PEREMPUAN PENGGERAK EKONOMI DAN PEMBANGUNAN

0
116
Syamsuddin menyampaikan amanah

PROFILE | EKONOMI

“Penguatan peran perempuan juga dikaitkan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat,”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Perempuan masih memegang peran kunci dalam menopang ekonomi keluarga, sekaligus menjaga keberlanjutan sosial di tengah keterbatasan sumber daya. Isu tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ibu yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai, pada Senin (22/12/2025).

Kepala BPS Sinjai menyampaikan tema nasional Hari Ibu 2025, “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045,” menegaskan kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan di samping peran domestik. Perempuan Indonesia, yang jumlahnya hampir setengah dari total penduduk, disebut sebagai kekuatan strategis dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Syamsuddin, perempuan berperan dalam keluarga, juga penggerak ekonomi, agen perubahan sosial, serta pemimpin di berbagai sektor. Namun, peran tersebut menuntut dukungan kebijakan yang konsisten, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Ia menekankan komitmen negara terhadap pemberdayaan perempuan, telah dituangkan dalam berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. Kebijakan tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan yang setara dan inklusif.

Selain aspek perlindungan, penguatan peran perempuan juga dikaitkan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat. Program-program tersebut dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya perempuan melalui layanan kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, hingga peningkatan produktivitas sektor pangan.

Syamsuddin menilai keberhasilan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, butuh partisipasi aktif perempuan di ruang sosial, ekonomi dan publik. “Perempuan memiliki kapasitas untuk menjadi motor perubahan, selama diberi ruang, perlindungan dan kesempatan yang setara,” ujarnya.

Peringatan Hari Ibu di BPS Sinjai mengingatkan penguatan peran perempuan bukan isu simbolik, melainkan agenda pembangunan jangka panjang yang menentukan kualitas masa depan bangsa.

*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal