full screen background image

Penetapan Kembali TSK Baru Penerima Dana Pembobol Bank DSB Singapura

Lapan6Online.com – Jakarta : Terkait adanya Tindak Pidana pembobolan dana nasabah di Bank DBS Singapura, setelah pada tanggal 03 Januari 2018 BARESKRIM menyerahkan tersangka dan barang bukti (BB) penerima dan penarik transfer tanpa hak atas nama PT. Jerminggo Global Internasional di Bank BRI senilai USD 300,000.00.-, pada Kejagung RI.

Saat ini Penyidik BARESKRIM Polri kembali menetapkan tersangka baru yakni Ny. Iay Kartika selaku Direktur Utama PT. Citraayu Samudera Biru yang bergerak di bidang jasa penyewaan Alat Konstruksi / Teknik / Mekanikal / Elektrikal dan Alat Transportasi yang berdomisili di Rawa Badak Utara Kecamatan Koja Jakarta Utara, dengan Pasal Tindak Pidana menerima Transfer Dana Tanpa Hak dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, atas penerimaan dana USD 100,000.00.- pada PT. Bank Central Asia, Tbk yang berasal dari rekening milik GREEN PALM CAPITAL CORP di Bank DBS Singapore. Hal ini diungkapkan Hendrawan Penyidik Subdit II Perbankan Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri di Jakarta (25/1/2018).

Dalam hal ini Penyidik Bareskrim menyampaikan bahwa ditemukan fakta hukum adanya perbuatan tersangka Ny. IAY Kartika dengan sengaja telah menerima dana tanpa hak pada rekening BCA atas nama PT. Citraayu Samudera Biru pada tanggal 30 Desember 2016 tersebut dari Bank DBS Singapura atas nama pemilik rekening perusahaan Green Palm Capital Corp sebesar USD 100,000.00., setelah dana masuk sebesar USD 100,000.00, dana tersebut ditarik tunai dengan menggunakan cek sebanyak 15 (lima belas) kali di beberapa kantor cabang Bank BCA dan kemudian diserahkan untuk kepentingan jaringan pembobol bank (pihak yang meminjam rekening PT. Citraayu Samudera Biru) dan sebagian dana untuk kepentingan pribadi tersangka, katanya.

Atas perbuatan tersangka tersebut telah dilakukan penyidikan dengan upaya awal melakukan pemeriksaan tersangka Ny. IAY Kartika pada hari Senin tanggal 22 Januari 2018 dan telah melakukan penyitaan barang bukti terkait hasil tindak pidana tersebut antara lain 1 (satu) unit kendaraan Mercy dan uang tunai Rp. 200.000.000,-.
Hasil penyilidikan membuktikan ada pihak lain yang telah melakukan pengajuan transaksi pada rekening tersebut dengan memalsukan aplikasi transaksi (Telegraphic Transfer Form) dengan menggunakan copy paste tandatangan pemilik rekening. Sementara itu pihak Bank DBS Singapura diduga tidak melakukan prosedur pengecekan (call back) kepada pemilik rekening untuk minta persetujuan menjalankan transaksi tersebut. Dalam proses penyidikan ditemukan beberapa keganjilan terkait Form Telegraphic Tranfer (TT) yang diterima oleh Bank DBS Singapura adalah hasil editing atau Palsu dan diyakini bahwa bukan merupakan produk atau buatan dari Owner, antara lain : adanya perbedaan bentuk dan ukuran huruf cetakan dari Form TT aslinya, adanya penggantian kata / berisi data – data dan menjadi jelas target tujuan penerima dan Form TT palsu tersebut bersumber dari soft copy pdf yang direkayasa, tandasnya.

Ditambahkan Hendrawan, akibat kejadian ini pelapor mengalami kerugian materiil sebesar USD 950.000,- atas penerimaan dana tanpa hak di Bank yang berada di Indonesia saja sedangkan total kerugian nasabah keseluruhan sebesar USD. 1,860,000.00,- (termasuk pengiriman dana ke Negara China dan Negara Hongkong).

Sementara ketika dikonfirmasikan awak media, (25/01), Hero Hendarto selaku kuasa hukum tersangka memberikan keterangan, bahwa kasus ini masih dalam proses, ujarnya singkat. Monty




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *