full screen background image
Tim Dragon Boat Kota Bekasi Berfoto bersama Piala Juara 1 Festival Cisadane Open Tournament yang Berakhir Sabtu (29/07/2017) dilintasan Kali Cisadane Kota Tangerang. Foto2 : Fay

Tim Dragon Boat Kota Bekasi Juara

Festival Cisadane Open Tournament 2017
Lapan6online.com – Kota Tangerang : Meski lomba sempat tertunda akibat hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang, namun tidak menghalangi Tim Dayung kota Bekasi untuk menjuarai lomba Dragon Boat Festival Cisadane Open yang berakhir Sabtu sore (29/7) di lintasan Kali Cisadane, Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Dedy Suhada (Kanan) berjabat tangan dengan M.Agun Dj, Ketua Klub Dayung Kecamatan Pinang yang tampil sebagai Juara II untuk Lomba Dragon Boat se- Banten. Foto2 : Fay

Tim Kota Bekasi pada semifinal merupakan tim kedua setelah Karawang yang lolos ke final, namun di final tim ini secara meyakinkan tampil sebagai juara pertama, menyusul Tim Dolphin dari Marinir ditempat kedua, Tim Kolinlamil di tempat ketiga dan Tim Karawang di posisi keempat.

Sementara itu satu tim asal luar negeri yaitu dari Australia, gagal menampilkan prestasi terbaik mereka. Hal ini lebih disebabkan faktor usia dan kurangnya persiapan. “Tim Dragon Boat Australia yang datang bukan lah atlet dayung yang aktif, tapi mereka adalah para mantan atlet dayung negara tersebut,” kata M Agun Dj, Ketua Pengprov PODSI Banten menjawab pertanyaan.

Jadi, kehadiran mereka lebih kepada memeriahkan kegiatan lomba perahu naga Festival Cisadane. Tapi menurut rencananya, tahun depan negara ini akan mengirimkan tim tangguh mereka. Hal ini ini, kata Agun karena mereka melihat peserta yang tampil memiliki prestasi lumayan.

Untuk lomba Dragon Boat tingkat pelajar nasional, juara pertama direbut tim pelajar dari klub Gajah Mada Purwakarta. Menyusul di tempat kedua tim dari Kabupaten Bogor dan tempat ketiga direbut Tim pelajar asal SMK Tamtama Kroya Cilacap. Tim Dragon Boat asal Banten, yaitu pelajar yang mewakili PODSI Kota Tangerang Selatan dan Tim Syeks Yusuf Kota Tangerang gagal disemifinal.

Sementara itu untuk jenis lomba terbuka tingkat Provinsi Banten, Juara pertama direbut oleh Tim Kota Tangerang binaan Kecamatan Karawaci. Tempat kedua direbut tim asal kota yang sama binaan klub kecamatan Pinang. Sementara itu Tim PODSI kota Tangerang A menduduki peringkat ketiga.

Menurut Eddy Ruhiyat dan Hamidi dari Bidang Olahraga Dispora Kota Tangerang, para pemenang disamping menerima piala juga mendapatkan uang pembinaan. Disamping itu setiap peserta juga diberikan Piagam Penghargaan.Baik Piala maupun hadiah uang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Dedi Suhada, Sekdis Dispora, Abdul Rahman dan Kabid Olahraga, Agus Prasetyo serta wasit dari PB PODSI dan Pengprov PODSI Banten.

“Kita berharap untuk tahun depan, kegiatan ini bisa lebih meriah lagi, kita akan mengundang negara-negara di Asia yang akan terjun pada Asian Games di Jakarta. Minimal mereka dapat jadikan even ini sebagai arena ujicoba,” kata Eddy Ruhiyat yang juga Kasie pembinaan Prestasi Olahraga.

Foto bersama : Depan dari kiri Sekdis Pemuda dan Olahraga, Abdul Rahman, Kepala Dispora Dedy Suhada dan Kabid Olahraga, Agus Prasetyo berfoto bersama para Juara. Foto2 : Fay

Sementara itu manajer pelajar dari tim dayung Gajah Mada Purwakarta, Sofanudin, kegiatan lomba dayung Festival Cisadane ini sangat baik dan perlu lebih dikembangkan lagi.  Khususnya untuk tingkat pelajar, karena ditingkat pelajar ini jarang ada turnamen terbuka sehingga sulit bagi daerah untuk melihat hasil pembinaan yang dilakukan terhadap pelajar.

“Selama ini kita hanya berlatih dan mengikuti lomba tingkat lokal saja yang dilaksanakan PODSI Purwakarta. Sementara itu untuk jenjang yang lebih tinggi seperti Porprov dan Popnas, tapi untuk jenjang nasional tentu pesertanya sudah merupakan hasil seleksi dari berbagai daerah,” katanya.Menurut Sofanudin yang sehari-harinya berprofesi guru ini, animo pelajar untuk berlatih dayung sangat besar. Mereka berlatih setiap sore hari, kecuali Minggu dan Senin istirahat. “kebetulan dalam hal pengadaan sarana dan prasarana latihan serta dukunga dana kita tidak ada kendala, karena Pembina kita H Miftahudin sangat mendukung. Asal pelajar yang datang mau serius berlatih,” jelasnya.

Berbicara mengenai lomba sempat tertunda akibat hujan deras yang mengguyur lokasi perlombaan, rata rata para pelatih dan peserta lomba mengatakan sebagai hal yang biasa. “Kalau faktor alam sudah biasa terjadi, kita juga tidak bisa berbuat banyak, toh setelah itu lomba tetap berjalan,” kata Margianto, pelatih asal Cilacap.

Sedangkan M Agun Dj, Ketua Panpel lomba perahu naga Festival Cisadane yang juga ketua Pengprov PODSI Banten menambahkan, tahun depan Kota Tangerang memasuki usia 25 tahun. Memperingati seperempat abad usia Kota Tangerang itu akan diusahakan meningkatkan kegiatan lomba ke tingkat lebih besar.

“Disamping itu kita akan melakukan evaluasi hasil yang dicapai para atlet dayung provinsi Banten. Kalau gagal, seperti apa gagalnya. Sebaliknya jika berhasil, sejauh mana hasil yang dicapai. Khusus untuk pelajar, kita akan tingkatkan pembinaan mereka, termasuk kita akan membicarakan dengan dinas terkait. Apakah para pelajar tersebut bisa mengikuti kegiatan ekstra kurikuler untuk olahraga dayung,” ujar Agun. Fay

Foto bersama panitia penyelenggara Dragon Boat Festival Cisadane Open Tournament 2017. Foto2 : Fay




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *