Tak Diduga, Industri Makanan Pun Tak Selamat dari Corona

0
100

Jakarta | Lapan6online.com : Wabah corona di Indonesia berujung pada ambruknya ekonomi nasional yang berimbas pada banyaknya sektor industri yang terkena dampaknya secara langsung. Bahkan sektor industri makanan pun terguncang akibat pandemik Covid-19 ini.

Kalangan pengusaha di sektor makanan dan minuman menyebut periode Puasa dan Lebaran kali ini memang sangat ironis. Sektor makanan yang biasa panen saat Ramadhan dan lebaran, kali ini justru sebaliknya karena pandemi corona.

Penurunan konsumsi di masyarakat berbanding lurus dengan kapasitas produksi dari banyak produsen. Pun dengan penurunan penjualan karena banyaknya pembatalan order.

“Terutama setelah tanggal 20-an Maret banyak penurunan. Secara umum penurunan terjadi karena permintaan pasar yang menurun,” sebut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman seperti dilansir CNBC Indonesia, Rabu (29/4/2020).

Di sisi lain, banyak kalangan menilai dengan kebiasaan bekerja dari rumah (WFH), maka konsumsi juga meningkat. Namun data survei internal GAPMMI membantahnya. Mereka merinci beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya konsumsi.

Di antaranya kegiatan pariwisata yang berhenti, pendapatan masyarakat yang menurun drastis, rantai pasok atau supply chain yang terganggu. Termasuk koordinasi pemerintah pusat dan daerah yang terkadang tidak searah, sehingga menghabiskan energi dan sumber daya, penanganan masalah pokok pun tidak fokus.

Namun, ada sejumlah fakta menarik lainnya, yakni beberapa produk pangan tertentu meningkat, seperti susu, minyak goreng, bumbu hingga tepung-tepungan. Sedangkan konsumsi pangan ringan seperti snack tiba-tiba menurun drastis.

“FMCG (fast-moving consumer goods) alias makanan dan minuman lebih besar di pasar tradisional, kira-kira 70%. Sekitar 26-27% di pasar modern atau supermarket. Sisanya 1-2% di pasar online. Peningkatan kebanyakan terjadi di pasar modern, namun di pasar tradisional banyak penurunan. karena kegiatan toko-toko grosir tutup. Sehingga besarnya rata-rata turun,” papar Adhi.

(*/RedHuge/Lapan6online)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini