full screen background image

Perguruan Prabu Batan Cab.Jak-Sel Raih Piagam di Kejurnas Karate UNJ CUP VI 2017

Lapan6online.com – Jakarta : Dalam kejuaraan karate terbuka, UNJ Cup adalah termasuk event yang paling diminati. Sehingga tak heran jika setiap tahun selalu dibanjiri karateka-karateka dari berbagai daerah di Indonesia untuk menjajal kemampuan.

Salah seorang Coach Prabu Batan sangat mengapresiasi ajang kejurna UNJ Cup untuk meningkatkan prestasi karateka – karateka di seluruh Indonesia khususnya pemula. Dalam ajang tersebut, Wadokai Karate-Do Jaksel berhasil meraih juara II, juara III dan juara III bersama dan dalam kategori komite Putri Cabang Jakarta Selatan meraih piagam.

Ajang bergengsi UNJ Cup perguruan WAadokai Karate-DO Jaksel raih juara tiga besar komite Putri dalam ajang Kejurnas UNJ Cup 14 -15 Oktober 2017 lalu.

Dalam kejuaraan karate terbuka, UNJ Cup termasuk even yang paling diminati. Tak heran setiap tahun selalu dibanjiri karateka-karateka dari berbagai daerah di Indonesia untuk menjajal kemampuan.

Prabu Batan yang dimotori para punggawa seperti sempai Yadi,   Sempai Gabriel, Sempai Gagad. Sempai Bekti dan Sempai Sapri.  Salah satu Sempai Prabu Batan Jakarta Selatan (Fabian Gagad,red) mengatakan, sangat mengapresiasi ajang Kejurnas Karate UNJ Cup 2017 untuk meningkatkan prestasi karateka – karateka di seluruh Indonesia khususnya pemula.
Motivasi Bagi Karateka.

Tingkat Pertama seseorang belajar dan berlatih  beladiri adalah untuk  bisa membela diri  agar ia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan mental yang kuat saat dihadapkan pada situasi  yang mengancam kenyamanan dirinya (padahal belum tentu orang yang mengancam dia ingin melukai atau membunuhnya tetapi melainkan hanya cuma ingin menggertaknya  saja, tapi bagi dia ini merupakan suatu ancaman yang sangat menakutkan dan mengharuskan dirinya untuk  belajar dan berlatih ilmu beladiri karena pada intinya dia tidak percaya diri  dan tidak siap mental terhadap orang yang kasar kepada dirinya.

Tingkatan Kedua seseorang yang  belajar dan berlatih  ilmu seni beladiri adalah ingin menunjukkan eksistensinya di masyarakat bahwa dia adalah seorang Karateka.  Dalam bentuk yang negatif adalah dengan petantang-petenteng bila berjalan di depan masyarakat, bertindak sombong dengan memamerkan jati dirinya sebagai Karateka, dan mencari gara-gara agar terjadi perkelahian untuk menunjukkan kemampuan Karatenya sekaligus untuk menguji kemampuan ilmu beladirinya.

Tingkatan Ketiga  seseorang belajar dan berlatih  beladiri adalah ingin menunjukkan  prestasinya yang merupakan kebanggan dirinya kepada orang lain yang berada di dalam ataupun diluar lingkungannya dengan cara mengikuti setiap pertandingan Karate yang diadakan. Seseorang yang berada pada tingkatan ini mengetahui dan meyakini bahwa dia sudah aman dari pada bahaya yang mengancam dirinya, yang mengharuskan dirinya untuk menggunakan ilmu beladirinya. Dan dia meyakini bahwa kecil kemungkinannya dia untuk  menggunakan ilmu beladiri karena memang dia sudah dalam keadaan aman. Jadi agar ilmu beladiri yang telah dipelajarinya tidak hilang sia-sia, maka ia mengambil keputusan untuk menjadi atlit. Tetapi seringkali godaan yang berat datang kepada orang yang menjadi atlit ini berupa malas dan tidak konsisten dalam berlatih setelah  pertandingan.

Semntara itu, dalam ajang itu sendiri Perguruan Prabu Batan Jaksel meraih juara II,juara III dan juara III bersama dalam kategori komite putri. Semoga Prabu Batan ke depan bisa melahirkan atlet – atlet karate berprestasi. Haris S




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *