full screen background image


Prospek Coklat Aceh Timur Go International

Lapan6online.com. Berbicara coklat, biasanya kita tertuju ke Negara Swiss. Namun mindset ini harus diubah. Ke depan jika berbicara tentang coklat maka kita harus menengok ke Aceh Timur. Ditinjau dari kondisi geografis juga keadaan alamnya, Aceh Timur memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Agribisnis. Ketersediaan lahan dan kondisi tanah sangat mendukung bagi pemanfaatan kegiatan usaha sektor perkebunan, salah satunya coklat.

Komoditi unggulan daerah sektor perkebunan ini sempat limbung akibat konflik yang terjadi sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2005 dan telah menjadikan salah satu faktor yang membuat 50% perkebunan milik rakyat utamanya coklat, rusak dan terbengkalai.

Sudah waktunya Aceh Timur merebut pasar dan mengubah pola pikir kebanyakan masyarakat dunia tentang coklat. Saat ini, Indonesia merupakan produsen coklat terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, dengan menghasilkan 15 persen produk biji coklat dunia.

Ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh cukup tinggi, yaitu 4,7% di semester I-2015, di tengah melambatnya ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini termasuk tiga besar di negara-negara G20. Saat inilah kesempatan Aceh Timur merebut pangsa pasar coklat dunia. Supaya dunia mengenal “Chocolate From East Aceh”.
Aceh Timur harus bangkit dan menjadi penggiat yang tersebar di pelosok Indonesia untuk menyuarakan perubahan akan masa depan coklat yang lebih baik. Upaya kerja harus dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur, namun bagaimana posisi tawar petani menjadi lebih kuat dan akan banyak menemukan local champion menjadi agen perubahan bagi petani lainnya ke depannya.

Dalam setiap kesempatan Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M Thaib tidak henti-hentinya selalu menekankan kepada para Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk terjun ke lapangan menyerap aspirasi masyarakat, kendala-kendala apa yang dihadapi warganya. Begitu juga dengan Kepala Dinas Pertanian, jangan terlalu asyik gantung kaki di belakang meja. Sebagai Kepala Dina Pertanian harus rajin turun ke lapangan, dengar aspirasi para petani dan cari solusi jika ada kendala.

Dalam meningkatkan perekonomian daerah, termasuk di bidang Agri Bisnis, dapat terwujud jika bersinergi antara petani dengan pejabat berwenang. Meskipun lahan coklat di Aceh Timur sempit, tetapi ke depan, produk unggulan Aceh Timur ini bisa lebih meningkat sesuai permintaan pasar.

Perlu investasi lebih lanjut di sektor perkebunan coklat ini, baik dari pemerintah maupun swasta dan harus membuat upaya bersama untuk menjadikan sektor perkebunan coklat ini sungguh-sungguh sehat, bekelanjutan dan mensejahterakan petaninya, demi terwujudnya “Aceh Timur Bisa” (I-oNe)