full screen background image

Mencekam..!!!Akibat Penganiayaan di Timika Berujung Maut

Lapan6online.com – Papua : Minggu, 12 November 2017, sekira pukul 01.15 WIT, Di Jalan Poros masuk Kwamki Narama dekat Check Point Mile 28 Distrik Kwamki Narama, Mimika, telah terjadi tindakan penganiayaan terhadap Dedi Kiwak (28), yang dilakukan oleh OTK (orang tak dikenal.red) mengakibatkan korban meninggal dunia dengan anak panah tertancap di tubuh korban,

Agustinus (23) menuturkan ”Saya mendengar teriakan minta tolong sebanyak 4 kali dari arah jalan masuk ke Kwamki Narama yang tidak jauh dari check point Mile 28” sehingga Agustinus bersama dengan Irwan dan Umam, merespon suara tersebut dengan menggunakan motor ke arah datangnya suara, setiba di TKP Agustinus  mendapati sebuah Helm warna hitam  dan topi warna kuning, lalu Agustinus  dan kedua rekannya kembali ke Pos untuk mengambil mobil dan digunakan kembali menyisir TKP.

Setelah kembali di TKP dengan bantuan sinar lampu mobil ternyata terlihat dibawah parit terdapat sesosok mayat yang dipenuhi dengan anak panah disekujur tubuh korban, dan akhirnya agustinus dan kedua rekannya kembali ke pos untuk menyampaikan kejadian tersebut ke Andre dan selanjutnya Andre melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polisi Polsek Mimika Baru.

Tidak lama setelah kejadian, Anggota Reskrim Polsek Miru dpp Ipda Lexi. M tiba di TKP, langsung melakukan olah TKP, lalu korban di evakuasi ke RSUD Mimika dan selanjutnya akan dilakukanvisum.

Penuturan Ipda Lexi (Kanit Reskrim Polsek Miru) “bahwa sementara aparat masih melakukan penyisiran untuk mengamankan tokoh maupun kelompok dari pihak pelaku agar dapat diajak menyerahkan pelaku dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan”. Pihak pengamanan yang terlibat ada 3 peleton dipimpin oleh Kompol Toni Ukuya (Kabaops Polres Mimika), 1(satu) SST personil Dim 1710/Mimika dpp dan Kapten inf H.hutabarat(Danramil 03/Kuala Kencana).

Adapun motif pembunuhan tersebut dalam penyelidikan pihak Polsek Miru, terindikasi pelaku dari kelompok Murib/Kulla; lalu pihak korban akan melakukan pembalas kepada kelompok pembunuh maka perlu penanganan lebih lanjut guna mencegah adanya tindakan pembalasan yang berujung perang antar suku/kelompok. Saat ini masyarakat dari kedua belah pihak siaga di kubu masing – masing. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *