OPINI | POLITIK
“Tingkat kepercayaan kepada parpol dan DPRD yang rendah, legitimasi kepala daerah yang dipilih DPRD akan ikut terseret menjadi pesuruh partai dan karenanya secara politik legitimasinya rendah,”
Oleh : Kokoh Affu
Wacana kepala daerah dipilih DPRD, risiko runtuhnya demokrasi dan terkikisnya suara rakyat
Bukan Jalan Untuk Penguasa Otoriter
Salahsatu judul dimedia yang sedang jadi headline, menurut saya jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka mereka tidak akan lagi menjadi pemimpin rakyat, melainkan perpanjangan tangan partai politik.
Dia menyebut situasi ini akan membuat kepala daerah lebih sibuk memenuhi kepentingan parpol ketimbang melayani masyarakat.
Tak hanya itu, legitimasi politik kepala daerah juga akan merosot tajam. Tingkat kepercayaan kepada parpol dan DPRD yang rendah, legitimasi kepala daerah yang dipilih DPRD akan ikut terseret menjadi pesuruh partai dan karenanya secara politik legitimasinya rendah.
Lebih jauh, kepala daerah akan menjadi boneka, bukan hanya bagi parpol, tapi juga bagi koalisi dan penguasa pusat. Bahkan, jika terjadi kongkalikong antara penguasa dan pengusaha, kepala daerah bisa jadi budak kepentingan ekonomi.
Jika pola ini dibiarkan, negara bisa dengan mudah kembali menjadi sentralistik dan otoriter.
“Melalui parpol lalu DPRD, kepala daerah akan menjadi alat pelapang jalan bagi penguasa otoriter”. (**)
*Penulis Adalah Pengamat Politik Muda
















