full screen background image

Teriakan Mahasiswa Morotai, Pemda Posisi??

Lapan6online.com – Morotai/Maluku Utara : Usai menggelar refleksi hari pahlawan pada Sabtu malam di Taman kota, Senin (13/11) 5 Puluhan Mahasiswa Morotai yang membawa spanduk dengan tinta berwarna merah bertuliskan “Pemda Posisi?? Itu awalnya berorasi di pusat Kota Daruba misalnya di Pasar Gotalamo, Tugu Kemerdekaan, Tugu Pancasila menuju kantor PDAM dikawal oleh belasan polisi bersepeda motor.

Sesampainya di kantor PDAM, pendemo langsung berorasi mempertanyakan pelayanan air bersih di sejumlah desa yang hingga kini tidak sesuai yang diharapkan.”bayangkan, air PDAM yang ada di Desa Dehegila, Darame, Wawama, Pandanga dan Juanga seringkali kotor, ada apa dengan PDAM, selama ini kinerja PDAM patut dipertanyakan,

Padahal kata dia, air PDAM itu biasa dipakai untuk kebutuhan masyarakat itu tidak hanya untuk dipakai mandi dan cuci pakaian, melainkan juga untuk makan dan minum, hanya saja PDAM tidak melakukan usaha penanganan terhadap air yang dianggap kotor tersebut.”masyarakat bayar rekening air, tapi kenapa pelayanan atau konsumsi air tidak sesuai dengan yang diharapkan, tutup saja PDAM kalau kinerjanya seperti ini.”koar Camerad Garsa, koordinator Aksi saat berorasi didepan kantor PDAM.

Air PDAM itu seringkali tidak layak dikonsumsi karena bisa berdampak pada kesehatan manusia.”Air yang dikonsumsi masyarakat sekarang itu ternyata tidak disaring dan langsung dikonsumsi masyarakat, ini sangat berbahaya untuk kesehatan, semestinya harus diprogram di lokasi penampungan air.”ungkap Garsa
Kinerja PDAM juga dipertanyakan oleh Arga, salah satu pendemo lainnya. Menurut Arga, pelayanan PDAM di masyarakat selama ini sangat tidak maksimal. Sebab, air yang berasal dari PDAM itu sering mati. Sementara masyarakat terus membayar.”Air sering padam, sementara masyarakat selalu bayar rekening air, ini tidak sesuai dengan harapan, padahal air itu pelayanan yang paling mendasar, kalau pelayanan seperti ini sudah pasti menyusahkan masyarakat.”

Ia meminta kepada Bupati Morotai Beny Laos untuk segera mencopot direktur PDAM lantaran dianggap tidak mampu melayani masyarakat.”Kinerjanya patut dipertanyakan, makanya, kami minta Bupati segera copot Dirut padam dari jabatannya,” pintanya.

Para pendemo juga melakukan unjukrasa di halaman kantor Bupati. Pendemo mempertanyakan sejumlah persoalan diantaranya Konflik lahan yang saat ini tidak selesai, terkait pelayanan fasilitas untuk nelayan dan petani, terkait masalah pembentukan Perda terkait harga Komoditi yakni pala cengkeh kopra serta pelayanan pendidikan harus berkualitas layak dan ilmiah. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *