full screen background image


Yahudi & Tentara Israel Serbu Masjid Al Aqsa, Jemaah Muslim berteriak ‘Allahu Akbar!’

Lapan6online, JAKARTA – Dalam memasuki bulan suci Ramadan, puluhan tentara Israel dan warga Yahudi mencoba untuk memprovokasi warga Muslim Palestina yang sedang beribadah di dalam Masjid Al Aqsa, pada Rabu kemarin. Mereka menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

“Sekitar 20 pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks suci melalui Gerbang al-Mugharbeh di bawah pengawalan polisi Israel,” kata Sheikh Omar Al-Qiswani, Direktur Masjid Al Aqsa kepada Anadolu Agency dilansir World Bulletin, Kamis 18 Juni 2015.

Menurut Sheikh Umar, para pemukim itu berjalan-jalan di sekitar kompleks, melewati Masjid al-Qibali dan Kubah Batu sebelum pergi.

Melihat itu, para jemaah Muslim memilih bertahan sambil berteriak ‘Allahu Akbar!’. Sebanyak 30 tentara Israel juga melakukan provokasi dengan menyerbu kompleks masjid melalui beberapa gerbang.

“Ketegangan telah meningkat di Al Aqsa sejak pagi tadi. Polisi Israel telah memberlakukan penjagaan ketat di luar gerbang masjid. Mereka akan memeriksa setiap jemaah yang akan masuk,” kata seorang penjaga Al Aqsa.

Bagi Muslim, Masjid Al Aqsa adalah masjid tersuci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Israel menduduki Yerusalem atau al-Quds selama Perang Timur Tengah tahun 1967. Negara Yahudi itu kemudian mencaplok kota suci itu pada tahun 1980, dan mengklaim sebagai ibukota negara Yahudi. Tindakan tersebut tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada September 2000, kunjungan politikus kontroversial Israel Ariel Sharon ke Al Aqsa memicu apa yang kemudian dikenal sebagai Intifada Kedua, yaitu perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel yang menyebabkan ribuan warga Palestina tewas.

Pasukan Israel juga secara sporadis menggeledah rumah warga Palestina di Tepi Barat dan menahan beberapa yang diklaim sedang diincar oleh badan-badan keamanan Israel.

Menurut Kementerian Palestina Urusan Tahanan, lebih dari 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel. (TIM)