full screen background image

Menteri Jonan : PLN Akan Hapus Listrik Non Subsidi 4.400 VA ke Bawah

Lapan6online.com – Jakarta : PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal menghapus sebagian besar kelas golongan pelanggan listrik Rumah Tangga (RT) penerima non-subsidi. Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Selasa (7/11).

Ia juga katakan, pelanggan non-subsidi hanya akan terbagi pada dua kelas golongan, yakni 4.400 VA dan 13.200 VA.

“PLN akan membagi golongan pelanggan listrik RT dalam tiga kelas, yakni golongan Rumah Tangga (R-1) 900 VA-RTM, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Tiga kelas itu akan dihapus karena rentang satu sama lain terbilang dekat.” papar Jonan.

PLN sendiri sepakat mengubah kelas golongan langganan rumah tangga dari 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA yang akan dihapus kecuali bagi pelanggan menerima subsidi. “yang lain mungkin sekalian 4.400 VA, 13.200 VA,” kata Jonan.

Pihaknya akan terus memangkas tarif listrik secara bertahap melalui efisiensi. Hal itu dilakukan dengan tujuan penataan tarif listrik.

“Pemerintah sendiri memang memiliki tiga fokus besar, yakni kapasitas listrik, rasio elektifikasi atau pemerataan layanan listrik, dan tarif listrik. Subsidi listrik sendiri. Ucap Jonan. Ia juga menjelaskan kenaikan tahun depan menjadi Rp. 93 triliun – Rp. 95 triliun dari posisi tahun ini Rp. 90 triliun.

Jonan mengatakan pendapatan tersebut semuanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sehingga pemerataan pembangunan lebih terasa.

Hingga saat ini, rasio elektrifikasi tercatat sebesar 93 persen dari target 92,75 persen. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi sampai 2019 mencapai 97 persen.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan kalau bisa 100 persen, kami berjuang,” ringkas Jonan.

Menurut Jonan, saat ini rasio elektrifikasi di Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih minus. Bila diakumulasi, setidaknya masih ada 2.500 desa yang tidak mendapatkan aliran listrik.

“Dalam skala ini kan jelas bahwa pemerintah menggunakan dana anggaran menerangi 2.500 desa dengan lampu tenaga surya hemat energi,” pungkasnya. TWS




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *