full screen background image

Warga Anggap Tindakan Manager PLN Pasir Pangaraian Tak Sejalan Dengan Pemerintah

Lapan6online.com – Rokan Hulu : Diduga akibat ulah, pihak Managemen PT PLN Rayon Pasir Pangaraian, yakni Dapit Sibarani dan Stafnya Riki Marbun, sehingga rumah warga di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Rokan Hulu (Rohul), gelap gulita.

Atas tindakan oknum pihak manajemen PT.PLN Rayon Pasir Pangaraian yang memutus aliran listrik secara sepihak tersebut membuat geram warga,”Kini rumah saya gelap gulita, karena KWH dicabut pihak PLN Pasir Pangaraian, anak-anak pada ketakutan, karena gelap,” kata Warga Sialang Jaya, Muliadi Daulay dan Herman
Sebut, keduanya, alasan pihak PLN mencabut, listrik tersebut, karena namanya tidak sesuai, tapi listrik tetap dibayar  pulsanya dan tidak apa-apa, sudah ada setahun lebih beroperasi, namun pihak PLN Pasir Pangaraian tiba-tiba mencabutnya.

Mereka menganggap tindakan tersebut terkesan arogan dan tidak sesuai aturan,”Kami tak tahu salah nama atau tidak, sebab yang mengeluarkan meteran atau KWH juga orang PLN, kami hanya taunya membayar pulsa setiap kali abis,” sebut keduanya.

Kemudian, Warga Aliantan, Jhoniardi, namanya sesuai dengan meteran, tapi pindah rumah lama, ke rumah baru di alamat dan jalan yang sama serta trapo yang sama, hanya pindah dengan jarak sekitar 200 meter, juga listriknya dicabut.
Kemudian Jhoniardi disuruh ke kantor PLN, sayangnya pada waktu itu, pihak PLN Pasir Pangarian malah, menyuruhnya untuk membayar Rp 7 juta.

Hal ini mendapat, kiritikan pedas dari tokoh masyarakat Rohul, ES Nasution, di tengah komitmen pemerintah dan BMUN untuk menerangi Indonesia, justru bertolak belakang yang dilakukan  pihak PLN Rayon  Pasir Pangaraian.

Bagi tokoh masyarakat Rohul, tindakan pihak orang PLN ini dianggap merugikan masyarakat,”Kita minta Manager PLN Area Pekanbaru Kemas Abdul Gafur turun ke Rohul, melihat kinerja Manager PLN Rayon Pasir Pangarian dan Staf Supervisor Admin Riki Marbun, bila perlu kami mengusulkan supaya secepatnya diganti, agar tidak terlalu banyak lagi warga yang jadi korban,” pungkas Nasution .

Ketika, hal ini dikonfirmasi dengan Manager PT PLN Rayon Pasir Pangarian, Dapit Sibarani, dihubungi via telponnya, jika ada warga yang bermasalah dengan hal tersebut, silahkan datang ke Kantor.

Sedangkan, menurut keterangan, warga Sialang Jaya, korban dari pemutusan listrik tersebut, mengaku sudah pernah mendatangi kantor Rayon PLN Pasir Pangaraian.
Waktu itu  dia Mulyadi disuruh harus membayar denda sebesar Rp 100 juta.  Red/Ramlan Lubis/Darwin Rambe




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *