full screen background image


Pemuda Anti Korup Menggugat Koruptor Generasi Me-Cin

Lapan6Online.com – Jakarta : Korupsi di Indonesia saat ini  cenderung mewabah dikalangan penguasa   yang ditemui di setiap rezim kepemimpinan. Uniknya, sekarang penguasa “dikuasai dan dikendalikan” oleh para cukong. Aset negara dialih kepemilikan ke tangan pihak asing dengan alasan keterbelakangan pemikiran negara yang kuno oleh penguasa. Hal tersebut secara langsung mempersilahkan kaum kapitalis menguasai bangsa Indonesia.

Maimunah Anababu, Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia 2017 (HAK2017). Foto2 : Septa Purnama/Lapan6

Demikian Ditegaskan Maimunah Anabanu, Ketua Panitia Pelaksana Hari Anti Korupsi (HAK) se Dunia dari INFOKOM DKI Jakarta yang diberikan kepercayaan dari LP3K-RI (Lembaga Penyelidikan Pemantauan & Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia) yang merupakan agenda tetap,  diperingati setiap tahun dan akan berlangsung tanggal 9 Desember mendatang.

Mengkritisi perkembangan korupsi di Tanah Air akhir –akhir ini, Maemunah menilai korupsi yang terjadi di Indonesia seperti sudah membudaya. Karena itu “Budaya” korupsi  harus dibinasakan dari Bumi Pertiwi, jahatnya korupsi sama seperti teroris, korupsi sama saja telanjang, korupsi juga menjadi belenggu cita-cita anak bangsa.

Seperti keterangan persnya pada Jum’at, 01 Desember 2017 di Kantor Sekretariat Panitia Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia, Jl.R.M.Harsono No.1, Ragunan, Jakarta Selatan bahwa“Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat. Evolusi korupsi berorientasi tak lagi hanya pada nilai mata uang, aset dan property bangsa dijadikan barang dagangan, pengolahan dialihkan kepada pihak swasta yang notabennya adalah pihak asing. Bukankah evolusi korupsi di Indonesia saat ini sudah sangat meresahkan?” tegas Maimunah menanggapi evolusi korupsi yang semakin hari semakin bejat.

Karena itulah, kata Maimunah, LP3K-RI sebagai salah satu lembaga yang terus konsisten mengawal penyelidikan pemantauan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air, tahun ini bekerjasama dengan salah satu organisasi pemuda Infokom DKI, akan memperingati Hari Anti Korupsi 2017 dengan mengusung Tema Pemuda Anti Korup MENGGUGAT KORUPTOR GENERASI “Me-Cin”.

“Kami mendapat kepercayaan dari pengurus LP3K-RI untuk menyelenggarakan kegiatan yang diperingati seluruh penggiat Anti Korupsi di dunia ini. Disamping itu kita juga melakukan berbagai koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait, seperti Kejaksaan, TNI, Polri, KPK dan PEMDA DKI Jakarta,” tambahnya.

Tahun ini, LP3K-RI dalam melaksanakan kegiatan Hari Anti Korupsi se Dunia menggandeng Komunitas kaum muda yang tergabung dalam wadah Infokom DKI Jakarta yang dikenal  memiliki ekstabilitas dan jiwa militansi yang kuat, sehingga tidak ragu dengan eksistensi untuk peduli kepada Ibu Pertiwi yang saat ini sedang menangis.

Mengusung pemikiran yang terbarukan, Infokom DKI sebagai forum kaum muda hadir untuk menyuarakan aspirasi gerakan anti korup dengan menggugat, Kaum muda bangkit, kaum muda kreatif, kaum muda kritis dan kaum muda inspiratif bukan kaum muda dengan predikat alay. Saatnya kaum muda bangun dari tidur panjang.

Menurut Maemunah, persoalan korupsi marak dikumandangkan banyak media massa, baik lokal, nasional, maupun internasional membicarakan persoalan korupsi. Pembicaraan yang berkembang adalah penyalahgunaan wewenang jabatan resmi untuk keuntungan pribadi atau kelompok dengan dasar politik kekuasaan. Isu korupsi  didefenisikan sebagai salah satu tindak pidana yang harus dicegah, dihindari dan diberantas.

“Oleh karena itu, Peringatan hari anti korupsi se-dunia yang diperingati setiap tanggal 09 Desember tiap tahunnya ini menjadi moment tepat mengkritisi penguasa rezim dari hulu sampai  ke hilir kepemerintahan,” kata Maimunah  Anabanu.

Murdani, Sekretaris Jenderal Lembaga Penyelidikan Pemantauan&Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI).

Mendukung pernyataan tersebut Sekretaris Jenderal LP3K-RI Murdani mengatakan “Banyak aset negara yang telah di jual maupun di gadaikan kepada pihak swasta salah satunya yang harus kita kawal ialah Bank – Bank BUMN yang di gadaikan kepihak asing dengan…  karena kita sama-sama tahu bahwa Bank BUMN ini berkontribusi mencapai 35% di dunia perbankan Indonesia, jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kemungkinan besar kita akan kehilangan Aset berharga lagi”.

Menurut Murdani, harapan diadakannya peringatan HAK Se-Dunia 2017 adalah untuk mengajak semua pihak baik dari para penguasa rezim, tokoh agama, cendekiawan dan seluruh masyarakat khususnya pemuda untuk peduli pada negaranya sebab korupsi belenggu cita-cita anak bangsa.

Sesuai dengan komitmen pemerintah tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) nasional, dalam rangka mewujudkan negara bersih dan berwibawa. Maka LP3K-RI menjadikan moment ini sebagai agenda tetap tahunan sekaligus memperingati Hari Anti Korupsi Se-Dunia setiap tanggal 9 Desember.

“Ikon “Pemuda Anti Korup”, adalah sebuah trade mark yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sehingga kami berharap peran pendidikan pemuda dapat berjalan dengan baik, sebagai aspek awal sadar akan buruknya dampak korupsi. Dari itu semua maka maksud dan tujuan acara yang akan kami lakukan adalah untuk membentuk dan mensosialisasikan peran dasar fungsi keluarga sebagai pendidik pembentuk karakter dan etika,” jelas Murdani.

Disamping itu, tambahnya, memberi pengetahuan  tentang apa yang dimaksud dengan korupsi itu sendiri memberikan sosialisasi dari bahaya korupsi lebih luas. Membentuk kesadaran atas peran dan fungsi pemuda dalam kejahatan korupsi. Membentuk generasi baru yang bersih dengan adanya sosialisasi ini. Membuat langkah Indonesia baru tentang kesadaran anti korupsi. Membentuk pernyataan sikap bersama dengan Deklarasi Pemuda Anti Korupsi, Kalo Bersih Kenapa Risih!!! . Wa Irma/Oca




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *