Tolak Pencalonan Sayid Iskandarsyah, Koalisi Masyarakat Peduli Pers Geruduk Dewan Pers

0
6
Massa Aksi Koalisi Masyarakat Peduli Pers demo di Depan Kantor Dewan Pers Tolak Pencalonan Sayid Iskandarsyah/Foto2 : Ist.

NEWS | POLITIK

“Kami menolak pencalonan Sayid Iskandarsyah karena rekam jejaknya bermasalah. Jika individu dengan latar belakang seperti ini masuk ke Dewan Pers, kepercayaan publik bisa tergerus,”

Jakarta | Lapan6Online : Ratusan massa dari Koalisi Masyarakat Peduli Pers menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Kamis (27/2/2025).

Mereka dengan tegas menolak pencalonan Sayid Iskandarsyah sebagai anggota Dewan Pers periode 2025-2028.

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa menyerahkan surat resmi penolakan kepada Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers. Gelombang penolakan ini mencuat setelah BPPA mengumumkan 18 nama calon anggota Dewan Pers yang baru.

Selain itu, rekam jejaknya pun bermasalah. Jadi,salah satu pimpinan aksi menyatakan bahwa pencalonan Sayid Iskandarsyah berpotensi mencoreng kredibilitas Dewan Pers.

“Kami menolak pencalonan Sayid Iskandarsyah karena rekam jejaknya bermasalah. Jika individu dengan latar belakang seperti ini masuk ke Dewan Pers, kepercayaan publik bisa tergerus,” tegas orator aksi dari atas pagar Gedung Dewan Pers.

“Kami dari Koalisi Masyarakat Peduli Pers meminta kepada para pejabat Dewan Pers untuk mengagalkan pencalonan Sayid Iskandarsyah sebagai anggota dewan periode 2025 – 2028,” ujar orator.

“Kami melihat banyak kejanggalan terhadap pencalonan Sayid di proses pengkrekutan anggota dewan pers. Dan jika dari pihak dewan pers tidak juga menggagalkan proses pencalonan Sayid maka kami akan datang kembali ke tempat ini sampai tuntutan kami di turuti,” teriak orator.

Massa menyoroti riwayat Sayid yang pernah dijatuhi sanksi skorsing oleh Dewan Kehormatan PWI Pusat. Ia diduga melanggar Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI, terutama dalam penyalahgunaan dana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang bersumber dari BUMN.

Tak hanya itu, kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan masih dalam proses hukum. Demonstran khawatir, pencalonan seseorang yang tersandung masalah hukum justru akan melemahkan integritas dan profesionalisme Dewan Pers.

“Kami mendesak BPPA untuk mengevaluasi ulang pencalonan Sayid Iskandarsyah agar Dewan Pers tetap menjaga kredibilitasnya sebagai lembaga independen,” tambah orator aksi.

Aksi yang awalnya berlangsung damai sempat memanas ketika massa mencoba masuk ke dalam gedung, namun dihadang aparat keamanan. Sebagai bentuk protes, massa membakar ban bekas di depan pagar Gedung Dewan Pers, memicu ketegangan antara demonstran dan petugas.

Namun, situasi akhirnya mereda setelah perwakilan Dewan Pers, Wawan, menemui massa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mereka.

“Aspirasi ini akan kami sampaikan dan kami tindaklanjuti. Terima kasih atas kritik dan masukannya,” ujar Wawan kepada para demonstran.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa publik menuntut proses seleksi anggota Dewan Pers yang transparan, akuntabel, dan bebas dari individu bermasalah. (*Rendi Wijanarko)