full screen background image

Politik Islam, Ancaman Dan Strategi

DR.Sri Yunanto, saat memberikan keterangan kepada wartawan

Lapan6online.com – Jakarta : Seminar dan bedah buku  Politik lslam,ancaman dan strategi (penanggulangan teroris) yang diselenggarakan  lnstitute For Pease and Sucurity Studies bekerja sama dengan program studi kajian Timur Tengah dan lslam, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas lndonesi di gedung FISIP UI

Dalam acara tersebut menampilkan nara sumber “DR. Sri Yunanto (penulis buku dan Direktur Eksekusif lPSS), Prof.DR. Azyumardi Azra CBE(mantan Rektor dan guru Besar UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta) DR.Riefqi Muna (Peneliti LIPI) DR. Luthfi Yudhdi (Direktur sekolah kajian Stratejik dan Global Universitas lndonesia) Irjen.Pol.Benny Mamoto (wakil direktur kajian stratejik dan Global Universitas lndonesia).

Adapun dalam acara bedah Buku Politik lslam dengan mengambil judul : Antara Moderasi dan Radikalisasi, adalah sebuah penggambaran lntelektual ini menyampaikan dua pesan Utama :

Pertama, dari sisi proses, buku ini menggambarkan konsisten perjalanan intelektual penulisnya selama hampir 15 tahun menekuni kajian pemikiran lslam, politik lslam,gerakan lslam,dari yang dikategorikan sebagai moderat,radikal hingga terorisme. Hasil kajian yang dimuat dalam buku ini telah didesiminasikan dalam forum – forum akademis dan advokasi kebijakan pada level lokal, nasional maupun lnternasional.

Kedua, dari sisi subtansi, buku ini menawarkan kembali suatu perdebatan terhadap tema tentang kebangkitan lslan, politik lslam,hubungan antara negara dan lslan, syariah lslam, strategi kebudayaan lslam hingga radikal lslam dan terorisme yang sering membawa symbol lslam.

Selain itu, buku ini  juga membahas stategi penanganan radikalisasi dan terorisme. Dengan tema – tema tersebut buku ini layak dibaca oleh berbagai kalangan seperti academia, pengambil kebijakan, tokoh partai politik dan pimpinan organisasi masa lslam yang mempunyai perhatian tentang politik lslam.

Dalam statmennya DR. Sri Yunanto mengatakan bahwa,”Perkembangan terorisme yang ada di lndonesia terjadinya peningkatan dikarenakan teroris yang berbasis di Timur Tengah mengalami tekanan dari negara – negara Eropa semisal lnggris, Perancis Amerika dll yang mengakibatkan mereka mencari tempat baru  seperti di Asia tenggara untuk dapat tetap mempertahankan jaringan mereka, “ jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Yunanto menambahkan, “Terkait teroris yang kini marak di daerah – daerah semisal seperti yang terjadi di Bandung (bom panci). Adanya mata rantai jaringan yang sudah masuk ke level dimana masyarakat bawah dengan aneka ragam problem kehidupan pribadi yang tidak stabil hingga mudah untuk dipengaruhi/rekrut untuk dijadikan anggota teroris, “ tambahnya.

Adapun dari sisi pendanaan teroris ini bisa jadi dibiayai oleh aktor dari kalangan politik ataupun suatu kelompok yang mempunyai suatu kepentingan entah itu tuntutan ataupun signal dimana mereka ingin menunjukan atau diperhatikan terkait keberadaan mereka ataupun tuntutan mereka. Tri W




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *