full screen background image


Tri Karya Ormas Pendiri Golkar dan 26 DPD di Yogyakarta Desak Munaslub Partai Golkar

Lapan6Online.com – Yogyakarta : Diskusi Panel dengan Tema “Memperkokoh Soliditas Untuk Mencari Solusi Terbaik Guna Penyelamatan Partai GOLKAR” yang digagas oleh Ormas Tri Karya pendiri Golkar (KOSGORO 1957, Ormas MKGR dan SOKSI) diikuti 500 peserta kader Ormas Tri Karya , DPD Partai Golkar Provinsi dan kota/Kab se DIY, Fraksi Golkar DPRD, melahirkan desakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar selambatnya dilaksanakan medio Desember 2017.

Desakan Munaslub dituangkan dalam pernyataan sikap yang akan disampaikan kepada DPP Partai Golkar tersebut dianggap menjadi sebuah jalan keluar yang demokratis sesuai AD/ART untuk membawa keluar Partai Golkar dari masalah membebani Partai dan Kader.

Dua pendapat terkait pemberhentian SN sebagai Ketua Umum disampaikan dan ditanggapi dinamis oleh peserta, Ridwan Hisyam Ketua PPK KOSGOP 1957 / wkl.bendahara DPP Partai Golkar menyampaikan agar tidak menjadi preseden buruk kedepan sebaiknya SN tidak diberhentikan melalui mekanisme usulan 2/3 DPD Prov, namun lebih kepada Ormas Tri Karya Pendiri Golkar mendesak SN untuk legowo mengundur diri sebagai Ketua Umum dalam waktu singkat agar Partai Golkar tidak terbelenggu dan DPP segera melaksanakan Munaslub paling lambat medio Desember 2017.

Sementara disisi lain mayoritas peserta mengusulkan diberhentikan melalui usulan 2/3 DPD Prov mengingat kondisi elektabilitas, soliditas dan kehormatan Partai Golkar semakin merosot tajam.

Dalam kesempatan tersebut Gandung Pardiman, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar / Ketua Ormas MKGR DIY mengatakan,”Pelaksanaan Munaslub secepatnya tidak bisa ditawar-tawar lagi, penundaan Munaslub hanya akan lebih mengkukuhkan Partai Golkar sebagai Partai yang melindungi Koruptor sehingga dijauhi oleh calon pemilih,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dan Wisnu Suhardono Ketua DPD DPD Partai Golkar menyampaikan bahwa Munaslub Partai Golkar hanya masalah kecil dibanding prahara yang menimpa Partai Golkar pada tahun 1997 dan 1998 dimana desakan pembubaran Golkar sangat luar biasa.

Munaslub kali ini hanya sebuah proses administratif dan demokrasi untuk mengeluarkan Partai Golkar dari beban berat yang menimpa Partai Golkar karena proses Hukum Korupsi e –  KTP terhadap Ketua umum.

Partai Golkar harus lepas dari asumsi publik sebagai partai yang tidak tegas dan tidak mendukung pemberantasan Korupsi.

Dedi dan Wisnu sangat yakin SN adalah kader Golkar yang masih peduli, cinta dan sayang terhadap kelangsungan Partai Golkar, sehingga akan legowo mundur dari Ketua Umum.

Samsul Hidayat selaku Wasekjen PPK Kosgoro 1957 menyampaikan bahwa,” DPP Partai Golkar harus segera melakukan Munaslub sebelum tengat waktu 28 Desember 2017, mengingat tidaklah mungkin pendaftaran PILKADA serentak dilakukan oleh Plt.Ketum dan Sekjen yang keduanya dijabat satu orang yaitu Idrus Marham.

Samsul Hidayat selaku Wasekjen PPK Kosgoro 1957. Foto2 : Ist

KPU sudah mengingatkan mekanisme tersebut sehingga Golkar terancam tidak dapat mendaftarkan Pilkada serentak, “ ujar Samsul Hidayat disela-sela Diskusi Panel tersebut kepada Lapan6Online.com.

Samsul mengingatkan kepada semua calon ketua umum Restu Kader Golkar lebih utama selain restu Presiden, karena Caketum kedepan harus teruji kemampuan leadership nya, aspiratif, mengutamakan jenjang karir dalam melakukan konsolidasi dan yang utama bebas dari Korupsi.

Samsul bahkan menegaskan,”Sudah saatnya Partai Golkar menempatkan dan melibatkan potensi luar biasa kader Golkar di Daerah dalam kepengurusan hasil Munaslub, karena selain jenjang karir yang sudah teruji, militansi juga kader daerah memiliki basis masa yang riil dan lebih menguasai dinamika didaerah dalam proses konsolidasi dan upaya pemenangan Pemilu Legislatif  2019 mendatang,” harap Samsul.

Dari poling yang dilakukan terhadap peserta Diskusi panel ada dua hal yang mendapat perhatian yaitu pelaksaan Munaslub awal desember 2017 dan nyaris 60% peserta menginginkan Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar dan melibatkan kekuatan Daerah dalam komposisi kepengurusan DPP hasil Munaslub.

Dalam diskusi panel tersebut Gandung Pardiman, Ridwan Hisyam, Samsul Hidayat, Dedi Mulyadi, Wisnu Suhardono, Zainal Bintang dan seluruh peserta yang hadir mendeklarasikan Partai Golkar Anti Korupsi. Septa Purnama




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *