full screen background image


Proses Penyidikan Kasus Korupsi LTC Sorsel Indah “Lambat”

Lapan6Online.com – Manokwari : Pasca ditetapkan mantan bupati Sorong Selatan dua periode, Otto Ihalauw alias OI sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Kapal Cargo Sorsel Indah oleh Polda Papua Barat, penyidikan terkesan berjalan lambat.

Pasalnya, ketika penyidik unit Tipikor Polda Papua Barat melayangkan panggil pertama untuk diperiksa sebagai tersangka, Otto Ihalauw mangkir dengan alasan mengikuti rapat bersama Kementrian Desa.

Kemudian panggilan kedua dilayangkan, tersangka kasus dugaan korupsi milyaran rupiah itu mangkir dengan menghadirkan kuasa hukumnya membawa surat pemberitahuan dari kementrian dalam bahwa yang bersangkutan diundang sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Maybrat untuk membahas konflik ibukota di Maybrat

Pada surat pertama, diberikan waktu 14 hari untuk mengikuti kegiatan ini namun menyusul surat perintah kedua nomor : 2664/ OTDA/ 2017 tanggal 16 Oktober 2017 memerintahkan kepada Otto Ihalauw agar melaksanakan tugas ini selama 1 bulan mulai tanggal 27 oktober sampai 27 November 2017.

Ironisnya, waktu dapat diperpanjang sesuai kebutuhan, sementara Otto Ihalauw bukan tokoh masyarakat Kabupaten Maybrat. Hal seperti ini dapat menghambat penyidikan kasus korupsi ini dan tidak tuntas. Perlu diketahui bahwa kasus ini sudah masuk dalam penyidikan sejak Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolda Papua.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja saat dikonfirmasi awak media di Mapolda Papua Barat pekan lalu membenarkan bawa Otto Ihalauw masih melaksanakan tugas kementrian dalam negeri terkait penanganan konflik ibukota Kabupaten Maybrat.

“Kita masih tolerir dan nanti kita akan menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap yang bersangkutan” ucap Rodja

Sementara itu,Direktur reserse dan kriminal khusus Polda Papua Barat,AKBP Budi Santoso,S.IK mengatakan, pihaknya akan terus menindaklajuti sejumlah kasus-kasus yang tinggalkan oleh Kombes Pol Parlindungan Silotonga,S.IK

“Kebijakan-kebijakan yang sudah ada saya akan tindaklajuti supaya diharapkan menjadi lebih baik,”kata Budi Santoso kepada wartawan, Jumat (24/11/2017) di Mapolda Papua Barat.

“Terkait dengan kasus Pengadaan Kapal LCT Sorong Selatan, kita cek dulu apa sudah dikerjakan oleh penyidik karna belum tahu saya tadi baru dilantik,”tambah Mantan Wadirkrimum Polda Kaltim itu. IM



Owner


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *