full screen background image

Taekwondo Indonesia Modus Club Kembali Kepangkuan TI DKI

Lapan6online.com – Cisarua/Bogor/Jawa Barat : Anwar Husein, Ketua Umum Pengurus Pusat  Taekwondo Indonesia Modus Club yang anggotanya tersebar di seluruh tanah air secara resmi menyatakan kembali bergabung dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dalam hal ini di Pengprov TI DKI. Hal ini ditegaskan Anwar secara aklamasi pada acara Gasuku dan ujian kenaikan tingkat (UKT) Modus Club yang berlangsung 12-13 Desember di Cisarua Bogor.

Pernyataan Anwar yang disampaikan pada acara penutupan UKT yang diikuti sekitar 600 anggota Modus Club se Jabatabek itu juga dihadiri oleh Sekretaris Umum Pengprov TI DKI, Rio Syukri, Ketua Bidang Organisasi, Balok Hasibuan, Ketua Bidang Pertandingan Ahmad Dani dan senior Master Untung.

Menurut Anwar,  sebenarnya selama ini keanggotaan Taekwondo Indonesia Modus Club (TIMC) yang ia pimpin tidak pernah keluar dari keanggotaan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia umumnya, khususnya Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia DKI Jakarta. “Bisa dikatakan sebanyak 95 persen anggota kami masih di PBTI,” kata Anwar Husein.

Meski demikian, ia juga mengerti dan cukup paham bila keterlibatan dirinya bergabung dan duduk di kepengurusan UTI Pro (Uni Taekwondo Indonesia Profesional) sejak empat tahun lalu dikaitkan dengan TIMC. “Setiap perjuangan tentu ada pengorbanan, tapi semua itu jangan sampai mengorbankan pembinaan anak-anak kita yang tergabung di TIMC,” kata Anwar.

Ditambahkan, meski pernyataan yang disampaikan baru secara aklamasi, namun itu sudah merupakan keputusan final dan akan disusulkan dengan mengirim surat resmi ke Pengprov TI DKI dan PBTI. “Tujuan kita adalah membina atlet taekwondo, tidak hanya untuk berprestasi tapi juga membina mental dan moril anggota serta pola berpikir dan kemandirian anggota. Kita akan berusaha memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengembangkan bakat dan prestasi mereka di taekwondo,” tegas Anwar.

Berbicara tentang keterlibatannya di UTI Pro, Anwar Husein menegaskan, dirinya sudah mengundurkan diri dari organisasi tersebut. Dia mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama bergabung di UTI Pro, tapi diakui juga tidak sedikit pula ‘batu kerikil’ yang dihadapi. “Ya namanya pengurus, tentu banyak seni yang didapat, tapi semua itu menjadi pelajaran berharga bagi saya,” sebut Anwar yang mengaku akan mengambil yang baik-baik untuk dapat dikembangkan di klubnya TIMC.

Berbicara tentang prestasi klub TIMC untuk DKI dan nasional, Anwar menyebutkan bahwa untuk empat tahun terakhir memang agak sulit bagi klubnya dapat ikut memberikan kontribusi prestasi untuk DKI Jakarta, “Tapi kita masih ada satu atlet yang bergabung di skuad nasional, yaitu sabeum Maulana di nomor Pomshe. Insya Allah ke depan kita akan kejar prestasi lainnya dan kita akan ikuti semua even yang ada untuk mempersembahkan prestasi terbaik bagi klub, pengurus cabang, provinsi maupun nasional,” harapnya.

Sementara itu Sekum Pengprov TI DKI, Rio Syukri menyatakan pihaknya menyambut baik atas kembalinya organisasi TIMC ke pangkuan Pengprov TI DKI. “Mari kita bangun kembali pembinaan taekwondo di DKI Jakarta bersama-sama, Kita tahu TIMC merupakan salah satu klub besar yang dibangun oleh salah seorang pendiri olahraga Taekwondo Indonesia, almarhum Mourits Domingus. Sudah barang tentu kita sangat berharap kontribusi mereka dalam mencetak atlet taekwondo berprestasi,” kata Rio.

Begitu juga dengan Balok Hasibuan, sebagai Ketua Bidang Organisasi Pengprov KONI DKI disambut menyambut baik, pihaknya menunggu surat resmi dari pengurus TIMC. “Kita sudah tahu persoalannya, intinya masa orang mau ikut membina tidak boleh. Justru ini harus kita sambut gembira karena akan menambah asset dan calon atlet berprestasi,” kata Balok yang akrab disapa Opung.

Sementara itu Raja Naulinsyah yang ditunjuk sebagai pelaksana  kegiatan Gasuku dan UKT TIMC ini menambahkan, acara itu diikuti anggota yang terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari sabuk putih sampai sabuk hitam. Mereka tidak hanya diuji dalam hal fisik dan teknik, tapi juga mental dan spiritual dan moral serta kemandirian serta disiplin tinggi. (Fay)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *