malang Hina Profesi Wartawan Seperti “Tai”

  1. CeJe Dw Sh

    Disampaikan kepada netizen dan sahabat jurnalis.
    Peristiwa yg terjadi sebenarnya sbb :

    1. Sekitar awal thn 2015 sdr SUBAI alamat Wajak Kab Malang merasa dihentikan kendaraannya di desa Slamet kec Tumpang jenis kendaraan supra nopol DK …
    2. Selanjutnya spm tsbt di bawa ke pos lantas Tumpang dan mengaku bernama Heri dan tdk di beri tilang.
    3. Krn srt srt BPKB dan STNK berada di Bali ybs lama tdk mengurus selanjutnya sekitar 1 thn yg lalu mengurusnya tdk ketemu dgn sdr Bripka Heri.
    4. 6 bln kemudian bripka herri pindah di pos Karangloh dan di datangi korban SUBAI satu tahun yg lalu, menanyakan ttg spm tsbt. Dan Bripka Herri merasa tdk menilang dan berjanji mencari di pos Tumpang namun kendaraan tdk ada.
    5. Selanjutnya korban SUBAI menemui salah satu rekan jurnalis bernama WIWIN ybs bilang sanggup membantu dan merasa kenal dgn Bripka Heri sering bertemu di Pos Tumpang dan pos Karang loh.
    6. Datang sdri Wiwin, bersama rekan pers dan sdr SUBAIN mengurus spm dgn sdri wiwin memberikan BPKB dan STNK kpd sdr Heri utk mencari BB nya.
    7. Namun tak kunjung ketemu dan merasa kendaraan hilang mendatangi lagi ke Pos karangloh sdri wiwin dan Iwan jurnalis terjadi silang pendapat dan cekcok. Selanjutnya sdri wiwin merasa di rugikan melaporkan ke Propam Polda.
    8. Saat ini perkara tsbt di tangani propam Polda.
    9. Upaya dr Polres Malang telah melakukan klarifikasi atas perkara tsbt kpd Bripka Heri dan Subai.
    10. Upaya utk mediasi dipertemukan antara subai dgn Bripka Heri ybs tdk berkenan krn sdh di kuasakan kpd sdr Wiwin.
    11. Selanjutnya bripka Heri, di dampingi propam, knt intel Wajak dan Kades Wajak ybs tdk mau mediasi dan di kuasakan urusan tsbt kpd sdri Wiwin.
    12. Harapan dr pelapor atas perkara tsbt sdr heri utk mengganti rugi setiap harinya Rp 100 ribu selama 2 thn sktr Rp 63 juta.
    13. Atas upaya yg dilakukan utk mediasi dgn korban sdr Bripka Heri sdh pasrah krn korban SUBAI tdk mau dan sdh melaporkan ke propam Polda.

    Mari berikan waktu propam utk menuntaskan perkara tsbt yg di tangani propam Polda.

    Ttd Kasi Propam Polres Malang

    1. Bambang Y.B Post author

      Terimakasih Ceje Dw SH atas tambahan informasinya, mudah2an kami awak media mampu lebih jeli dan teliti dalam menyampaikan pemberitaan. Salam Redak Lapan6 “Damai Bukan Berarti Bebas”

Comments are closed.