
PERISTIWA
“Kita sama-sama berharap dengan adanya IKN yang ada di Kaltim ini, mampu meningkatkan hubungan kerjasama antara Indonesia-Sarawak. Apa lagi, posisi IKN sangat berdekatan dengan wilayah Sarawak, Malaysia. Dan antara kedua wilayah ini memiliki perbatasan lebih dari 2.000 kilometer,”
Sanggau | KALBAR | Lapan6Online : Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching Sarawak Malaysia memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke 79 menggelar acara Upacara Bendera di halaman KJRI Lot 86, section 53, Jalan Central Timur, 93100 Kuching, Sarawak Malaysia, pada Sabtu (17/8/2024) lalu.
Bertindak Inspektur upacara Konjen Raden Sigit Witjaksono, Dihadiri para pejabat Negeri Sarawak, para pengusaha Sarawak dan Konsulat Jenderal China, juga hadir WNI dan PMI di Sarawak sebanyak 200 orang.
(KJRI) Kuching, Raden Sigit Witjaksono berharap pada momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024 ini dapat dijadikan untuk mempererat hubungan baik yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan Negeri Sarawak, Malaysia.
“Kami dari KJRI Kuching sangat berharap hubungan Indonesia dengan Sarawak ini dapat terus ditingkatkan dan di perkuat. Harapan itu kami tunjukan saat mengelar upacara pengibaran bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di halaman Kantor KJRI Kuching, dengan mengundang para pejabat Negeri Sarawak, para pengusaha Sarawak dan Konsulat Jenderal China,” kata Sigit kepada wartawan usai mengelar upacara HUT Kemerdekaan RI di Kantor KJRI Kuching, Sarawak, Malaysia, pada Sabtu (17/8/ 2024)
Berkaitan dengan hal tersebut, kepada wartawan, Sigit menjelaskan adapun tema dari peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024 ini yaitu “Nusantara Baru Indonesia Maju”. Dan ia mengatakan, bertepatan pada hari ini, Sabtu (17/8) Presiden Joko Widodo di dampingi Presiden RI terpilih Prabowo Subianto juga melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur.
“Kita sama-sama berharap dengan adanya IKN yang ada di Kaltim ini, mampu meningkatkan hubungan kerjasama antara Indonesia-Sarawak. Apa lagi, posisi IKN sangat berdekatan dengan wilayah Sarawak, Malaysia. Dan antara kedua wilayah ini memiliki perbatasan lebih dari 2.000 kilometer,” ujarnya
“Untuk itu, mudah-mudah dengan pindahnya ibu kota di IKN, diharapkan kerjasama yang sudah bagus antar pemerintah Indonesia dan Malaysia khususnya pemerintah Negeri Sarawak ini dapat lebih dikolaborasikan lagi di semua bidang pembangunan tentunya yang sangat potensial,” tambah Sigit.
Menurutnya salah satu yang bisa dilakukan yaitu peningkatan kerjasama di bidang energi. Apalagi diketahui selama ini, Sarawak telah membantu Kalimantan Barat dalam memenuhi kebutuhan energi listrik. Dalam hal ini Pemerintah Negeri Sarawak telah memasok 100 hingga 200 Mega Watt energi listrik setiap tahunnya, mudah-mudahan terus dapat di tingkatkan.
“Dan belum lama ini, Duta Besar (Ambassador) dari Kulau Lumpur bersama 16 pelaku bisnis (bisnisman), dimana salah satunya pebisnis dari Sarawak ini telah melakukan kunjungan langsung ke IKN. Bahkan diantara mereka yang datang ke IKN itu telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi dalam pembangunan dengan Anggaran yang mencapai sekitar Rp3 triliun,” kata Sigit,
Ia menambahkan, Sebenarya masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Hal itu seperti pengembangan kemajuan UMKM baik dari Indonesia maupun dari Sarawak, Malaysia. Kemudian juga bisa kerjasama di bidang pendidikan, bidang kesehatan dan lain sebagainya.
“Kami sendiri dari KJRI Kuching sudah sejak lama mendorong kemajuan di semua sektor, tidak hanya untuk Sarawak-Kalbar saja akan tetapi untuk wilayah yang lebih luas yaitu satu pulau Borneo ini. Jadi semua daerah seperti Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Sabah, Sarawak dan Brunai Darussalam agar dapat bersama-sama meningkatkan kerjasama dan dapat memajukan pembangunan serta memakmurkan masyarakatnya masing-masing yang ada di seluruh pulau Borneo ini,” pungkas Sigit. (*Saepul)