full screen background image


Terkait Barbuk Pandawa Mandiri Group, Penyidik Krimsus PMJ Terancam Dipidanakan

Lapan6Online.com – Depok : Dalam rangka mengungkap dugaan penyimpangan  yang dilakukan oleh penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya kriminalisasi KSP Pandawa Mandiri Group, Moch Ansory, Ujang Kosasih, Sawung dan kawan-kawan yang tergabung di Yayasan Amanat Perjuangan Rakyat Malang (Rakyat yang kurang beruntung. Red) atau disebut juga “Yaperma” ujar nara sumber UK (inisial, red) seperti yang dilancir oleh Media Pena Rakyat.

Bahwa hal ini berawal dari ulah Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta yang diduga melampaui wewenang dengan cara mengobok-obok Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group Pimpinan Nuryanto yang secara hukum dibawah kewenangan Menteri Koperasi dan bukan kewenangan OJK notabene berada dibawah Menterian Keuangan, ujar Nara sumber kepada Pena Rakyat News (03-07-2017).

sehingga akibat ulah Pimpinan OJK tersebut timbul berita-berita seolah-olah KSP Pandawa Mandiri Group dihentikan Kegiatannya oleh OJK yang berakibat Gejolak di tubuh Pandawa Group yang ingin uang investasinya dikembalikan oleh Nuryanto Bos Pandawa Group dengan segala cara, diduga ada  yang menggugat Pailit, membentuk Tim Pecari asset dan ada pula yang melapor Kepada Pihak Kepolisian yang mengakibatkan Nuryanto dan Diamond serta beberapa Leader KSP Pandawa Mandiri Group sejak tanggal 20 Pebruari 2017 harus Mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, yang saat ini sudah dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri Depok dan dititipkan di Rutan Cilodong Depok sejak tanggal 19 Juni 2017 yang lalu, lanjut Nara sumber kepada media.

Sementara itu, ditempat terpisah Moch.Ansory Ketua Umum Yaperma berkomentar “Penyitaan untuk kepentingan Penyidikan seharusnya dibuat berita acara penyitaan yang diserahkan kepada Tersita selanjutnya disimpan di gudang Pennyimpanan Negara” apabila benar Penyidik Polda Metro Jaya tidak memberikan  berita  acara  penyitaan dan melakukan penggelapan barang bukti, tersita berhak melaporkan Penyidik Polda Metro Jaya tersebut kepada PROPAM  Polda  Metro Jaya atau ke PROPAM Mabes Polri, tetapi ingat jangan fitnah, siapkan saksi dan buktinya, saya yakin Institusi Polri akan membersihkan Institusinya dari prilaku oknum anggota  yang menyimpang, ” ujar Ketua Yaperma mengakhiri komentarnya tentang KSP Pandawa.

Ditempat yang sama dikantor Yaperma Depok, Ketua Cabang, Ujang Kosasih mengatakan,”Sangat menyayangkan adanya kejadian dugaan Penyitaan barang bukti oleh Penyidik Polda Metro Jaya tanpa prosdedur  yang berpotensi merusak nama baik Polri sebagai Pengemban amanah UU RI 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian, dan Propam harus menindak tegas oknum Penyidik dimaksud, “ lanjut Ujang Kosasih.

Lebih tegas Sawong Aries Kasi Hukum  Yaperma angkat bicara  “Gugatan Praperadilan juga sudah terdaftar di PN Depok namun pada sidang pertama tanggal 19 Juni 2017 pihak Polri Tidak hadir, namun anehnya pada hari dan tanggal yang sama (19-06-2017) Penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya memaksakan kehendaknya yang sudah menahan Bos Pandawa dan Para Diamon serta Leader Pandawa Group selama 119 hari dengan cara melimpahkan berkas, tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Depok yang diduga disebabkan penahanan tersangka berdasarkan Pasal 29 (1) KUHP akan berakhir pada tanggal 20 Juni 2017, “ tambahnya.

“Setelah waktu enam puluh hari, walaupun perkara tersebut belum selesai diperiksa atau belum diputus, tersangka atau terdakwa harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum (Pasal 29 ayat 6 Kuhap)”. Pungkas Sawung. Red/Suliswati/PNR




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *