full screen background image


Pers Pilar Keempat Demokrasi, Tidak Boleh Diintimidasi

Lapan6online.com : Kapolda Metro Irjen Tito Karnavian meminta semua pihak unttuk menghormati peran pers dalam berdemokrasi. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers tidak boleh diintimidasi.

“Lakukan mekanisme yang ada, ada hak jawab, koreksi, dan sampai ke Dewan Pers. Kalau mau dialog enggak perlu ramai-ramai. Minta beberapa perwakilan orang untuk berdialog. Itu lebih elegan. Kalau banyak akan timbulkan rasa tidak nyaman dengan pers,” kata Irjen Tito di kantor detikcom, Jumat (28/8/2015).

Kedatangan Tito adalah terkait kedatangan puluhan massa ke kantor detikcom. Setelah berdialog dengan pimpinan detikcom, massa membubarkan diri. Tidak ada aksi perusakan selama dialog berlangsung.

Menurut Tito, adalah tugas kepolisian untuk melindungi pers dari intimidasi atau ancaman. “Kalau sampai menimbulkan rasa takut itu sudah masuk pada ranah pidana, sudah urusan polisi. Tugas polisi melindungi pers. Pers yang bebas dari tekanan,” kata mantan Kapolda Papua ini.

Tito berpesan kepada seluruh pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan di media, seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang ada. “Lain kali gunakan mekanisme tadi, sehingga tidak ada kesan menakut-nakuti,” ujar Tito.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi detik.com Arifin Asydhad mengapresiasi atensi seluruh jajaran kepolisian terkait pengamanan aksi massa di kantor detikcom, di Jl Warung Jati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan.

Selain Kapolda Metro Irjen Tito Karnavian, turut hadir Wakil Kapolda Metro Jaya Brigjen Nandang Jumarna, Kapolres Jakarta Selatan  Kombes Wahyu Hadiningrat, Kapolsek Pancoran Kompol Minto Padal Putro, serta Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Priyo Utomo Teguh. Dofier