full screen background image


Munaslub Ditunda, Jadi Gong Perpecahan di Partai Golkar

Lapan6Online.com – Bogor/Jawa Barat : Upaya beberapa pihak elite Partai Golkar untuk menunda-nunda pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub,red) Partai Golkar mengakibatkan suhu tubuh di Partai Golkar semakin memanas dan terancam perpecahan.

Langkah terpidana Setya Novanto yang ngotot bertahan dan mengangkat Idrus Marham sebagai Plt. Ketua Umum dinilai memicu kemarahan kader-kader Golkar.

Samsul Hidayat salahsatu kader Golkar asal Jawa Barat yang juga Wakil Sekjen PPK KOSGORO 1957 sangat menyayangkan elite Partai yang berfikir hanya melindungi kepentingan praktis kelompoknya yang sengaja membelenggu partai Golkar tanpa perduli citra dan wibawa Partai Golkar yang semakin terpuruk.

Kepada Lapan6Online.com, Samsul mengatakan bahwa,”Dengan akal sehat manapun tidak mungkin kita bertarung di Pilkada dengan citra seperti ini. Lebih mustahil lagi akan memperoleh dukungan atau keterlibatan publik yang sangat kritis. Mereka setiap menit menyaksikan tayangan media maupun medsos (media sosial) bagaimana ketua umum Golkar itu menjadi bulan-bulanan dengan judul dan isi berita yang sangat tidak nyaman,” kata Samsul.

Lebih lanjut Samsul menambahkan,”Lebih tidak mengerti upaya elite Golkar yang mengkerucut kompak menunda nunda Munaslub dengan alasan menghargai permintaan SN.

Elite Golkar harus bisa membedakan mana wacana administratif kepartaian dan mana logika publik kepartaian, kita tinggal pilih mau berkutat diwilayah administratif kepartaian dan ditinggalkan publik , atau kita tinggalkan wilayah administratif kepartaian dan pilih publik?

Dengan segala hormat kita tetap prihatin dengan apa yang terjadi menimpa, namun SN harus diingatkan untuk menjunjung tinggi kehormatan dan wibawa Partai dan lebih elegant apabila beliau menerapkan budaya malu dengan mundur terhormat sebelum tanggal 5 Desember 2017,” tambah Samsul.

Konon elite Golkar pro status quo sangat marah dan risih kepada DPD Golkar Provinsi yang semakin kompak mendesak DPP golkar segera menggelar Munaslub selambatnya tanggal 9 Desember 2017.

Dedi Mulyadi ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat dan Wisnu Suhardono dinilai paling konsisten menyuarakan desakan percepatan munaslub tersebut.

Bagi Samsul sebagai kader Partai Golkar geram dengan sikap petinggi-petinggi Golkar yang tidak konsisten dalam mengambil sikap,”Munaslub adalah upaya terbaik untuk melepaskan beban yang sangat berat yang dipikul Golkar, harus diingat Golkar tidak dimiliki oleh orang perorang, golkar tidak dimiliki oleh kelompok, sahamnya milik semua, kembalikan kewibawaan dan kehormatan Partai Golkar maka tanggal 9 Desember 2017 adalah momentum tepat pelaksanaan Munaslub bertepatan dengan Hari Anti Korupsi, ” pungkasnya. Maemunah Anabanu



Owner


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *