full screen background image


Kunjungi Dinsos DKI, Alzheimer Indonesia – Belanda Jembatani Ke Eropa

Lapan6online.com – Jakarta : Alzheimer Indonesia wilayah Belanda mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 milik Dinas Sosial DKI Jakarta. Kunjungan itu sebagai jembatan dalam mengatasi permasalahan alzheimer di Indonesia dengan Eropa.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Marjito mengemukakan, panti yang dikhususkan untuk para lanjut usia telantar ini berpotensi mengalami alzheimer atau demensia.

“Mereka ada yang lupa alamat rumah, bahkan ada yang minta makan padahal sebelumnya sudah makan. Ini jadi tanda-tanda alzheimer,” ujar Marjito saat ditemui pada Kamis (2/11).

Ia melanjutkan, perlu ada sosialisasi penanganan alzheimer khususnya di DKI Jakarta. Karena selama ini kerap ditemukan lansia telantar di jalanan Jakarta.

Lansia itu, katanya, sering lupa alamat rumah, lupa keluarga, dan lain sebagainya. Akhirnya mereka pun dibawa dan dirawat di panti khusus lansia ini.

“Di DKI sudah ada pasukan ungu yang terdiri dari relawan dan petugas P3S Dinas Sosial yang akan menyelamatkan mereka di jalanan,” kata Marjito.

Namun, upaya itu tentu tidak selesai begitu saja. Harus ada sosialisasi bagi warga agar mengetahui tanda-tanda alzheimer dan penanganannya. Sehingga lansia yang terindikasi alzheimer tidak hilang dari rumah dan telanar di jalanan.

Maka dari itu, pihaknya bekerjasama dengan Alzheimer Indonesia wilayah Belanda untuk dapat berbagi pengetahuan dalam menangani alzheimer.

Sementara itu, Amalia, koordinator Alzheimer Indonesia wilayah Belanda mengemukakan, kunjungan ini sebagai kerjasama awal untuk membangun hubungan selanjutnya.

“Kami ingin ini menjadi hubungan yang panjang. Alzheimer Indonesia wilayah Belanda ini akan menjembatani Indonesia untuk ke Eropa,” tandas Amalia.

Selain itu, pihaknya berharap agar kerjasama ini bisa konsisten terus menerus. Tidak hanya sebatas kunjungan semata namun ada kegiatan yang bermanfaat khususnya bagi lansia.

Pihaknya juga akan membawa permasalahan-permasalahan yang terjadi di Indonesia ke Eropa. Sehingga akan ada kerjasama dengan Eropa dalam mengatasi permasalahan alzheimer di Indonesia.

“Kami berharap ada ide-ide dan masukan dari pemerintah yang disampaikan ke kami. Nanti masukan itu akan kami coba bawa melalui gambar dan video-video itu ke Eropa,” ujar Amalia. Ragil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *