full screen background image


Tekad Bulat Brigjen Pol.Siswandi Majukan Kota Cirebon

Lapan6Online.com – Cirebon : Meski masih setahun lagi perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Cirebon tepatna pada bulan Februari 2018, namun sejumlah nama yang digadang-gadang maju menjadi orang nomor satu di kota udang ini mulai bermunculan. Salah satunya, adalah mantan Kapolres Cirebon, Brigjen Pol Siswandi.

Perwira tinggi polri yang pernah bertugas di BNN itu, menyatakan siap mundur dari jabatannya di Polri jika dipercaya masyarakat untuk jadi Wali Kota Cirebon. Bahkan perwira tinggi Polri yang murah senyum ini juga berjanji jika dirinya terpilih sebagai Wali Kota, gajinya akan diperuntukam untuk pembangunan di lima kecamatan yang ada di Kota Cirebon. Hal itu sesuai dengan slogan yang selalu dicanangkannya yaitu Semua Itu Satu, Bekerja-Berkarya-Mengabdi ( SIS BBM ).

“Insya Allah, tekad saya sudah bulat untuk maju di pilkada Kota Cirebon nanti. Motivasi saya hanya satu, bagaimana bisa membawa Kota Cirebon lebih maju dari sekarang,” ujarnya kepada KopiOnline melalui WA, baru—baru ini.

Menurut Siswandi, untuk membawa kota Cirebon lebih maju dari saat ini dirinya memiliki konsep membangun dengan mengedepankan sinergitas. Semua komponen yang ada mesti terlibat secara langsung dalam membangun kota Cirebon. Misalnya dengan adanya sebuta kota Wali, dirinya akan merangkul tokoh agama, dan membangun semangat hidup berdampingan antar lintas agama.

“Jika dipercaya masyarakat Cirebon nanti, saya ingin membangun satu ruangan sebagai tempat para tokoh masyarakat, tokoh agama berkumpul untuk memberikan masukan pada pemimpinnya dalam membangun kebersamaan di kota Cirebon,” ujarnya.

Selain itu, mantan orang nomor satu di Polres Cirebon ini mengaku prihatin dengan kesemrawutan lingkungan pasar yang lokasinya berdekatan dengan Keraton. “Padahal Keraton Cirebon merupakan salah satu daya tarik objek wisata yang bisa dikembangkan,” katanya.

Karena itu untuk menjadikan kota Cirebon lebih baik, dirinya akan melaksanakan program relokasi keberadan pasar yang selama ini menjadi sumber kesemrawutan, ke tempat yang lebih layak dan modern.

“Ditata lebih teratur dalam jarak dengan Keraton. Sedangkan Keraton direnovasi menjadi bangunan yang lebih layak dari kondisi saat ini. Karena Keraton itu ikon wisata Kota Cirebon,” tuturnya, Tidak hanya dibidang pariwisata saja, Siswandi juga ingin membangun potensi perikanan di kota Cirebon.

“Agar para nelayan di kota Cirebon hidup lebih layak, pihaknya akan memodali perahu yang lebih layak. Dengan cara memfasilitasi dan mediasi antara nelayan dengan pihak bank daerah. Disamping melakukan renovasi menarik pada pelabuhan. sehingga perdagangan ikan di kota Cirebon lebih menggeliat,” katanya.

Dengan adanya beberapa potensi yang ada di kota Cirebon, seperti Keraton, pelabuhan dan objek wisata lainnya, dirinya berkeyakinan, ke depan kota Cirebon bisa lebih maju tanpa mengandalkan APBD.

“Artinya kelebihan yang ada seperti adanya pelabuhan, keraton dan obyek lainnya bisa mengundang investor dan memberdayakan masyarakatnya,” jelasnya.

Tidak heran, keberadaan Perwira Tinggi Polisi yang banyak terjun dalam pemberantasan Narkoba ini dalam bursa calon Walikota, sangat ditunggu masyarakat. betapa tidak, tidak sedikit mayoritas masyarakat kota Cirebon menginginkannya, agar kota Wali yang berbatasan dengan Jawa Tengah itu dapat terhindar dari peredaran dan pengaruh buruk Narkoba.

Golkar Kota Cirebon Sudah Tetapkan
DPD Partai Golkar Kota Cirebon telah menetapkan dua nama untuk diusung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cirebon 2018 mendatang.

Keputusan pengusungan terhadap dua nama itu merupakan hasil Rapat Pleno DPD Partai Golkar Kota Cirebon yang digelar di sekretariat partai, Sabtu (11/11/2017) lalu. Ketua Badan Pemenengan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah mengatakan partainya telah menetapkan salah seorang petinggi Polri yang pernah bertugas di BNN, yakni Brigjen Pol Siswandi untuk maju sebagai Calon Wali Kota Cirebon.

Selain mengusulkan Siswandi, sambung Lili, Golkar Kota Cirebon juga mengusulkan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Toto Sunanto sebagai calon wakil wali kota. Lili mengatakan, dua nama tersebut bukanlah satu paket pasangan.

“Rapat Pleno ini penegasan rapat sebelumnya pada Oktober lalu. Kedua nama yang kita tetapkan itu bukan satu paket pasangan, jadi kalau Golkar mengusung calon wali kota maka dukung Siswandi. Tapi, kalau Golkar hanya mengusung calon wakil wali kota maka Toto Sunanto. Jadi kita tawarkan dua pilihan,” katanya saat ditemui detikcom usai rapat pleno.

Kedua nama yang sudah ditetapkan itu, lanjutnya akan diusulkan langsung ke DPP. Untuk kemudian DPP yang menentukan pilihan langkah Partai Golkar Kota Cirebon dalam menghadapi Pilwalkot Cirebon nanti.

“Keputusannya tergantung dari pusat. Mau mengambil yang mana ya silahkan, apakah calon wali kota atau calon wakil wali kota untuk Pilwalkot mendatang,” ucapnya.

Pertimbangan Golkar untuk memilih Siswandi dijadikan sebagai Calon Wali Kota itu, sambungnya, karena perwira polisi itu memiliki kapabilitas yang mumpuni. Terlebih lagi, Siswandi sudah dikenal masyarakat Cirebon.

“Saya rasa, Pak Sis itu mampu untuk memimpin Kota Cirebon. Tapi, siapapun yang dipilih DPP kita akan fatsun,” tegasnya.

Lebih lanjut Lili mengatakan saat ini partainya sedang menyusun Tim Lima yang akan mengkaji dan menganalisa peluang partainya untuk berkoalisi.

Ditempat yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Toto Sunanto mengatakan penetapan Siswandi untuk dijadikan calon wali kota itu berdasarkan rekomendasi dari pengurus kecamatan, yang kemudian dibahas dalam Rapat Pleno.

“Tentunya kita sudah memperhitungkan peluang Pak Sis. Ditingkat nasional pun sudah terkenal, jadi kalau diusulkan calon wakil wali kota kan tidak mungkin. Karena memiliki peluang yang cukup besar juga kalau diusulkan jadi calon wali kota,” katanya. Mas Tete




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *