MOSKOW, RUSIA | LAPAN6ONLINE – Retorika perang yang kerap dilontarkan para pemimpin negara negara Eropa anggota Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melawan kekuatan militer Rusia terus disuarakan. Kondisi ini memantik unjuk kekuatan yang mengkhawatirkan, dari semula yang hanya mendukung Ukraina, menjadi konflik bersenjata penuh NATO dan Rusia.
Jengkel dengan situasi yang tak menguntungkan negaranya, Presiden Rusia Vladimir Putin merilis pernyataan keras, membuat ultimatum ke negara-negara kuat Eropa anggota NATO. Putin melontarkan ancaman siap memenangkan perang apabila negara-negara Eropa semakin jauh terlibat membantu Ukraina memerangi Rusia.
Putin menegaskan bahwa jika negara-negara Eropa anggota NATO nekat memulai perang dengan Rusia, maka Moskow yang akan memenangkan perang tersebut. Putin jelas menggunakan diksi ‘perang’ untuk melontarkan ultimatum kepada negara-negara Eropa aliansi NATO.
Perangnya dengan Ukraina, telah memantik perubahan besar dalam taktik perang modern saat ini yang berbeda jauh dengan Perang Dunia 2. Baik Rusia maupun aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS), telah meningkatkan persenjataan mematikan paling signifikan dalam 1 dekade ke belakang, konflik bersenjata penggunaan nuklir, kekuatan drone, dan rudal presisi tinggi, menjadikan ladang dan tanah Ukraina sebagai laboratorium hidup, membuat perang makin panjang dan dunia kian cemas.
4 Tahun Perang
CNN melaporkan pada Selasa (2/12/2025), perang paling mengerikan antara Rusia dan Ukraina sejak Perang Dunia II ini belum juga berakhir. Perang tersebut masih berlangsung hampir empat tahun. Meski demikian, Rusia diklaim belum juga berhasil menaklukkan negara tetangganya yang jauh lebih kecil itu sepenuhnya karena bantuan persenjataan dari negara-negara NATO.
Saat ditanya tanggapannya mengenai pernyataan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto yang mengingatkan bahwa Eropa bersiap memulai perang dengan Rusia, Putin menegaskan Moskow tidak ingin perang dengan Eropa.
Meski demikian, Putin memperingatkan apabila negara-negara Eropa benar-benar ingin menantang Rusia, Moskow tidak akan tinggal diam.
“Jika Eropa tiba-tiba ingin perang dengan kami dan memulainya,” kata Putin, maka perang itu akan berakhir sangat cepat bagi Eropa sehingga Rusia tidak akan memiliki siapa pun untuk diajak bernegosiasi, dikutip dari Reuters.
Putin menilai bahwa perang di Ukaina bukan perang sesungguhnya dan menyebut Rusia hanya melakukan “pembedahan.” Namun, ia memperingatkan bahwa skalanya akan jauh lebih besar jika Eropa memulai perang dengan Rusia.
Sementara itu, Putin telah melakukan pertemuan dengan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk membahas kemungkinan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, Selasa (2/12/2025).
Pembicaraan itu berlangsung sekitar empat jam, seperti dikutip dari Reuters.
[*/REDHUGE]
















